
''Sayang ada yang mau aku bicarakan''
''Apa ?''
''Jadi ini soal seseorang''
''Seseorang siapa?''
''Dia sahabat kecilku namanya Sesilia,dia tinggal di itali dan besok lusa dia akan pulang dan kemungkinan menetap disini ''
''Lalu?''
Alsad pun mulai menceritakan apa yang dia takutkan dan tentang sifat Sesil jangan lupa tentang nya yang selalu fosesive padanya.Tak membiarkan nya berdekatan dengan perempuan manapun
''Apa dia akan sekolah dengan kita??''
''Sepertinya begitu''
''Yasudah tak apa kamu jangan khawatir aku akan hati hati padanya dan soal hubungan kita ,nanti kita pikirin lagi mau bilang apa padanya karna aku tak mau di bilang orang lain oleh mu karna itu akan membuat nya semakin gencar mendekati mu''ucap kesal Zea lalu duduk di atas ranjang
''Sayang kamu cemburu ?''Alsad duduk di hadapan Zea
''Jelaslah bagaimana jika kamu juga akan menyukainya dn melupakan aku,secara kalian sahabatan dari kecil''
''Jangan berbicara seperti itu ''Alsad mengusap rambut Zea lembur hingga posisi merek saling tatap dengan jarak yang begitu dekat,Alsad terfokus pada bibir mungil istrinya itu dia perlahan mendekatkan wajah nya hingga Zea pun semakin gugup hingga benda kenyal mendarat di bibirnya .Zea menutup matanya saat Alsad memperdalam ciuman nya dan tangan nya menekan tengkuk Zea agar semakin dalam cukup lama pagutan itu dan akhirnya terlepas karna mereka sudah kehabisan napas .
Lama terdiam lalu mereka terkekeh tertwa entah apa yang lucu membuat mereka canggung dan mencairkan suasana kembali.
''Kak jalan jalan yuk''
__ADS_1
''Kemana?''
''Keliling kota yuk''
''Ayokk''Alsad menggandeng tangan Zea dan mengambil kunci motor nya lalu menuju garasi dan motor yang mereka tumpangi melesat meninggalkan komplek perumahan itu .
''Kak jajan yu?''Zea sedikit teriak karna suara nya tidak terdengar oleh siara motor
''Jajan apa?''
''Seblak''
Tiba tiba motor Alsad melaju pelan dan berhenti di pinggir jalan.
''Coba ulang jajan apa?''tanya Alsad karna emang suara nya tak terdengar
''Seblak''
''Ya tuhan kaka gak tau seblak?''Zea balik bertanya
''Enggak''
''Itu tu makanan terfav para wanita sejagat raya bahkan sebumi kalo boleh mah''
''Enak ?''
''Enak bangettt'' ucap Zea antusias
''Yaudah ayo cari! ''
__ADS_1
Mereka keliling kota berjalan jalan dan akhir nya menemukan tukang seblak yang antri pengunjung dan sepertinya itu dangat enak .
''Pak pesan 1 yang pedes yah ''teriak Zea
''jangan pedes pedes !''
''Kamu beneran gak mau ??''
''Enggak kamu aja,Aku liat kamu makan aja ''
''Yaudah ''hingga akhirnya yang di tunggu tunggu pun datang terlihat merah dan sangat sangat terlihat enak menurut Zea.Zea terlihat begitu lahap membuat Alsad menelan saliva nya susah ,seperti menggiurkan namun dia ragu untuk mencoba ketika melihat kuah nya yang merah seperti lahar itu.Zea menyadari Alsad memerhatikan nya lalu berhenti makan .
''Kenapa berhenti?''
''Kaka mau?''
''emang boleh ??''
''Bolleh tapi jangan di abisin''
Alsad mengangguk semangat lalu tangan nya menyuapkan kerupuk kerupuk basaah itu.Tak lama setelah kerupuk dan kuah seblak masuk dalam mulut nya dia terdiam lama lalu menatap wajah Zea yang menatap nya dengan penuh harap dan bersikap biasa aja tidak seperti dirinya .
''Enak kan Kak?''
''Enak ''dengan senyum paksaan lalu mengangguk padahal dalam hati ny Alsad ingin sekali teriak sekencang kencang nya karna dia serasa memakan cabe berkilo kilo banyak nya
''Terus kenapa muka nya merah gitu?''
''Ini em pengen ke kamar mandii''ucap nya lalu berlari ke arah toilet umum sementara Zea yang mengerti arti raut wajah suaminya itu malah tertawa terbahak bahak hingga menjadi bahan perhatian pengunjung lain nya ,Zea yang mulai tersadar tiba tiba diam dan bersikap biasa aja sesekali menahan tawa.Alsad yang berada di toilet itu pun terus saja mengumpat makanan yang baru saja mendarat di dalam perut nya lalu keluar dan membeli minum sebanyak banyak nya
__ADS_1