Ketulusan Hati Untuk Cinta

Ketulusan Hati Untuk Cinta
timbul banyak pertanyaan


__ADS_3

Fazil:" bisa Abi jelaskan dengan detail biar saya mengerti"..


Fazil pun meminta Abi Jainuddin untuk menjelaskan dengan baik agar dia mengerti dan bisa memahami maksud ucapan beliau itu. dan Abi pun dengan sukarela menjelaskannya.


Abi Jainuddin:" jadi ikhlas itu hal pokok dari segala perilaku manusia, jika hatinya baik maka perilakunya akan baik, akan tetapi apabila hatinya buruk maka akan berakibat buruk terhadap perilaku manusia. nah jika Fazil ingin Abi mengajarkan ngaji, jadi harus ubah dulu sikap perilaku tidak baik yang Fazil lakukan."


fazil berfikir keras atas ucapan Abi Jainuddin, dengan kata lain dia harus menjauhkan segala sesuatu yang dilakukan seperti mabuk, main di club malam, buat onar dijalanan dengan anak motor nya.


Fazil:" haruskah saya mengubah segala nya?"


Abi Jainuddin mengangguk mengiyakan pertanyaan nya


Abi Jainuddin:" jika kamu tidak dapat merubah itu terlebih dahulu, Abi tidak akan mengajarkanmu Fazil, sesuatu yang kita lakukan harus benar-benar kita tekuni, harus benar-benar kita taati, kalau hati masih berpikir untuk hal tidak baik kita ubah sedikit demi sedikit, biar semuanya berkah."


Fazil yang merasa berat untuk melepaskan kegiatan nya sehari-hari itu termenung untuk sesaat, karena baginya untuk mengubah kehidupan yang dijalani sekarang bukanlah hal yang mudah dan dia memang tidak berencana merubah hal itu. dia hanya berniat belajar ngaji saja. disaat Fazil sedang termenung akhirnya Askia pun mengantarkan air kepada Fazil dan Abi. dan membuat Fazil terkejut dengan wajah polos tanpa make up sama sekali yang begitu cantik memanjakan mata ketika kita memandang. sontak menarik perhatian Fazil dimana biasanya Fazil melihat Askia di sekolah berbeda dengan dia di rumah.


...****************...


Askia:" Abi, ini airnya."


Abi Jainuddin:" iya nak, terima kasih".


dalam hati Fazil sangat terkagum dengan keindahan yang dia lihat dari kelakuan Askia.


Fazil:(cantik banget ternyata tanpa riasan apapun, berbeda banget sama ketika di sekolah, ternyata aslinya lebih cantik ya). bergumam dalam hati


Si Askia yang biasanya juga tidak memakai apa-apa ketika ke sekolah itu entah kenapa berbeda di matanya itu, mungkin karena ke Sholehah Askia yang membuatnya tertarik dan cara berpakaian yang tertutup sekali yang membuat dia berbeda.


Askia:" kalau gitu Askia pamit masuk dulu ya bi"

__ADS_1


Abi Jainuddin:" tunggu dulu nak".


Askia merasa tertekan ketika abinya menahan dia untuk masuk kedalam rumah, dalam hatinya takut sekali kalau ada hal yang tidak pantas yang di sampaikan oleh si Fazil.. dan Fazil juga tidak memindahkan matanya melihat Askia dan sedikit heran kenapa Abi nya malah menyuruh Askia menunggu, mungkin kah ada hal yang ingin di sampaikan.


Askia:" aduh kenapa Abi kok malah suruh tunggu dulu, aku takut si Fazil nekat ngomong yang tidak baik ini". bergumam dalam hati nya


Fazil:" kenapa Askia juga ikut di tahan disini ya, ntar gue malah malu pula ini kalau ada hal yang di tanyakan trus gak bisa jawab, kan gue gengsi juga jadinya". gumam ia dalam hati


Askia:" iya ada apa bi, apa ada yang kurang sama teh nya?".


Abi Jainuddin:" tidak nak, Abi cuma mau bertanya, ini beneran Fazil teman sekelas kamu?".


Askia :" eum, iya bi."


Abi Jainuddin:" kalian sering berkomunikasi di sekolah ya?".


Askia:" (duh, apa mungkin Fazil ngomong yang enggak-enggak ya, padahal kan emang jarang juga ngomong sama dia, takut banget aku ini). gumam dalam hati


Askia:" tidak bi, Askia hanya pernah berbicara ketika satu kelompok saja, selebihnya tidak ada".


Abi Jainuddin:" benarkah Fazil?".


Fazil:" eh itu.. eum iya Bi". gugup karena terkejut dengan pertanyaan yang tiba" saja di pertanyakan kepadanya.


Abi Jainuddin:" baiklah Abi mau mekanjutkan berbicara dengan Fazil, kamu masuk saja nak."


Askia:" baik Abi Askia masuk dulu". melangkah pergi


Askia merasa sedikit lega karena mungkin Abi nya hanya sekedar memastikan saja.

__ADS_1


Askia:( untung pertanyaan Abi gak aneh-aneh, kalau enggak habis aku gak tau mu jawab apa). bergumam sambil menepuk jidatnya. tanpa disadari dia berhadapan dengan ibu nya di depan pintu masuk dapur.


umi:" astagfirullah, Askia kamu ini sering kali buat umi terkejut, kamu dari mana kok bawa nampan?, ada tamunya nak?."


Askia:" maaf, umi Askia gak liat, kebetulan ada tamu umi.


umi:" siapa nak?


Askia :" ee itu umi temen Askia".


umi:" perempuan?, kenapa kok Abi nya gak di temenin?".


Askia:" laki-laki umi"


umi:" ada perlu apa dia nak ?


Askia:" Askia juga gak tau umi".


umi melihat anaknya yang sedikit risih ketika menjawab pertanyaan mengenai teman nya itu sedikit merasa aneh karena dia menabrak ibu nya tadi sambil bergumam sendiri sehingga tidak menyadari sang ibu berdiri di pintu dapur, namun karena hal itu pun umi nya mengakhiri pertanyaan kepada putrinya.


umi:" yaudah nanti umi tanya abi saja, umi mau ke dalam kamar dulu sebentar".


Askia:" baik umi".


Askia lagi" dikejutkan dengan pertanyaan yang membuat dia grogi untuk menjawab.


namun dengan begitu dia merasa lega karena umi nya tidak menanyakan hal yang aneh.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2