
...Dimana hari pun mulai petang, Askia yang sedang mengerjakan PR pun selesai. namun Fazil yang telah menantang Askia, benar-benar memenuhi nya, dia pergi ke rumah Askia dengan berpakaian seperti biasanya......
Dengan berani dia menekan bel rumah Askia berkali-kali, karena umi dan Abi nya sedang diatas balai pengajian, maka Askia lah yang membuka pintu rumahnya...
Ting tong... Ting tong...
Askia:" sebentar".menjawab dari dalam rumah, dan membuka pintu.
Begitu terkejutnya Askia saat melihat wajah yang berdiri di depan dirinya itu, melainkan seorang pria yang telah memberi dia tantangan tadi sepulang sekolah, dengan rasa terkejut Askia pun bertanya..
Askia:" iya, siapa ya" sambil membuka pintu rumahnya
Askia:" kamu..."
Fazil:" hai" dengan tersenyum kegirangan
Askia:" kamu ngapain ke sini"
Fazil:" kok gitu sih?, emang gak boleh?"
Askia yang kesal dengan nya menolah dia untuk datang masuk ke dalam rumah.
Askia :" enggak"
Fazil:" loh, emang kenapa ?"
Askia:" pokoknya kamu pulang aja deh"
Fazil:" aku mau ketemu sama Abi Lo, sesuai perkataan gue tadi sepulang sekolah".
Fazil:" Kemana Abi Lo?" sambil celingak celinguk melihat ke dalam rumah Askia
Askia:" apaan sih, gak ada Abi aku udah keluar, Abi aku gak ada di rumah." dengan wajah menunduk dan merasa bersalah karena membohongi Fazil
__ADS_1
Fazil:" masak iya?, gue gak yakin nih dengan wajah Lo yang begini".
Askia:" kamu pulang aja sana". menutup pintu rumah nya
Fazil: " eh eh, tunggu dulu".
Askia:" apa lagi?, udah sih pulang aja".
Fazil:" kalau gak ketemu Abi Lo, gue ingin ketemu umi Lo aja deh".
Askia:" eum umi aku juga udah keluar".
di saat perbincangan mereka berdua terjadi ada seorang ustadz muda yang kebetulan lewat, beliau mau pergi keluar pondok pesantren dari arah samping rumah Askia, ustad ini adalah salah satu guru yang mengajar anak-anak ngaji di pondok pesantren milik Abi Askia, ustadz tersebut tidak sengaja melihat Askia dan Fazil yang sedang berbincang-bincang. Namun, karena tingkah aneh Askia yang ingin menutup pintu rumah dan menolak menerima tamu akhirnya mengundang perhatian ustadz tersebut menghampiri mereka.
Askia:" udah kamu pulang sana, aku mau masuk".
sambil menggerakkan pintu.
namun pintunya di hadang oleh Fazil..
Fazil:" enggak akan sebelum gue masuk kerumah Lo".
ustad amar:" Assalamualaikum".
Askia:"waalaikum salam". terkejut
ustadz amar:" ini ada apa?, kenapa Askia menutup pintu dan tidak menerima tamu?, perlu dengan siapa kamu wahai anak muda?".
Fazil ingin menjawab namun terpotong dengan suara Askia yang berbicara.
Fazil:" gue mau jumpa..."
Askia:" gak ustadz, dia salah alamat".
__ADS_1
Fazil:" gue salah alamat?".
ustadz amar:" emang mau mencari alamat siapa mungkin dapat saya bantu?".
Fazil:" eh sorry, gue gak salah alamat kok, gue bener mau kesini".
ustadz pun mempertanyakan kebenarannya dengan memperhatikan pakaian Fazil yang seperti preman itu, dengan heran dan ingin tau maksud serta tujuannya ke pondok pesantren.
ustadz:" apa benar Askia?, kamu kenal sama dia?."
Fazil:" ya jelas kenal lah, kita kan satu kelas, iya kan Askia.
ustadz amar:" benar kah seperti itu Askia?."
Askia:" eumm iya ustadz". menunduk kan kepalanya karena merasa malu atas perkataan yang dia keluarkan tadi.
ustad amar akhirnya meluruskan maksud Fazil ke pondok pesantren.
ustadz amar:" ada hal penting apa kamu datang berkunjung ke pondok pesantren? apa mungkin Askia membuat masalah dengan anda?". menoleh ke Askia
Askia :" eh, tidak ustadz, Askia tidak punya masalah apa pun dengan dia." menoleh pula atas fazil
Fazil:" iya gak kok, gue cuma ingin bertemu Abi Askia".
ustadz amar:" syukurlah, emang perlu apa kamu dengan beliau?".
Fazil menjawab dengan sedikit kasar pertanyaan dari ustadz amar.
Fazil:" alah banyak kali omong lo, emang Lo siapa sih?, apa urusan Lo nanya kepentingan gue ke sini?".
ustadz amar:" astagfirullah, saya bertanya dengan baik, supaya saya bisa menyampaikan ke Abi nya Askia beliau kedatangan tamu."
Fazil:" lo gak usah tau, cepat bawa gue langsung ketemu sama Abi Askia".
__ADS_1
Fazil memaksa ustadz untuk membawa diri nya ke pada Abi Jainuddin atau Abi Askia. namun pemaksaan itu pun membuat ustad amar membuat perjanjian dengan nya...
...****************...