
" Itu mereka berdua, akhirnya keluar juga huh " celetuk Vina membuat mereka semua menoleh ke arah pandangan yang di maksud Vina.
" Sini princess " tegas Rayhan menepuk kursi kosong di sampingnya.
Reyhan yang melihat Ray duduk di kursi yang agak panjang menyusulnya, jadilah Azura duduk di tengah tengah antara mereka berdua.
" Abang gak kangen gue ?" tanya Azura lirih.
" Siapa bilang " jawab Rayhan masih dengan ekspresi datar begitupun Reyhan.
__ADS_1
" Abang gue kangen " seru Azura meneteskan air mata dan menunduk karena tidak mendapatkan respon kedua Abang nya itu.
Rayhan menghela nafas dan dengan segera memeluk erat Azura, di balas Azura.
" Lo kemana aja beberapa tahun ini hem ?" tanya Rayhan lembut mengusap punggung belakang Azura.
" Maafin gue bang, gue salah, harusnya waktu itu gue gak pergi ninggalin kalian dengan identitas kematian palsu gue, tapi saat itu suasana nya sangat genting, jadi gue merencanakan ini semua di bantu oleh beberapa Mafioso bayangan, sekali lagi maafin gue bang Ray " jelas Azura lirih.
" Tidak bang Rey " jawab Azura cepat dan melepaskan pelukannya dari Rayhan.
__ADS_1
Ray menatap sinis Rey yang tersenyum lebar karena sekarang dirinya lah yang di peluk Azura.
" Terus ?" tanya Reyhan mengusap pucuk kepala Azura lembut.
" Gue udah maafin Daddy, hanya saja waktu itu gue masih belum ingin bertemu dengannya, perlu waktu cukup lama buat gue untuk ngelupain dan mengikhlaskan kejadian di masa lalu gue bang, Abang sendiri tau bagaimana tersiksa nya gue, gue yang masih sangat kecil di usir Daddy dari rumah tanpa ingin mendengarkan penjelasan gue dan mencari kebenaran nya, bahkan Daddy sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasan gue, padahal kalian kan tau kalo Daddy kita bukan orang bodoh, bagaimana pun juga seharusnya dia tau tidak akan mungkin anak yang usianya masih belia membunuh mommy nya sendiri, apalagi mommy kesayangan nya sendiri, tidak mungkin kan, tapi Daddy malah percaya dengan dua manusia ular itu, kalian berdua pun juga tau bagaimana kehidupan gue saat berada di negara orang, dan bagaimana susahnya hidup gue yang masih kecil, gue ngelawan kejamnya dunia gue sewaktu kecil, bahkan dengan sangat senang nya mereka yang sudah fitnah gue dengan kejamnya bersenang senang di atas penderitaan kehidupan yang gue jalani, bertahun tahun gue mencari bukti kebenaran atas kematian Mommy, bertahun tahun juga gue mengasah kemampuan gue, dan bertahun tahun gue belajar agar diri gue di lihat hebat oleh semua orang yang berada di dunia ini, seandainya kalian berdua di posisi gue, pasti kalian melakukan hal yang sama seperti apa yang gue lakuin sekarang ini, gue tau apa yang gue lakuin beberapa tahun ini adalah kesalahan gue yang dengan beraninya membuat kalian hancur, merasa kehilangan dan ngerasa sangat frustasi karena gue, gue hanya bisa meminta maaf dengan kalian semua, maaf cara gue menghindar dari kalian sangat keterlaluan, maaf cara gue untuk membuat Daddy menyesal sangat kurang ajar, tapi inilah jalan gue untuk menenangkan diri gue yang sangat sangat hancur pada saat itu, kalian boleh bilang gue egois, kalian juga boleh memakai gue dengan kata kata kasar kalian, yang gue lakuin sekarang hanyalah meminta maaf kepada kalian semua " ucap Azura panjang lebar.
Mereka semua tidak menyadari jika saat ini Azura tengah menangis, karena mereka hanyut dengan pikiran mereka masing masing, Arkan pun ikut terhanyut dengan pikirannya, entah apa yang di pikirkan nya sekarang.
Tanpa mereka sadari, salah satu di antara mereka ada yang merekam percakapan di antara Ray, Rey dan Azura, lalu mengirimkan nya ke Roy yang sekarang berada di rumah pribadinya dengan perawat yang stand by 24 jam berada di samping nya.
__ADS_1
_____________
Bersambung