
Setelah itu, Kekurangan yang dimiliki Fazil membuat Askia mulai memperhatikan dia. Kebaikan hati Askia yang tidak pernah menganggap remeh orang lain membuat dia menanggapi perkara tersebut dengan rasa iba.
Tak terasa disela terjadinya perbincangan itu, waktu memasuki jam pertama pun telah tiba...
tengg... tengg...
Bu Tika:" tak terasa sudah masuk jam pertama, Askia! sudah boleh duduk di tempat".
Askia:"baik ibu". bergegas menuju tempat duduknya
Syifa:" kayanya, aku harus belajar irama merdu itu di kamu deh". sambil tersenyum
Askia:" sama Abi aku aja, biar lebih pas".
Syifa:" ouh iya, mantap".
Askia yang masih merasa iba kepada Fazil tidak sadar malah menoleh ke atasnya, namun Fazil pun menatap wajah Askia, dan Askia langsung memalingkan wajahnya.
...****************...
Pada akhirnya...
Bu Tika pun membuka pelajaran yang akan diberikan kepada siswa hari ini. berjalan nya waktu, tiba lah saat nya untuk pulang. bel pun berbunyi dan Bu Tika meninggalkan ruang kelas. Askia dan teman-teman nya pun bergegas pulang namun di hentikan oleh Fazil di depan lapangan sekolah.
tengggg... tengggggg... tengggg...
Bu Tika:" yaudah anak-anak, PR nya di kumpulkan hari Senin ya, berhubung bel sudah berbunyi, ibu tutup pembelajaran kita hari ini, hati-hati pulang nya, Assalamualaikum....
siswa-siswi:" waalaikum salam".
Askia:" Fa, Tia, yuk kita pulang!".
__ADS_1
Syifa dan Tia:"yukss!".
Fazil:" eh.. eh, tunggu dulu".
Syifa:" ada apa sih Zil?, pakai menghadang jalan kita segala".
Fazil:" sorry, Syifa dan Tia, aku ingin berbicara berdua dengan Askia sebentar, kalian duluan aja".
Tia:" yaudah fa kita duluan aja, kita tunggu di pos saja". menarik tangan syifa
Syifa:" eh, tunggu dulu, gak mungkin kita tinggalin Askia dengan si brengsek ini". menatap Fazil dengan penuh kecurigaan
Tia:" iya juga ya".
Syifa:" emang kamu ada perlu apa ? kok ngobrol nya itu harus berdua, kenapa gak di depan kita aja?".
Askia:" ini menyangkut masalah aku dan Askia".
Tia:" kita tau bahwa kalian baru kenal juga, knpa tiba-tiba udah punya masalah aja, atau jangan-jangan...?. menatap mereka berdua dan mengisyaratkan ke Syifa
Syifa:" tunggu dulu, tapi gak mungkin kan kia, kamu sama dia itu...". bermaksud menjodohkan
Fazil :" kalian ngomong apa sih".
Askia:" Syifa, Tia, aku gak punya masalah sama Fazil dan aku gak tau dia mau ngomong apa, kalian jangan menebak nebak seperti itu ah".
Syifa:" syukurlah, kita kira ada apa-apa nya". menyenggol tangan Tia
Fazil:" udah ah kalian ini, duluan aja sana".
Syifa:" gimana kia? kamu mau ngobrol dulu sama Fazil?".
__ADS_1
Askia:" emang kamu mau ngomong apa, kalau boleh kita bicara disini saja, karena tidak mungkin kita ngobrol berduaan". menatap wajah Fazil
Fazil:" tapi kia, aku ingin berbicara sama kamu aja, ini penting".
...****************...
Fazil meyakini Askia bahwa dia serius ingin membicarakan hal yang patut dibicarakan, Askia menoleh kepada teman-teman nya agar membantu dia memilih, mungkinkah dia harus berbicara berdua dengan nya atau memang tidak. Tapi walau pun Askia menolak, Fazil tetap ngotot untuk berbicara dengan nya dan menghadang jalan Askia serta teman-teman nya.
Fazil:" aku janji cuma sebentar doang deh!". dia membujuk dan meyakini Askia
Askia:( menoleh melihat Syifa dan Tia)
Syifa:" yaudah Kia, kami duduk di sana aja, di bangku taman, kan tidak terlalu jauh, lagi pula di sekolah juga masih ramai".
Askia:" yaudah boleh, tapi cuma 5 menit ya".
Fazil:" yes, kalian cepat pergi sana hus hus..". dengan raut wajah senang dia mengusir Syifa dan Tia
Syifa:" yuk Tia, awas aja kalau macam-macam sama sahabat gue, gue habisin Lo!. mengancam Fazil sambil pergi menjauhi mereka
Fazil:" iya...", gue gak sejahat itu kok".
...****************...
Setelah Syifa dan Tia pergi menjauh, Askia pun bertanya kepada Fazil, obrolan penting seperti apa yang akan dibicarakan dengan nya.
Askia:" eum... kamu mau ngomong apa?".
Fazil:" (menatap wajah Askia sambil tersenyum)".
...****************...
__ADS_1