
Fazil:" jangan bengong dong, cepat bawa gue, kalau gak gue jalan sendiri nanti." sambil menoleh ke kiri Kanan
ustad amar:" astagfirullah, yasudah saya akak bawa kan kamu ketemu Abi, tapi dengan 2 syarat!".
Askia yang mendengar perkataan ustadz amar terkejut, apa maksud nya harus memenuhi 2 persyaratan, sedangkan dia hanya ingin bertemu Abi, sejak kapan ketemu Abi harus memenuhi syarat, apa mungkin dia yang tidak terlalu peduli dengan peraturan pondok pesantren atau kah ustadz amar hanya menguji Fazil. namun walau begitu dia tidak berkata apa-apa.
Fazil:" ya elah, pakai Syarat segala, gue gak mau gak mau".
ustad amar:" kalau anda tidak mau maka saya juga tidak akan membiarkan Anda masuk ke dalam pondok pesantren."
Fazil berpikir keras, kalau dia tidak mengalah maka rencana dia akan gagal untuk ketemu dengan Abi nya Askia. dengan banyak pertimbangan dan akhirnya terpaksa dia harus menurutinya.
ustad amar:" gimana?, kalau gak bisa menuhi syarat maka kamu pulang saja".
Fazil:" eh enak aja maen usir" orang, eum yaudah emang syarat nya apa?".
ustadz amar:" yang pertama kamu harus berbicara dengan sopan, yang kedua berperilaku sopan, gimana kamu sanggup?".
__ADS_1
Fazil:" iya iya gue turutin, yaudah cepat gak usah lama-lama.
ustadz amar:" dan satu lagi, gak usah pakai nada marah-marah".
Fazil:" iya gue tau".
ustadz amar:"Askia kami ke belakang dulu, kamu masuk saja ke dalam".
Askia:" baik ustadz". menoleh ke atas ustadz dan Fazil.
Fazil:" dah Askia, sampai ketemu lagi nanti". mengedipkan mata, dengan isyarat bahwa dia telah berhasil satu langkah dan segera akan menjadi murid Abi nya.
Fazil:" apaan sih semua pada ngeliatin gue kek gitu, apa mungkin pakaian gue ini mereka melihat gue sampai segitunya." bergumam dan menoleh ke pakaian nya.
Saat melihat lihat ke kiri kanan akhirnya sampai di tempat di mana Abi nya Askia selalu duduk untuk beristirahat untuk minum kopi yaitu tempat persinggahan para tamu... yang ada di tengah" pondok pesantren Ar Rahman itu. sesampainya mereka berdua disana Abi nya pun terkejut kedatangan seorang tamu anak muda yang ganteng tapi berpakaian selayaknya preman di jalanan...
ustadz amar:" Assalamu'alaikum, maaf Abi, ini ada seseorang ingin bertemu Abi, dia ini teman nya Askia Bi".
__ADS_1
Fazil:" iya Bi, hallo!, saya temannya Askia". bersalaman
ustadz amar:" kalau begitu saya permisi dulu Bi".
Abi Jainuddin:" iya amar, terima kasih, tolong sekalian suruh Askia untuk membuat air untuk tamu kita".
ustadz amar:" baik Abi". melangkah pergi
Abi Jainuddin: " silahkan duduk".
fazil:" baik".duduk di hadapan Abi Jainuddin
Abi Jainuddin:" apa hal hingga mengundang mu datang ke sini?, apakah anak ku Askia membuat ulah?". menatap wajah Fazil
Fazil:" tidak bi".
Abi Jainuddin:" lantas hal apa juga?".
__ADS_1
Fazil:" ini masalah saya sendiri bi". suara gugup
ternyata yang tadinya berbicara tegas dan marah-marah sekarang ketika menghadapi Abi Jainuddin malah menjadi gugup dan takut salah bicara. ternyata aura Abi Askia membuat Fazil ini menjadi jinak. melihat Fazil yang sedikit gemetar Abi Jainuddin pun sedikit tersenyum. dan melanjutkan berbicara dan meluruskan maksud kedatangan nya untuk berjumpa dengan beliau.