Ketos Is MyHusband

Ketos Is MyHusband
Dia pacar gue


__ADS_3

Keesokan harinya pun telah tiba semua sudah siap dengan kegiatan mereka masing masinh,begitupun pasangan suami istri itu mereka sudah siap dengan seragam dan mulai berjalan memasuki mobil nya.Masih dengan suasana hening diantara mereka tanpa ada yang mau memulai pembicaraan.


Huff


Terdengar suara helaan napas Alsad dan terdengar oleh Zea dia penasaran akan tetapi enggan untuk menanyakan nya .


Setelah sampai parkiran Alsad membuka pintu dan melangkah keluar meninggalkan Zea tanpa sepatah kata pun,Zea menatap heran kenapa dengan sikap Alsad yang mendiamkan nya semalaman malah saat sarapan pun tidak ada 1 kata pun yang keluar dari mulut nya .


''Kenapa sih aneh banget'' gumam nya


''Gimana gue keluar gak ya masih banyak siswa di luar tapi males lama lama disini''


Akhirnya Zea memutuskan keluar dari mobil meskipun dia tau akan dapat masalah besar nanti nya.


''Huff kan apa gue bilang ,mereka liatin gue macam mafia kelas kakap yang tertangkap''


''Gila gak tuh mafia'' gumam nya sambil cekikikan


Karna dia tidak mau jadi bahan tontonan dia melangkah pergi menuju kelas dengan tatapan tatapan yang aneh menurut nya,ada yang kagum,sinis bahkan marah tapi mereka tidak berani melabrak langsung hanya bisikan tetangga yang terdengar.


''Iss ngapain dia bareng ka Alsad''


''Sok cantik''


''Dia deketin gebetan gue,awas loe ya''


''Katanya dia mantan Raka anak baru tuh''


''Oh pantesan putus,orang cewe nya gatel''


''Mau dong jadi Zea biar bisa semobil bareng ka Alsad''


''Ngimpi loe''


Begitulah bisikan para tetangga lambe turah,Zea hanya menunduk dan mempercepat jalan nya menuju kelas,namun tiba tiba ada yang mendorong nya.


Brukkk


''Awww''


''Loe ngelunjak ya''teriak Anisa emosi yang ternyata dia yang mendorong Zea hingga jatuh


''Apa si loe hah?''tanya Zea


''Gue udah bilang jauhi Alsad tapi lo malah makin menjadi berani berangkat bareng lagi''


''Masalah loe apa hah?''


''Jelas masalah loe rusak rencana gue buat deketin Alsad''


''Tapi sayang nya gue gak mau''


''Berani banget lo nantang gue?''


''Ngapain gue takut sama belalang kaya loe''


Plakk


Sebuah tamparan mendaran di pipi Zea dengan marah dan tatapan tajam nya dia memegang pipi nya yang terasa perih hingga menimbulkan bekas merah saking kuat nya tamparan Anisa.


''****** kaya loe gak pantes sama Alsad dengar itu Zea Harika Pratama ''


Plakkk

__ADS_1


Sebuah tamparan terdengar lagi akan tetapi kini Zea yang menampar Anisa saking emosi nya.


''Itu buat yang udah ngatain gue ******''hardik Zea dengan emosi


''Kurang ajar '' teriak Anisa dan hampir saja dia akan menarik rambut Zea,namun tangan nya terhenti saat Cika dan Denada datang untuk melerai kebetulan mereka ber 2 sedang berjalan akan memasuki kelas tapi mereka mendengar berita Anisa dan Zea bertengkar perkara Zea berangkat 1 mobil dengan Alsad sang ketua osis.Dan untung saja mereka cepat datang untuk melerai agar aksi tarik tarik an rambut mereka tidak terjadi,suasana masih pagi sehingga tidak ada guru yang mengetahui nya bahkan anggota osis pun tidak kelihatan mungkin mereka masih mengadakan rapat.


Kini mereka berada di kelas dan mengobati pipi Zea yang masih terlihat merah jangan lupa mereka memoles sedikit make up agar tidak terlihat bekas tampran itu,entah seberapa kuat Anisa menampar Zea.


Terlihat langkah kaki seorang siswa berlari pontang panting seperti di kejar kejar hantu menuju ke arah Zea dan membuat mereka terheran


Hos hos hos


''Ngapa lu di kejar janda '' tanya Denada


''Janda gak tuh'' timbal Cika yang membuat mereka cekikikan


''Bukan itu'' ucap Jaki ngosngosan


''Terus apa '' tanya Denada kembali


''Itu Zea dilapangan''ucap Jaki


''Mata loe soek gue disini'' hardik Zea


''Bukan itu gimana ya ngomong nya,udah lah loe ikut gue aja ayo!''


Jaki menarik tangan Zea menuju lapang di sepanjang jalan terlihat sepi padahal bel masuk belum berbunyi dia heran kemana anak anak dan terdengar suara riuh dari arah lapang Zea semakin heran mengapa mereka berkumpul di lapangan dan apa hubungan nya dengan Jaki yang menarik tangan Zea,sementara Cika dan Denada langsung berlari mengikuti Jaki yang membawa Zea dan pastinya karna mereka kepo apa yang telah terjadi dan setelah mereka sampai langkah kaki nya terhenti dia tercengang melihat hal yang akan membuat nya sial dan pastinya akan jadi bahan cemoohan para siswa siswi di sekolah itu.


Deg


Deg


Sebuah tulisan besar ZEA HARIKA PRATAMA MINE FOREVER membuat mata Zea melotot sempurna dengan seorang lelaki yang dia sangat kenal sedang berdiri membawa coklat di tangan kiri dan bunga di tangan kanan nya dan ternyata itu Raka.


''Zee ngapain mantan loe'' tanya Denada


''Lagi nari piring noh'' Cika menjawab sambil memutar bola mata malas


''Masa iya tapi dia lagi pegang bunga sama coklat bukan piring ''


''Yaelah diam loe'' ucap Cika menoyor kepala Denada


Sedangkan Zea masih diam tanpa melakukan pergerakan apapun,dia masih bingung dengan lelaki itu baru kemaren dia memaafkan dirinya tapi sekarang dia sudah buat ulah yang akan membuat dia sangat sangat malu.


Terdengar teriakan siswi2 yang sedang menyaksikan tontonan yang akan menjadi perbincangan hangat,sedangkan para osis khusus nya Alsad,Deva,Albi dan sekutunya hanya melihat tanpa berkomentar mereka hanya ingin liat apa yang akan dia lakukan.


''Ngapain tu anak baru''tanya Albi


''Kaya nya mau kayang''timbal Deva


''Nyari ayang kali ah bukan kayang ''jawab Dira anggota osis lain nya


Suara riuh semakin terdengar memanggil nama Zea untuk maju ke tengah lapang


''Zea ayo samperinn''


''Ngapain tuh yang ganteng''


''Sini aja yu sama gue''


''Hay ganteng sama aku aja sini''


Zea semakin mengeratkan jemari nya dia menutup mata sejenak dan menghembuskan nafas pelan untuk menetralkan pikiran nya.

__ADS_1


''Zee'' tanya Cika


''Kalian tunggu sini,Gue mau tau dia mau apa '' jawab Zea dan kedua sahabat nya hanya mengangguk saja,Dia mulai melangkah kan kaki nya dan berhenti di jarak 2 meter dari Raka tapi Raka maju kedepan hingga jarak mereka hanya 1 meter saja.


''Zee'' panggil Raka akan tetapi Zea hanya diam dia menunggu Raka melanjutkan kata kata nya.


''Gue tau gue dulu salah,Gue khianatin loe gue jahat sama loe gue tau itu akan sulit buat loe maafin gue.''


''Gue coba lupain loe saat loe mutusin buat pergi dari hidup gue tapi gue gak bisa lupain loe gue masih sayang sama loe ''


''Apa loe mau balikan sama gue? ''


Suara riuh kembali terdengar siswa siswi yang menonton mereka heboh mendengar ucapan Raka yang percaya diri mengajak nya balikan setelah dia meminta maaf dan mengakui kesalahanya.


''Kalo loe terima gue loe ambil bunga ini,ini bunga kesukaan loe kan mawar putih tapi kalo loe gak bisa loe ambil coklat kesukaan loe ini'' lanjut Raka dengan tatapan yang penuh harap tapi Zea hanya diam sesekali memejamkan mata nya lalu dia menghela nafas dan mulai berbicara.


''Sorry'' 1 kata yang keluar dari mulut zea


Deg


Zea mengambil coklat di tangan kiri Raka dengan mantap


''Gue gak bisa dan gue gak mau''


''Kenapa,kenapa loe gak bisa''


''Perasaan gue udah gak ada buat loe''


''Tapi kita bisa mulai dari awal lagi''


''Gue gak mau''


''Kenapa loe gak mau kasih gue kesempatan''tanya Raka dengan menuntut


''Karna dia pacar gue''


Degg


Suara bariton itu membuat suasana mencekam yang tadinya riuh kini hening.lalu zea membalikan badan dan dia melototkan mata dan menelan saliva nya dengan susah


''Mati guee,Tuhan bawa gue ke planet pluto''batin Zea


Rasanya dia ingin mengilang untuk saat ini ,bukan ini yang dia ingin katakan suasana macam apa ini pikiran nya berkecamuk bingung rasa nya ingin pingsan atau lari saja jika dia tidak bisa menghilang.


''Lawak loe''ucap Raka sinis


''Gue gak ngelawak'' jawab Alsad dengan tatapan tajam


''Zee loe beneran cewe dia,dia bohongkan'' tanya Raka


''Jawab ze!'' lanjutnya


Zea bingung dia menatap Alsad dan Alsad pun kembali menatap Zea kini mereka saling tatap Alsad memberi kode dan Zea pun mengerti lalu mengangguk.


''Zee jawab''tanya Raka kembali dengan tatapan yang tidak bisa di artikan


''Iya gue pacaran sama Kak Alsad jadi gue mohon jangan ganggu gue lagi,hubungan kita sudah berakhirr''


Lalu Zea melangkah pergi dengan menarik tangan Alsad.Alsad tersenyum sinis pada Raka sebelum dia di tarik oleh Zea.


Mereka pergi dari lapangan tanpa menghiraukan teriakan heboh para siswa siswi disana,sedangkan Raka terdiam menatap kepergian mereka


''Gue akan rebut Zea kembali dari loe'' batin Raka

__ADS_1


__ADS_2