Ketika hati tak lagi sehati

Ketika hati tak lagi sehati
episode 2


__ADS_3

Aku duduk di ruang istirahat dokter, sambil memainkan hp di sela istirahat setelah beberapa kali jadwal operasi, perasaan campur aduk, sedih, cemas, dan perasaan lain yang tidak bisa diungkapkan, tiba-tiba ada inbox masuk, kak boleh kenalan, entah darimana orang itu iseng-iseng kuiyakan saja ajakannya. Setelah beberapa waktu berlalu kami berkomunikasi dengan lancar layaknya orang yang sudah lama kenal dan sudah pernah bertemu, kami sering saling cerita dan saling mensupport, darisini sisi nyaman yang selama ini sudah lama tidak kurasakan hadir dari seseorang di dunia maya.

__ADS_1


Di dunia nyata kehidupanku semakin parah, suamiku terus-terusan marah tidak jelas tiap hari, yang ujungnya usaha dia mulai surut, menimbulkan hutang dan dia membicarakan bahwa mobil harus ditukar dengan angsuran lebih ringan, aku mengiyakan saja karena ga mau ribut, selain itu dia mengajak aku dan anak-anak untuk pulang ke tempat orang tua dia, dengan menjual rumah kami yang masih kredit, dengan mengatakan orang tuaku kolot anak perempuan yang kuliah harus kerja, sedangkan pikiran dia anak kuliah kalau menjadi istri orang harus dirumah. Mungkin dia lupa pertama kami menikah orang tuaku yang memberi modal 20 juta untuk bisnis beras, kemudian uang dari itu untuk mengkreditkan elektronik, dia tidak bekerja selain itu, tiba-tiba ada orang yang katanya kawan dia mengajak untuk bisnis perumahan, dengan keuntungan setiap invest 1 rumah biaya modal sekitar 32 juta dapat untungnya harga rumah itu 50 juta setelah akad kredit dibayar lunas.Pertama, kedua pembayaran lancar, waktu rumah yang ke 3, mulai agak tersendat, rumah ke 4 developernya kabur entah kemana dan uang invest yang sudah masuk, termasuk uang adek ibuku 50 juta raib, waktu itu kami sudah ada rumah dengan dp awalnya 12 juta dari orang tuaku, rumah juga sudah direhab, dengan alasan untuk modal rumah itu dijual dengan harga 120 juta tanpa sepengetahuan orang tuaku, uangnya untuk bayar tanah yang dibangun rumah itu, yang lokasinya diperumahan yang dia kerjasama, di saat itu kami ngontrak di bedeng kecil dengan 2 kamar sempit, sedih rasanya🥲.

__ADS_1


di saat seperti itu masih ada sisa uang sekitar 50 juta, selain untuk bayar hutang sana sini yang aku tidak tau apa saja, aku hanya tau kerja dan gajian, tiba-tiba ada orang ke rumah menawarkan investasi saham, tanpa pikir panjang karena tergiur oleh keuntungan 50 juta diinvestasikan, dan cerita akhirnya gimana, uang itu hangus di dalam investasi itu, dia menangis meminta maaf, nasi sudah menjadi bubur, aku hanya terdiam dan tak mampu menjawab apa-apa, pada waktu itu datang kakakku dari kota lain, kehidupan kakakku boleh dikatakan lumayan, karena kasihan dengan nasibku dia memberi uang 5 juta untuk modal usaha apa aja, waktu itu anakku yang pertama masih umur setahun, aku bekerja untuk membayar pengasuh dan menghidupi keluargaku. Darisini kehidupan mulai babak baru, dia mulai berani menjual motor baru dengan surat hanya STNK keluar kota, dan motor itu adalah motor leasing, aku tau tapi pura-pura tidak tau mungkin dia juga pusing mau usaha apa yang menghasilkan banyak uang dalam waktu cepat, tidak hanya itu di sisi lain dia juga menjual mobil orang keluar kota kerjasama dengan temannya, mobil itu juga mobil leasing yang tentu resikonya sangat besar. mungkin nasib baik masih berpihak, tapi sepandai-pandainya menyimpan bangkai lama kelamaan tercium juga, tiba-tiba ada polisi dan pemilik mobil datang ke rumah mencari mobil curian, aku yang tidak tau apa-apa shock berat, dan dia masih di luar kota, saat di telpon dia menjawab, bilang saja tidak tau apa-apa dan memang aku tidak tau apa-apa, entah bagaimana dia menyelesaikan masalah itu, akhirnya selesai.

__ADS_1


Dulu sebelum menikah banyak yang tidak setuju dengan suamiku ini lantaran dia tidak ada pekerjaan tetap, selain itu kata orang wajahnya jelek, tapi aku ga tau mengapa aku tidak mendengarkan kata-kata orang-orang di sekitarku, yang ada pada saat itu mau menikah dengannya. Di sisi lain entah mengapa aku tidak begitu senang dengan keluarganya terutama dengan ibunya, ibu mertuaku memang cerewet tapi belum pernah menjelekkan ku di depan mataku, tapi entah mengapa aku tidak begitu suka, bahkan komunikasi lewat telpon pun jarang kulakukan, mereka tinggal lain provinsi jaraknya cukup jauh 10 jam perjalanan. Aku tidak tau mengapa setelah 10 tahun rumah tanggaku semuanya mulai terungkap segala sesuatu yang selama ini tidak kuketahui pelan-pelan muncul ke permukaan, ada yang bilang aku dulu kena guna-guna setelah sekian lama mulai hilang kesaktiannya, Allahualam, yang pasti setiap hari perasaanku tertekan dan semakin tidak percaya segala sesuatu tentang dia. Apalagi setelah mengetahui sifat asli dan segala ilmu hitam yang dimilikinya.

__ADS_1


__ADS_2