Ketika Orang Mati Hidup Kembali

Ketika Orang Mati Hidup Kembali
Wanita kejam


__ADS_3

Selir Zhao mengangguk paham. Ia lalu berdiri dan menunjuk 2 prajurit untuk membantunya. Disisi lain, Xinping pun mendekat ke ayahnya.


“Ayah, mungkinkah Xinxi telah berevolusi menjadi hantu yang sangat kuat sampai tidak terbakar oleh bacaan sutera buddha?” Tanya Xinping. “Aku pernah dengar hal ini dari pendeta Tao di pasar dan sempat membaca bukunya di perpustakaan.”


“Mungkin saja, tapi kita harus pastikan dulu kalau dia memang hantu bukan manusia. Masih ada banyak hal yang janggal bagiku.” Kata Ertu.


Selir Zhao yang mendapat tugas spesial dari suaminya segera pergi ke lapangan latihan yang ada di dekat kamarnya. Lapangan latihan itu lantainya terbuat dari batu berbentuk bundar dan berukir lambang dinasti Tang.


Disaat yang sama, 2 orang prajurit yang pergi bersama selir Zhao memaksa 4 orang prajurit yang sama seperti mereka untuk berlutut. Keempat prajurit itu merupakan prajurit yang selir Zhao perintahkan untuk menaruh mayat Xinxi di kamarnya.


Tidak lama kemudian, selir Zhao pun datang bersama satu prajurit lain yang membawa rak berisi senjata – senjata tajam baru.


“Sudah bosan hidup tenang ya? sampai apa yang ku perintahkan ke kalian tidak dilaksanakan dengan baik?” ujar selir Zhao ke empat prajurit tersebut.


Mereka menatap selir Zhao penuh ketakutan.


“Nyonya, ka-kami sungguh melakukan hal yang anda perintahkan dengan baik.” Jawab prajurit yang rambutnya di kuncir satu.


Selir Zhao menarik satu pedang baru dari rak senjata dan mengecek sisi tumpul dan sisi tajam senjata tersebut. “Begitu? Lalu kenapa anak itu masih hidup?” tanyanya. “Apa jangan – jangan kalian membawanya ke tabib secara diam – diam?”


Keempat prajruit itu diam dengan perasaan gugup. “Ka-kami tidak tahu nyonya, kami sudah menuruti perintah anda. Kami menaruhnya di kamarnya, mengacak – acak barangnya, mengambil perhiasan-nya, dan me-menaruh pecahan cangkir porselen teh itu di dekatnya.” Jawab prajurit yang beralis tebal.


“Benar nyonya, kami sudah melakukan segalanya sesuai dengan perintah anda.” Sahut prajurit yang kurus.


Selir Zhao menodongkan ujung pedang yang ia pegang ke pipi si prajurit yang kurus. Baru saja sentuhan kecil, pedang itu langsung menggores pipi sang prajurit.


“Ujung pedang ini sangat bagus.” Kata Selir Zhao.


Prajurit yang membawa rak senjata segera mencatat yang selir Zhao katakan. Keempat prajurit yang akan di jadikan korban mulai panik dan ketakutan.


“Aku tanya ke kalian sekali lagi, apa kalian telah berkhianat?” tanya seir Zhao.


“Tidak nyonya, kami tidak berkhianat! Kami tetap setia, kami sangat setia padamu!” jawab mereka dengan panik.


Selir Zhao mengangkat pedangnya  dan menatap mereka berempat. “Tapi gak sesuai dengan kenyataan tuh.” Katanya.


Selir Zhao telah bersiap untuk memenggal kepala salah satu prajurit itu dengan sisi tajam pedangnya. Hingga kemudian Xinxi datang untuk mencegahnya.


“Selir Zhao!” panggil Xinxi.


Selir Zhao menghentikan tanganya tepat di sebelah leher prajurit yang kurus. Ia lalu menatap ke arah Xinxi yang kelihatan marah dan sedih.


“Mau apa kau ke wilayahku?” tanya selir Zhao dengan garang.

__ADS_1


Xinxi berjalan mendekat bersama 2 pelayan barunya. Selir Zhao menatap dua pelayan tersebut dan tersenyum kecil. ‘Ada bahan baru untuk tes ketajaman senjata nih.’ Pikirnya.


“Selir Zhao, sebentar lagi akan ada acara doa bersama untuk nenek. Tidak hanya itu, kaisar juga akan hadir untuk melayat. Kenapa selir Zhao malah bekerja hari ini?” tanya Xinxi.


Selir Zhao berdecih “apa urusanya denganmu?” jawabnya yang malah balik bertanya.


Xinxi menghela nafas untuk mengendalikan emosinya. “Selir Zhao, kalau ada orang lain yang melihat anda masih bekerja disaat keluarga Jiao masih berduka cita, orang – orang bisa menyebarkan gosip yang tidak baik tentang anda.” Jawabnya “Aku tahu anda tidak memiliki hubungan yang baik dengan nenek, tapi paling tidak kita harus menjaga martabat keluarga Jiao didepan tamu yang datang untuk melayat.”


Selir Zhao menurunkan pedangnya dan menatap Xinxi dengan jijik. “Martabat? Huh! aku baru tahu anak hasil hubungan gelap sepertimu masih bisa menyebut kata ‘Martabat’ keluarga Jiao. Jika nenek peyot itu masih hidup dan mendengarmu, dibanding merasa bangga karena martabat dia justru akan merasa malu 7 turunan karena diucapkan oleh anak ****** sepertimu.”


Xinxi diam, tapi terlihat bahwa alisnya telah berkedut. Dalam haitnya di penuhi oleh emosi dan kemarahan adalah salah satunya.


Selir Zhao, entah bagaimana merasa terintimidasi oleh ekspresi wajah Xinxi. ‘Uhgh, aku lupa, tidak seharusnya aku mengganggunya disaat seperti ini.’ Gumamnya dalam hati. Ia memalingkan wajah “Urusi saja urusanmu sendiri, urusanku sangat penting agar bisa menertibkan prajurit – prajurit tidak berguna ini.” Kata selir Zhao “kalau bukan karena kelalaian mereka, nenek Jiao tidak mungkin meninggal.”


Keempat prajurit itu membelalakkan mata. “Tidak nyonya, tolong ampuni kami! kami sudah melaksanakan tugas dengan baik!”


Xinxi membalas “Tapi bukankah tidak pantas bagi seorang prajurit masuk ke dalam kamar tuanya tanpa ijin kecuali di panggil lewat suara teriakan? ini tertera dalam peraturan di kediaman keluarga kita.”


Selir Zhao menyalak “Sudahku bilang urusi saja urusanmu sendiri! orang – orang ini harus dihukum atas kelalaianya yang menyebabkan kematian nenek Jiao. Ayahmu juga yang memerintahkanku!”


Xinxi masih bersikeras “Aku masih tidak mendapati hal ini masuk akal. Nenek Jiao meninggal karena serangan jantung dan ketika seseorang terkena serangan jantung mereka akan keculitan melakukan kegiatanya, bahkan untuk berteriak minta tolong pun akan susah.” Katanya “keempat prajurit ini juga tidak mendengar suara teriakan apapun dari nenek Jiao, bahkan dari kamar Selir Jin yang paling dekat dengan kamar nenek saja tidak mendengar teriakan nenek Jiao. Jadi dimana letak kesalahan mereka?”


Selir Zhao mulai naik pitam “kau—!” katanya.


Xinxi menatap selir Zhao dengan lebih serius. “Selir Zhao, perjanjian antara keluarga anda dengan kaisar adalah hanya boleh menggunakan tahanan penjara, pendosa, dan penghianat untuk dijadikan objek ketajaman senjata. Tentu saja harus ada bukti yang jelas, namun keempat orang prajurit ini tidak memiliki bukti sama sekali yang bisa memberatkan mereka.” lanjutnya.


“Tentu saja karena aku tidak ingin anda melakukan hal yang bertentangan dari perjanjian anda dengan kaisar. Tidak hanya itu, hari ini keluarga kita sedang berduka tindakan anda hari ini bisa mencoreng nama baik keluarga kita di depan kaisar yang akan datang.” jawab Xinxi.


Selir Zhao mendengus ‘Kita panasi lagi.’ dengan cepat dia menebas kepala prajurit yang bertubuh kurus namun tidak sampai putus.


Tiga prajurit yang ada di sebelah temanya yang terbunuh itu membelalak kaget.


“A-yao?” gumam prajurit yang dikuncir satu.


Tubuh prajurit yang kurus pun terkapar di atas lantai. Darah mengucur keluar dengan deras dari lehernya. Hal itu membuat Xinxi dan kedua pelayanya merasa shok.


“AAAAH!!! DASAR WANITA KEJAM! GAK PUNYA PERASAAN!!!” teriak si prajurit yang di kuncir satu. “KEMBALIKAN ADIKKU!! KEMBALIKAN ADIKKU!!”


Dua prajurit lain yang ada di sebelah prajurit yang di kuncir satu hanya bisa bengong.


Selir Zhao mendengus dan lalu menatap Xinxi. Walau Xinxi kelihatan shok, tapi ia uga kelihatan tenang. Tentu selir Zhao merasa sedikit aneh ‘dia … gak ketakutan?’ pikirnya ‘dia kelihatan shok, tapi dia gak kelihatan takut. Ini aneh, dia paling tidak tahan dengan bau darah dan sangat menjauhiku karenanya.’


“Kau pantas mendapatkanya! Kalian keluarga Jiao pantas mendapatkan kutukan dari puteri Xi!!!” Teriak prajurit yang di kuncir satu itu. “Kalian pembunuh!!! Kalian semua akan mati dengan cara yang mengenaskan!!!”

__ADS_1


Selir Zhao hendak menebas leher prajurit itu. Tapi dari ekor matanya, ia melihat ada seseorang yang berdiri di bawah pohon. Seketika selir Zhao berhenti untuk melihat siapa yang berdiri disana.


Orang itu adalah sosok wanita mengerikan tersebut yang telah menerir Xinhua dan nenek Jiao. Sosok wanita berambut panjang acak – acakan, yang memiliki kulit putih seperti kapur, biji mata hitam yang kecil, dan senyum yang lebar sampai ke telinga.


“AMPUNI! AMPUNI!” ejek wanita itu sambil melompat – lompat kegirangan.


Selir Zhao menjatuhkan pedangnya ke lantai dan langsung menoleh ke arah Xinxi. Tapi Xinxi sudah tidak ada disana, yang ada hanya sosok wanita seram itu.


“AMPUNI! AMPUNI!” ejek hantu Xinxi sambil melompat – lompat girang.


Dua pelayan yang menemani Xinxi berubah menjadi 2 orang pelayan yang kulit pada tubuh dan wajahnya tersayat habis. Salah satunya memiliki wajah yang tidak memiliki kulit sama sekali.


“AMPUNI… AMPUNI…” Kata dua pelayan itu dengan suara datar.


Selir Zhao mengingat dua pelayan itu dengan jelas. Mereka adalah dua pelayan Xinxi yang selir Zhao dan Xinping tuduh mencuri agar bisa menjadikan mereka objek ketajaman senjata tajam.


“Aaah!!!” Teriak Selir Zhao.


Ia berjalan mundur dengan perasaan takut. Namun tiba – tiba, dari tanah yang basah keluarlah manusia – manusia berwujud seram. Mereka berpakaian prajurit, pelayan, tahanan, rakyat biasa, dan bahkan berpakaian mewah. Setiap dari mereka meiliki luka sayatan yang parah, ada yang tanpa kulit, dan ada juga yang bagian tubuhnya terpotong.


“AMPUNI .. AMPUNI …” gumam mereka semua.


“AAAAAA!!!!” Teriak Selir Zhao.


Para prajurit kediaman, anggota keluarga Jiao, tamu undangan, dan kaisar serta Liyan yang sedang berada di ruang utama mendengar suara teriakan Selir Zhao. Mereka bergegas ke sumber suara dan menemukan selir Zhao meringkuk ketakutan. Dihadapanya ada Xinxi dan dua pelayanya yang memegangnya.


“Ada apa ini?!” tanya kaisar dengan perasaan geram.


Ia melihat ada mayat yang kepalanya hampir putus di atas lantai latihan. Ertu yang melihatnya tentu ikut merasa marah, apalagi para tamu undangan mulai berbisik.


“Apa ini? disaat sedang berduka selir Zhao masih bekerja?” ujar para tamu. “Dia bahkan membunuh dihadapan puteri Xi?”


Liyan langsung menghampiri Xinxi dan menutupi pandanganya. Ia lalu membawanya pergi menjauh dan menggunakan luaran bajunya untuk menutupi pandangan Xinxi. “Ayah, aku akan mengamankan puteri Xi.” Kata Liyan.


Kaisar mengangguk dengan wajah penuh keprihatinan. Ia lalu menatap Ertu dan menegurnya. “Perdana menteriku, ini adalah bentuk ketidak hormatan kepada orang yang telah meninggal. Bagaimana bisa selir-mu bekerja disaat keluarga Jiao sedang berduka?” Ujarnya “tidak hanya itu, ia mengeksekusi seseorang di hadapan puteri pertamamu yang merupakan calon puteri mahkota!”


Ertu menunduk malu dan bersujud dihadapan kaisar. “Yang mulia, tolong maafkan hamba, hamba akan menertibkan selir hamba dengan baik setelah ini.”


‘Apa yang terjadi?’ pikir Ertu dalam hati.


Malam berlalu dengan cepat. Selir Zhao diam di atas tempat tidurnya sambil memeluk kakinya. Ertu, selir Jin, Xinhua, dan Xinping duduk didekat sang selir kejam yang sekarang merasa ketakutan.


“Kau melihatnya juga?” tanya Selir Jin.

__ADS_1


“Ayah, ini sudah menjadi bukti! Kita telah di kutuk oleh hantu-nya Xinxi!” Ujar Xinhua sambil menangis ke ayahnya. “Ayah kita harus mengusirnya! Kita harus mengusirnya! Aku gak mau mati! Aku takut!”


Ertu yang merasa kesal menepis tangan Xinhua dan menegur. “Kamu pikir hanya kamu yang tidak mau mati? Kita semua juga tidak mau hal itu terjadi pada kita.” Ia lalu berdiri “Sementara waktu jangan ada satupun dari kalian yang di tinggal sendiri dan jangan ada yang mengganggu Xinxi. Aku akan menyuruh orang untuk mencari seseorang yang bisa mengusir roh jahat dan menyuruh prajurit memantau gerak – gerik Xinxi.”


__ADS_2