Ketulusan Hati Untuk Cinta

Ketulusan Hati Untuk Cinta
menjadi jinak seketika


__ADS_3

Abi Jainuddin:" tentang dirimu sendiri? apa itu?".


Fazil:" jadi maksud kedatangan saya kesini untuk meminta kepada agar Abi bisa menerima saya menjadi murid Abi."


Abi Jainuddin terkejut dengan pernyataan nya itu.


Abi Jainuddin:" menerima mu sebagai murid?, lantas apa yang ingin engkau dapatkan dari saya?".


Fazil:" saya ingin Abi mengajarkan ngaji dan ilmu agama lainnya." menunduk malu


Abi Jainuddin:" apa kau yakin?".


Fazil:" saya yakin Abi". menoleh ke wajah Abi Jainuddin


Abi Jainuddin:" kenapa harus saya yang mengajarkan mu?".


Fazil:" karena Askia aja bisa pandai jadi saya juga bisa".


Abi Jainuddin:" Askia pandai berkat kerja keras dirinya bukan karena saya."


Fazil pun terkejut. dia kira jawabannya tadi bisa membuat Abi yakin dan menerima nya sebagai murid ternyata tidak segampang yang dia kira. dan lagi-lagi pertanyaan muncul dari Abi Jainuddin yang membuat dia semakin takut menjawab.


Abi Jainuddin:" dibalik itu apa yang membuat yakin hati mu untuk belajar dari saya?".


Fazil: " saya melihat Askia yang begitu pandai jadi saya mau seperti dia ".


Abi pun tersenyum mendengar jawaban nya.


Abi Jainuddin: " apa karena hanya itu?"

__ADS_1


Fazil:" iya".


Fazil merasa aneh dengan pertanyaan-pertanyaan yang di tanyakan kepadanya, dia merasa ada yang salah dengan jawaban yang dia berikan tapi jawabannya masih sopan dan tidak kasar.


Abi Jainuddin:" kamu harus belajar dulu apa itu ikhlas".


setelah mendengar jawaban Abi Jainuddin itu, dia merasa semakin aneh dan bergumam dalam hatinya.


Fazil:" ini kok malah di suruh untuk ikhlas, kan gue mau belajar disini tapi ini malah disuruh belajar dulu, maksudnya gimana gue gak ngerti. bergumam dalam hati, dan berpikir keras


Fazil:" maaf, ee maksud Abi gimana ya?, saya harus belajar ikhlas dulu dari Abi gitu?".


Abi Jainuddin:" bukan dari saya, tapi belajar ikhlas atas dirimu terlebih dahulu."


Fazil :" ikhlas untuk diri saya?".


Abi Jainuddin:" iya benar". Abi menatap wajahnya yang kebingungan


lagi-lagi Abi pun tersenyum, dalam hati Abi merasa anak ini cukup tidak mengerti dengan maksud nya untuk ikhlas melakukan sesuatu, ikhlas atas kemauan dirinya untuk melakukan sesuatu. Fazil pun makin bingung melihat ekspresi wajah Abi yang tersenyum atas jawaban yang diberikan oleh dirinya.


...****************...


di samping percakapan antara Abi dan fazil terjadi, ada Askia yang merasa cemas di dalam rumah, dia mondar mandir memikirkan apa yang akan dibicarakan Fazil dan gimana kalau dia bilang soal tantangan tadi pas sepulang sekolah, kekhawatiran dia membuat dirinya tidak dapat berpikir jernih, tanpa dia sadari ustad amar berkali-kali memberi salam tidak di jawab dan bahkan tidak di dengar, dia terkejut ketika ustad amar menggedorkan pintu rumahnya.


Askia:" aduh, ini gimana, nekat sekali dia kerumah untuk bertemu Abi, kalau dia ngomong masalah tadi sepulang sekolah gimana, aku takut Abi marah, walaupun aku gak melakukan hal yang diluar dugaan tapi aku tetap aja waspada sama si Fazil takut dia ngarang cerita nanti gimana. aaaah gimana ya..."


ustadz amar:" assalamualaikum"


ustadz amar:" assalamualaikum, Kia?".

__ADS_1


ustad amar:" Kemana kia ya, barusan ada sekarang kok tidak menjawab salam, apa mungkin dia sudah keluar?, tapi sendalnya masih ada, pasti dia ada di dalam, saya gedor saja pintunya kali ya, kadang dia tidak dengar."


geduk.. gedukk..


Askia:" astagfirullah, siapa lagi yang gedor-gedor pintu, iya sebentar". menoleh keluar dan membuka pintu


Askia:" ustadz amar, kok ustad gedor pintu?." merasa aneh


ustadz amar:" maaf kia, saya beri salam tidak ada yang menjawab, dan akhirnya saya inisiatif buat gedor pintu, saya pikir kita tidak dengar."


Askia:" dalam hati kita pun bergumam, sejak kapan ustadz berdiri disini ya, kenapa aku gak dengar, apa aku melamun atau gara-gara kepikiran si Fazil jadi gak memperhatikan hal yang lain. aduh gimana caranya ini."


Askia:" maaf ustadz Askia tidak dengar"


ustadz amar:" iya tidak apa-apa".


Askia:" ouh ya ustadz, ada perlu apa ustadz ke rumah lagi ada yang perlu Askia ambilkan untuk Abi?".


ustadz amar:" iya, Abi suruh Kia untuk buatkan air untuk tamu yang tadi".


Askia:" hah? air?".


ustadz amar:" iya, ada yang salah?".


Askia:" eee tidak ustadz, kalau gitu Askia masuk dulu buatkan airnya, terima kasih ustadz." Askia merasa salah tingkah karena keterkejutan nya di depan ustadz amar


ustadz amar:" baiklah, saya pun permisi dulu".


ustad amar melangkah pergi Askia pun semakin panik dan khawatir untuk bertemu Abi dan Fazil, dia takut ada hal yang akan di pertanyakan kepadanya... namun dia tetap harus membuat air dan mengantarkan nya..

__ADS_1


...****************...


__ADS_2