King & Queen Mafia

King & Queen Mafia
KQM_eps 22


__ADS_3

" Kau, kau tidak mungkin " teriak Aurel histeris.


" Apa yang tidak mungkin hem ?" tanya orang itu lembut tapi dengan tatapan menghunus.


" Kalian semua fokus lah " tegur orang itu dingin untuk mengalihkan perhatian Arkan dkk, dan Angel dkk, terkecuali Arkan yang masih melihat ke arahnya.


" Huft " orang itu pun menghela nafas dan berjalan ke arah Arkan, mereka semua mengalihkan pandangannya ke arah langkah orang itu melangkah.


" huh bukannya fokus dengan tujuan mereka malah fokus melihat langkah ku " batinnya.


Cup, tanpa basa basi orang itu mengecup lembut bibir Arkan dan membisikkan sesuatu.


" Fokuslah sayang, kalau kamu tidak fokus aku jamin kamu tidak akan pernah bisa mendapatkan kecupanku lagi " bisik nya membuat Arkan tersentak.


" Kalian semua serang " perintah Arkan tegas.


" Apanya yang di serang Arkan, orang mereka semua aja sudah mati terkapar, palingan tuh tinggal nenek sihir aja lagi yang kita beresin " celetuk Andhra jengah.


" Kalian semua jangan mendekat " tegur Aurel yang langsung menyandra Vira dengan sebuah pistol yang berada di kening Vira, membuat mereka menjadi tegang.


" Kalian pergilah, jangan hiraukan gue " ucap Vira dingin.


" Dan lagi, kalian tidak berhak beurusan dengan Aurel apalagi untuk memusnahkan nya, kalian mimpi " bentak Vira lagi membuat Aurel tersenyum puas.


" Vir, lu sadar gak apa yang lu omongin hah, kita itu mau bantuin lu dan Azril, apa apa an lu dengan seenaknya berpihak kepadanya " bentak Angel tidak terima.


" Lo bodoh Vir " teriak Vina marah.


" Haha haha kalian semua dengarkan apa katanya, jadi menyingkirlah " ucap Aurel tersenyum puas, dia mengira Vira berpihak kepadanya.


Orang itu yang melihat sandiwara Vira hanya bisa menghela nafas dan membuang nya dengan kasar.


" Kalau mau bersandiwara itu harusnya dengan cara yang paling sempurna, bukan dengan cara seperti itu, anak kecil aja tau kalau lu lagi bersandiwara, hanya orang bodohlah yang tidak tau " celetuknya santai.


" Tuh lu tau hehehe " jawab Vira terkekeh geli.


" Maksud lu ?" tanya Aurel bodoh.


" Lu bodoh " jawab Vira tegas dengan tiba tiba memilintintir lengannya dan menghempas kuat tubuh Aurel hingga menggelinding ke arah orang itu.


" Thanks " ucapnya tanpa menatap Vira.


" Sama sama " jawab Vira tersenyum menyeringai.


( Gue sama sekali gak ngerti ) batin Angel


( Kenapa rasanya kepala gue serasa berputar yah ) celetuk Lida membatin.


( Kok gue ngerasa bodoh ) batin Vina.


( Gue rasa seperti gue bukan salah satu dari mafia Prince of Darkness, tidak mungkin kan seorang mafia bodoh ) batin Andhra.


( Astaga, kemana hilangnya sikap dingin dan datar gue, kenapa gue malah jadi ikutan bodoh seperti ini sih ) batin Reyhan.

__ADS_1


( Terserah ) batin Ray.


" Jangan bicara dengan arwah " tegur orang itu dingin.


" Hah " jawab mereka semua seperti orang linglung.


" Bodoh " ucap Vira tersenyum miring di ikuti senyuman menyeringai dari orang itu.


" Bagusnya kita apain nieh ?" tanya Orang itu menatap Vira yang berjalan ke arahnya.


" Kalian jangan macam macam " bentak Aurel menatap tajam mereka berdua.


" Kita hanya semacam saja kok " ucap Vira masih dengan senyum miring.


" Seperti nya kalau kita copot ****** nya bagaimana hem ?" tanya orang itu lagi.


" Ah itu kedengarannya tidak terlalu buruk, apalagi kan ****** nya itu udah ngakang sana sini " jawab Vira.


" Jangan macam macam, gue bilang jangan macam macam " teriak Aurel histeris.


" Dimana kau sembunyikan Azril ?" tanya Vira dingin tidak menghiraukan teriakan Aurel.


" Gue tidak akan memberi tahu kalian " jawab Aurel tersenyum sinis.


" Gue tanya sekali lagi, dimana lu sembunyikan Azril ?" tanya Vira membentak.


" Sampai mati pun gue tidak akan memberi tahu kalian " jawab Aurel bersikeras.


Srek Vira menggores paha mulus Aurel dengan pisau lipat yang sudah berkarat.


" Auh " lenguh Aurel menahan perih.


" Masih tidak ingin memberi tahu hem ?" tanya Vira lagi.


" Gak " jawab Aurel dingin.


" Baiklah baiklah " ucap Vira memainkan pisau lipatnya dan juga gunting yang berada di tangan kirinya.


Tak


tak


tak


tak


tak


tak


tak


tak

__ADS_1


tak


tak


" Hentikan " teriak Aurel keras karena dia merasakan sakit yang teramat dari kedua belah lengannya yang di potong Vira satu persatu jarinya.


" Gue tidak akan berhenti sampai lu memberi tahu dimana lu menyembunyikan Azril " bentak Vira lagi.


Mereka semua hanya memandang Vira datar tanpa berkomentar.


" Kenapa kalian diam, cepat berpencar cari teman kalian " bentak Orang itu menyadarkan Arkan dkk dan Angel dkk.


Hahahaha hahaha hahaha, tiba tiba saja Aurel tertawa lepas bahkan tawanya memenuhi ruangan gedung.


" Kalian tidak akan pernah bisa menemukannya, karena dia sudah gue sekap di persembunyian yang berada di gedung ini, mungkin kurang dari 10 menit gedung ini akan meledak dan terbakar hahaha " ucap Aurel tertawa lepas.


" Bang**** " maki Vira.


Tiba tiba saja kepala Aurel sudah terlepas dari badannya, Arkan dkk dan Vira dkk berlari mencari tempat dimana Azril di sekap.


" Azril " teriak Arkan.


" Azril lu dimana ?" teriak Ray.


" Waktu kita semakin menipis " ucap Andhra.


" Sebentar gue mendengar ada suara dari balik sana " ucap Rey menunjuk lorong yang berada jauh dari hadapan mereka.


" Apa kau yakin ?" tanya Andhra tidak yakin.


" Ayo kita lihat " ucap Ray melangkah di ikuti mereka semua.


" Azril " teriak mereka semua.


" Gue di sini, tolongin gue " teriak suara dari dalam lorong.


" Benar itu Azril " ucap Angel.


" Bagaimana cara bukanya ?" tanya Andhra.


" Minggir " ucap salah satu di antara mereka.


Mereka semua yang melihat orang itu memasang ancang ancang hanya bisa menyingkir dan BRUK tiba tiba saja pintu sudah terbuka dengan luasnya.


" Azril " kaget mereka semua saat melihat Azril yang tergantung di atas dengan tali rantai yang berada di kedua lengan nya, serta luka luka cambuk yang berada di seluruh tubuhnya, bahkan sekarang bajunya penuh dengan sobekan sobekan cambuk.


" Kalian, syukurlah " ucap Azril tersenyum lega dan.


" Azril bertahanlah " ucap Vira berlari ke arah Azril yang sudah menutup kedua matanya dengan keadaan masih tergantung.


___________


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2