King & Queen Mafia

King & Queen Mafia
KQM_Eps 25


__ADS_3

Di tempat lain di waktu yang sama.


__________________________________________


Di kediaman Alexander duduk seorang pria paruh baya dengan menggunakan kursi roda menghadap ke arah jendela yang mengarah tepat pada taman halaman nan begitu indah dan terawat, pria paruh baya itu hanya bisa menatap betapa indahnya pemandangan yang di lihat nya, tidak seperti dirinya yang sudah berumur, bahkan di sisa hidupnya hanya bisa merasakan penyesalan penyesalan yang selama ini dia rasakan.


Sudah enam tahun saat kejadian dimana dia mengetahui semuanya dan sudah enam tahun pula dimana dia mengetahui semua bukti bukti tragedi beberapa belas tahun yang lalu, dimana istri tercinta nya menghembuskan nafas terakhirnya, dan dengan begitu bodohnya dia mempercayai orang lain ketimbang anak kandungnya, darah dagingnya sendiri, betapa bodoh nya dia saat itu tidak menyelidiki semuanya, bahkan dengan sangat bodoh nya dia menampung pembunuh istri nya, dan menikahi nya dengan alasan agar anak anak nya memiliki ibu sambung, jika di ingat kembali bed*bah dengan kata ibu sambung.


Dan sudah lima tahun berlalu dia merasa di hantuin oleh bayang bayang putri nya membuat semua bayang bayang yang di perbuat nya di masa lalu semakin terlihat jelas betapa kejam nya dia menjadi seorang ayah, betapa tega dirinya mengusir anak kandungnya sendiri, dan betapa bodohnya dirinya.


" B*d*h b*d*h b*d*h b*d*h " gumam pria paruh baya itu memukul kepalanya sendiri.


Ting terdengar bunyi pesan masuk dari handphonenya.


" Siapa yang mengirim pesan ?" gumam nya.


Dengan segera dia mengambil handphonenya dan melihat pesan masuk dari aplikasi WhatsApp nya, terlihat sebuah video yang dikirim kan oleh seseorang, tidak bukan dari seseorang tapi dari salah satu sahabat putra nya, tertera nama 'Andhra' sang pengirim video.


" Apa yang bocah itu kirim ?" gumam nya tersenyum tipis.


Dengan perasaan yang sangat penasaran pria paruh baya itu mengunduh pesan video yang baru saja di kirim Andhra, dan membuka nya.


Pada awalnya dia hanya biasa saja dan tidak mengenali siapa perempuan yang duduk di tengah tengah putra nya karena terlihat sangat sangat cantik namun memiliki aura yang sangat kuat, tapi pria paruh baya itu sangat familiar dengan suara perempuan yang di dengar nya.


" Mungkin hanya perasaan ku saja " ucapannya lirih dan menepis semua perkiraan yang tiba tiba terlintas dari pikiran nya.


Namun semakin orang itu menepis, semakin membuat dirinya penasaran.


" Azura ?" gumam orang itu yang tak lain adalah Roy Jordan Alexander.


" Ya Allah, dia benar benar Azura putri ku " ucap nya tanpa sadar meneteskan air mata.


" Maaf putriku, maafin Daddy. Daddy salah Daddy memang bersalah, andai saja waktu kejadian itu Daddy tidak mendengarkan dan mempercayai siluman ular itu pasti keluarga kita tidak akan pernah seperti ini, Daddy bersalah Azura, maaf maaf Daddy minta maaf " ucap Roy histeris dan menjatuhkan dirinya dari kursi roda, membuat semua perawat yang baru saja masuk ke kamarnya sangat terkejut.


" Tuan besar " teriak mereka serentak.


" Kalian, tolong hubungi putra ku, bilang ke mereka berdua aku ingin bertemu dengan putri ku, bawa dia kemari segera, aku mohon hiks hiks hiks " tangis Roy pecah.


~ Kasihan sekali tuan besar .


~ Pasti tuan sangat sangat menyesal.

__ADS_1


~ Semoga nona muda mau memaafkan tuan besar, sungguh malang nasib tuan besar.


~ Semoga keluarga tuan besar kembali berkumpul.


" Baik tuan segera saya hubungi " ucap salah satu perawat di antara mereka berempat.


_______________________________________________


Sedangkan di tempat Azura dkk, dan Arkan dkk.


" Bang, handphone lo bunyi " tegur Reyhan cuek, Rayhan dengan segera mengambil handphonenya yang berada di atas meja.


" Daddy ?" gumam Rayhan pelan.


" Daddy bang ." tanya Rey yang mendengar gumaman Rayhan walaupun pelan, karena sedari tadi Reyhan memperhatikan mimik wajah Rayhan dan mengerti maksud dari ucapan yang keluar dari bibir Rayhan walaupun Rayhan bergumam pelan dan hampir tidak terdengar.


" Lo ?" tanya Rayhan dingin.


" Gue cuman nebak " jawab Reyhan tak kalah dingin.


" Angkat aja bang " dengan nada yang tak kalah dingin nya Azura ikut nyambung pembicaraan antara kedua abang nya.


" Em " jawab Rayhan mengangguk.


📞 Maaf tuan muda Ray mengganggu waktu anda.


📞 Tidak masalah, to the point !!


📞 Begini tuan muda Ray, tuan besar Roy memerintahkan saya untuk mengatakan kepada tuan muda Ray dan tuan muda Rey untuk membawa nona muda Azura ke rumah utama Alexander, apakah bisa ? Tuan besar sedari tadi menangis tanpa henti dan menyalahkan dirinya terus menerus.


📞 Baik, saya usahakan, bilang ke Daddy jangan terlalu banyak pikiran, kami berdua janji akan membawa Azura ke hadapannya.


📞Baik tuan muda terimakasih.


📞 Hem.


Tut


tut


tut

__ADS_1


" Hem " dehem Azura cuek.


" Princess " panggil Rayhan menatap sendu ke arah Azura yang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.


" Gue tau apa yang kalian bicarakan " ucap Azura cepat tanpa ingin mendengarkan kelanjutan dari apa yang ingin di sampaikan Rayhan kepadanya.


" Jadi ?" tanya Reyhan deg deg an begitu pun Rayhan dan yang lainnya.


" Gue " ucap Azura menggantungkan ucapannya.


" Hem gue ?" tanya Rayhan dan Reyhan berbarengan.


" Gue " ucap Azura lagi.


" Gak usah bercanda Azura " celetuk Angel geregetan dibalas anggukan kepala oleh yang lain nya.


" Oke oke, gue mau " ucap Azura finis.


" Beneran princess ?" tanya Rayhan dan Reyhan berbarengan.


" Em " jawab Azura mengangguk dan tersenyum tipis.


" Yeay " teriak mereka semua termasuk Arkan.


" Apa an sih kalian semua, kamu juga kenapa ikut ikutan ?" ketus Azura.


" Hehehehe " ucap mereka semua cengengesan.


" Tau ah gelap " ketus Azura dingin lalu pergi meninggalkan mereka semua yang masih saja menampilkan wajah cengengesan.


" Wah ngambek tu anak " celetuk Vira.


" Kalian sih " ketus Arkan.


" Lo juga ikutan kali b*g* " jawab mereka serentak dan terkekeh.


" Terserah lo pada, gue cabut nyusul dia " ucap Arkan dingin.


" B I L A N G A J A L O M A U B E R D U A A N " teriak Angel dkk- Azura dan Rayhan dkk- Arkan.


______________

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2