
Flashback
________
" Bang Azril, Azriel izin main sama teman nya Azriel dulu ya, gak apa apa kan bang ?" tanya Azriel yang berusia 10 tahun kepada Abang kembarnya yang juga berusia 10 tahun.
" Hati hati ya Azriel " peringat Azril yang entah kenapa perasaan gak enak saat mendengar Azriel ingin pergi bermain bersama temannya.
" Siap bang Azril, Azriel sayang Abang " ucap Azriel kecil tiba tiba memeluk erat Azril, dan perasaan Azril semakin tidak enak saat merasakan pelukan Azriel seolah olah itu pertanda pelukan terakhir mereka.
( Gak gak, aku gak boleh berfikir yang macam macam, Azriel pasti baik baik saja ) batin Azril meyakinkan perasaannya yang tak karuan sedari Azriel izin untuk keluar.
" Dah Abang kembarnya aku yang ganteng " pamit Azriel tersenyum manis dan melambaikan tangannya.
" Aku harus kasih tau mama dan papa " gumamnya berlari ke arah taman belakang untuk menemui kedua orang tuanya meminta mereka berdua untuk menyusul Azriel yang akan pergi ke taman untuk menemui teman perempuannya yang Azril sendiri tidak tau siapa namanya.
Sesampainya di taman belakang Azril segera menghampiri kedua orangtuanya yang terlihat sedang berbincang masalah pekerjaannya papanya.
" Mama papa " panggil Azril.
" Ada apa sayang ?" tanya Mama nya heran menatap putra sulungnya.
" Ada apa boy, kelihatannya kamu sehabis berlari ?" tanya Papa yang tak kalah heran dengan sikap Azril.
" Mama papa ayo kita susul Azriel ke taman " bukannya menjawab pertanyaan kedua orang tuanya, Azril malah mengajak kedua orang tuanya untuk pergi menyusul kembarannya, membuat kedua orang tuanya mengernyit dan saling pandang seolah bertanya ada apa dengan Azril.
__ADS_1
" Tidak biasanya kamu mau menyusul adik kembar kamu boy ?" tanya Papa.
" Perasaan Azril gak enak mama papa, Azril merasa bahwa akan terjadi sesuatu dengan Azriel, Azril gak mau kalo sampai terjadi apa apa sama Azriel mama papa, ayo kita susul dia " desak Azril menarik lengan kedua orang tuanya.
" Iya iya sayang, sebentar papa ambil kunci mobil dulu, mama sama Azril duluan aja ke depannya, nanti papa susul ya sayang " ucap Papa yang juga merasakan sesuatu yang tidak enak saat mendengar perkataan Azril.
" Cepetan ya pa " tegur Mama khawatir.
______________
Sedangkan di jalan menuju taman, kini Azriel mengayuh sepedanya sambil bernyanyi dan tidak menyadari jika ada truk yang akan melintas di hadapannya, dan tanpa sengaja truk itu menabrak Azriel yang ingin menyebrang jalan.
Tin tin tin
Suara klakson truk yang ingin melintas jalan, sedangkan Azriel belom sempat menghindar dan akhirnya tertabrak.
" Aurel, aku sangat menyayangi mu " gumam Azriel sebelum menutup mata dan menghembuskan nafas terakhirnya.
" Azriel " teriak Mama papa dan Azril histeris saat melihat truk yang sudah menabrak Azriel.
" Mama papa, adik aku kenapa ?" tanya Azril menangis histeris saat melihat tubuh Azriel yang sudah tidak berbentuk lagi.
( Aku gak akan pernah memaafkan orang yang sudah menabrak adik ku, akan ku balas kau dengan berkali kali lipat jika memang adik ku tidak bisa terselamatkan, akan ku hancurkan kalian sampai ke akar akar, dan dia yang sudah membuat adik ku keluar dari rumah, perempuan itu, perempuan itu akan hancur di tangan ku, aku tidak akan pernah memaafkan kau walaupun kau adalah gadis yang di cintai adik ku, aku tidak akan perduli ) Batin Azril kecil mengepal kuat lengannya.
Sedangkan mamanya Azril sudah jatuh pingsan saat melihat putra bungsunya yang sudah banyak mengeluarkan darah dari sekujur tubuhnya, papa nya hanya bisa menangis dan menenangkan Azril yang masih saja menangis dan membawa istri nya ke mobil untuk membawanya ke rumah sakit dan segera mengurus pemakaman Azriel.
__ADS_1
" Pah " panggil Azril menatap ke arah papahnya.
" Ada apa boy " jawab papah
" Papah jangan pernah mengatakan bahwa Azriel anak kedua papah sudah meninggal, aku tidak ingin mereka tau, biarkan saja berjalan dengan semestinya, aku akan mencari tau siapa dalang atas kematian adik ku, dan aku akan mencari tau siapa perempuan yang ingin di temui adik ku " ucap Azril dingin.
Papah nya hanya bisa terdiam mendengar penuturan anak nya yang masih berumur 10 tahun, apalagi dengan nada dingin, dia fikir anak nya hanya meracau tetapi dia juga mendengarkan apa yang di inginkan oleh anak pertamanya.
" Baiklah papah akan lakuin apa yang ingin kau lakukan boy, papah tidak akan memberi tau siapapun, dan para kolega bisnis papah juga tidak ada yang tau jika kalian saudara kembar, selain keluarga besar kita " jawab papahnya berusaha tersenyum.
" Syukurlah jika begitu, aku lega " gumam Azril
__________________________________________
Sedangkan di sisi lain tepatnya di taman, sudah berdiri seorang perempuan yang sangat cantik sambil tersenyum manis menunggu kedatangan sahabat laki lakinya.
" Aku tidak sabar ingin bermain dengannya, aku akan mengungkapkan perasaan ku kepadanya, walaupun aku masih kecil tapi aku tidak akan pernah membiarkan nya pergi dan berpaling ke wanita lain " gumamnya.
" Huh lama sekali sih " gerutunya lagi.
" Kemana Azriel ya, kok sampai sekarang belom nyampe nyampe juga, gak biasanya dia lama seperti ini, dan kenapa perasaan ku juga tidak enak yah, ada apa dengan nya ? semoga tidak terjadi sesuatu dengan nya " gumam perempuan itu yang merasakan tak enak hati sedari tadi dia menunggu kehadiran seseorang yang di tunggu nya, namun sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya.
Flashback off.
( Bersambung )
__ADS_1