
Disisi lain Fazil dan Abi Jainuddin masih melanjutkan percakapan mereka...
Abi Jainuddin:" diminum air nya"
Fazil:" ouh baik bi".
Abi Jainuddin:" jadi, gimana, kamu sudah bersedia menerima semua apa yang saya katakan?".
Fazil:" saya pikir dulu Bi"
Abi Jainuddin:" kenapa harus di pikirin? ini kah perbuatan yang baik, seharusnya tidak perlu memikirkan hal lain, karena setiap berbuat baik pasti hasil nya juga baik . tapi itu kembali lagi ke diri sendiri, bagaimana pun itu hak mu, saya tidak memaksa kan."
Fazil:" baik Abi, saya pikirkan dulu beberapa hari ini, nanti saya kembali lagi apa bila memang saya sudah siap dengan segala nya."
Abi Jainuddin:" baiklah saya akan terima segala keputusan kamu". berkata sambil menepuk kecil pundak fazil
Fazil tersenyum dengan kehangatan Abi dan juga Askia dia merasa senang ketika berada dekat dengan mereka...
Fazil:" kalau gtu bi, saya pamit dulu". Salim
__ADS_1
Abi Jainuddin:" baiklah" . memberikan tangan
Fazil melangkah pergi namun tak mengucap salam alhasil Abi Jainuddin mengucapkan salam yg membuat dia terkejut..
Abi Jainuddin:" waalaikum salam".
Fazil:" eh assalamualaikum bi". menggaruk kepala karena malu dan melangkah pergi menjauh
Abi Jainuddin:" waalaikum salam" ada saja dia
sembari pulang Fazil sepanjang jalan memikirkan pembicaraan mereka tadi, dia berpikir ini harus gimana, apa dia benar-benar siap untuk kehilangan kehidupan nya yang sekarang ini, apa mungkin dia untuk meninggalkan segala sesuatu yang dia sukai, gimana dengan club balap nya, bagaimana dengan semua nya, bahkan di rumah pun dia harus seperti apa, mungkin ayah dan ibu nya menerima dia berubah karena selama ini dia hanya bisa membuat onar saja.
mami Fiza:" nak, kamu pulang?"
Fazil:" iya mi".
mami Fiza:" tumben pulang jam segini?, ada sesuatu yang terjadi nak?
Fazil:" eh enggak mi, Fazil hanya kecapean aja, Fazil masuk kamar dulu ya mi. melangkah meninggalkan ibu nya
__ADS_1
mami Fiza:" tumben dia pulang jam segini mungkin ada masalah kali sama temennya, nanti palingan dapat kabar kerumah, hufff... ibu nya menghempaskan nafas panjang karena sudah terlalu lelah dengan sikapnya yang pembuat onar itu.
namun setelah dia masuk kamar ibu nya pergi mengintip ingin melihat apakah anak nya benar baik" saja dan ternyata ketiduran
mami Fiza:" kriet... bunyi suara buka pintu " ouh iya ternyata ketiduran mungkin beneran capek kali yah.. menutup pintu dan merasa lega..
di waktu yang lain umi Askia bertanya ke Abi siapa tamu hari ini, lalu karena sudah mau magrib Abi pun hanya menjawab bahwa itu teman asli yang ingin mengaji. dan umi nya hanya mengangguk saja. Askia yang sedari tadi menunggu Abi dan Fazil selesai bicara akhirnya di panggil Abi untuk ikut serta shalat jamaah...
Abi Jainuddin:" nak ayo shalat berjamaah dulu yuk"
Askia:" iya sebentar Abi". lalu keluar kamar menuju mushalla di pondok pesantren
setelah shalat mereka makan malam bersama di meja makan...
Abi:" Abi mau bicara dengan Askia nanti setelah makan ya, Askia nunggu Abi di ruang tengah ya".
Askia:" baik bi". dalam hatinya berbicara ini pasti masalah Fazil ni, ga ada yang lain yang perlu dibahas sama Abi kecuali yang satu itu.
...****************...
__ADS_1