
Hari demi hari masih sama belum ada perubahan pada diri Zea,Dia belum memberikan tanda tanda akan bangun.Orang tua,Sahabat,Teman teman sekolah mereka selalu berdatangan menjenguk Zea.Alsad menatap kosong keluar jendela dia kini berada di ruangan Zea bahkan kemarin dia 2hari tidak beranjak dari tempat duduk nya,Dia hanya terdiam enggan untuk makan hanya untuk mandi saja dia mau melangkah menjauh itu pun hanya beberapa menit saja karna dia ingin saat Zea bangun dia lah yang pertama Zea sebut namanya.Tiba tiba sebuah tangan menepuk pundak nya dia hanya melirik dan kembali menatap keluar jendela
''Al,gimana kabar loe'' tanya Albi
''Gue baik''
''Ayo gue bawa makanan untuk loe''
''Gue gak nafsu''
''Cihh sejak kapan seorang Alsad lemah''
Alsad menatap tajam sahabat kecil nya itu ''Gue gak akan maafin diri gue sendiri sebelum Zea bangun'' tatapan nya berubah sendu
Albi tersenyum menghibur '' Loe sahabat terbaik gue,Loe cinta kan sama istri loe?''
''Pertanyaan macam apa itu''
Albi kembali terkekeh ''kalo loe cinta sama dia ayo bangkit,loe buktiin loe baik baik aja biar dia semangat untuk bangun!''
''Apa dengan gue kaya gitu dia akan bangun''
''Iya gue yakin kalo dia akan berusaha bangun untuk loe,Loe ingat sebarbar apa Zea?Iya dan gue yakin dia benci lelaki lemah ''ucap Albi menohok
''Loe ketua osis dan mereka hanya tau Zea itu pacar loe bukan istri loe,Mulai sekarang kembali jadi Alsad yang mempunyai tanggung jawab biar Zea bangga sama loe ''
Alsad tersenyum lalu melangkahkan kaki nya mendekat ke ranjang tempat Zea tertidur nyenyak ''Gue bakal bikin loe bangga jadi istri gue,Ayo bangun gue kangen hukum loe!Dulu gue selalu hukum loe karna suka langgar aturan tapi kini gue pun sering langgar '' ucap Alsad dengan kekehan kecill
''Besok gue masuk sekolah lagi '' ucap Alsad dan Albi hanya menganggukan kepala
Ceklek
2 sahabat Zea memasuki ruangan mereka melangkah masuk dan memberi senyuman kepada Alsad dan Albi.Setelah kejadian kecelakaan yang menimpa Zea membuat kedua sahabat Zea menjadi murung jarang berbicara bahkan disekolah saja mereka tidak keluar kelas jika lapar akan nyuruh pegawai kantin mengantar nya ke kelas,Mereka akan kembali tersenyum jika berada di hadapan Zea.
__ADS_1
Dengan senyuman yang melekat ''Zee loe gak kangen sama kita'' tanya Denada lirih
''Kita gak bisa tanpa loe Zee,Loe sahabat terbaik buat kita''ucap Cika tersenyum getir
''Gue janji Zee kita gak akan marah karna loe bohongin kita masalah pernikahan loe,Gapapa kok kan tiap manusia punya privasi gue udah janji gue gak akan nangis di depan loe tapi gue gak bisa tepatin janji gue kali ini'' cerocos Denada sambil terisak
''Gue tau loe benci liat orang nangis depan loe apalagi yang nangis sahabat loe sendiri ayo cepet marahin gue Zee'' lanjut nya semakin terisak sementara Cika,Alsad,Albi hanya menunduk mendengar perkataan Denada.
''Nad udah sore ayo pulang ''Ajak Cika
Denada hanya mengangguk dan melangkah pergi tanpa berpamitan karna dia sudah tak bisa menahan tangis nya.
''Kak kita pulang dulu ya,Gue nitip Zea ''ucap Cika lalu pergi menyusul Denada tanpa menunggu jawaban dari Alsad
Keesokan hari nya tepat nya di sekolah para siswa siswi sedang asik berbincang,Lalu mereka menatap kedatangan ketua osis mereka yang sudah beberapa hari ini tidak masuk dia tidak di tegur pihak sekolah karna kepala sekolah sudah mengetahui penyebab nya dan mereka tidak berani menegur lebih karna terkait Alsad anak pemilik sekolah tersebut.
''Kak kaka sekolah yang jaga Zea siapa?''tanya Denada yang tiba tiba menghampiri Alsad
''Oh gitu baik ka kita jadi tenang,Kita pamit ke kelas dulu'' pamit Denada dan Cika sementara Alsad hanya mengangguk
langkah Cika dan Denada terhenti kala Anisa menghentikan langkah mereka dengan senyuman meledek dan tatapan yang sinis Anisa berdiri dengan percaya dirinya di depan mereka berdua.
''Gue kira setan eh ternyata ratu nya setan''ucap Cika
''Ck sial''gumam Anisa
''Ngapain loe halangi jalan kita'' tanya Denada santai
''Gimana temen loe masih hidup''Tanya Anisa sambil tersenyum sinis
''Maksud loe apa''
''Ya gak maksud apa apa tapi gue seneng temen loe belum sadar kenapa gak mati sekalian,Lagian so banget dia pake acara tolongin Alsad cari muka eh malah dia yang mau mati sekarang'' ucap Anisa tanpa ada rasa kasian terhadap kondisi Zea
__ADS_1
bugh
Tiba tiba Cika memukul wajah Anisa hingga dia terlempar dan tersungkur di lantai,Membuat semua orang membulatkan mata nya begitupun Denada yang sudah panik saat melihat kemarahan Cika
''kurang ajar ''teriak Cika dengan penuh emosi
Itulah sisi lain dari Cika dia memang sedikit cuek tapi dia selalu menjadi garda terdepan di saat orang orang yang dia sayangi terhina apalagi ada yang mendo'akan yang tidak baik seperti Anisa tadi.
''Berani banget loe'' teriak teman Anisa tidak terima saat melihat Anisa terduduk dengan memegangi wajah nya
''Apa loe?'' Cika menarik rambut teman Anisa dengan kuat dia benar benar lepas kendali,Dan membuat Denada semakin panik namun dia sedikit bernafas lega saat melihat anggota osis menghampiri mereka
''Berhenti'' teriak Deva saat melihat 3 siswi yang sudah acak acakan di lantai ada Anisa yang terduduk,lalu mata nya teralih melihat teman Anisa yang sudah berantakan dan melihat wajah Cika yang penuh dengan emosi tapi dia tetap berhenti saat mendengar osis memberi perintah untuk berhenti.
''Kalian kenapa'' Tanya Alsad datar
''Al..dia pukul aku,Dia pantes di bilang berandalan apalagi mereka teman si pembuat masalah itu'' rengek Anisa dan itu sangat menjijikan bagi Cika
Cika melangkah mendekati abisa namun langkah nya terhenti saat Denada menahan tangan nya
''Sudah kita Selesaikan secara baik baik'' ucap Denada pelan
Mereka memasuki ruang osis dan Alsad menatap mereka dengan tatapan tajam.
''Jelaskan''Alsad menunjuk Denada karna dia yakin bukan mereka yang memulai dan Denada menceritakan semuanya tanpa di lebih lebihkan atau di kurangi bahkan dia menunjuk siswi yang berada disana bahkan siswi itu sempat menegur Anisa karna perkataaan nya terlalu kejam.Anisa panik dan takut saat melihat Alsad yang kini menatap nya tajam dengan rahang yang mengeras dan kepalan tangan yang kuat dan sangat terlihat jika Alsad sedang benar benar emosi saat ini.
Brakkk Alsad menggebrak meja kuat hingga mereka terkejut
''Lancang loe ngomong kaya gitu ke orang yang gue sayang''Ucap Alsad dengan nyalang
''Gu..gue ''Ucapan Anisa terputus
''Bawa dia ke ruangan kepala sekolah sekarang '' Ucap Alsad Tegas sementara Cika hanya tersenyum sinis
__ADS_1