King & Queen Mafia

King & Queen Mafia
KQM_Eps 23


__ADS_3

" Azril gue mohon bertahanlah " tangis Vira.


" Vira, biarin gue bawa Azril ke mobil, waktu kita tidak banyak " ucap Rayhan dingin.


" Em " angguk Vira pasrah.


" Kalian semua cepatlah, waktu kita tersisa 3 menit lagi " perintah Angel khawatir.


" Ayo " ucap Rayhan yang sudah berhasil membawa Azril kedalam gendongan nya.


" Em " jawab mereka semua mengangguk.


" Apa bisa lebih cepat lagi ?" tanya Vina.


" Biar gue bantu bang " ucap Reyhan dengan segera membantu memegang tubuh Azril.


Mereka semua berjalan cepat menuju pintu keluar dari bangunan itu.


" Lewat sini lebih cepat " perintah orang itu di ikuti mereka semua.


" Sebentar lagi helikopter datang untuk memberi kita bantuan " ucapannya lagi.


Tidak seberapa lama helikopter yang di bicarakan sudah tiba dan tepat berada di hadapan mereka, membuat mereka mempercepat langkah untuk segera pergi dari bangunan tua itu.


" Kalian naiklah " perintah orang itu setelah sampai di depan helikopter.


Mereka semua mengangguk dan dengan segera masuk kedalam helikopter dengan Rayhan yang duduk di samping Angel, Reyhan duduk di samping Lida, Andhra duduk di samping Vina, Azril duduk di samping Vira, sedangkan Arkan masih duduk sendiri di tempat duduknya dengan sesekali melirik ke arah orang itu yang lagi sibuk dengan para anak buahnya.


Orang itu sebenernya tau bahwa sedari tadi Arkan terus melihat kearahnya dan memperhatikan nya, namun tidak di hiraukan nya, tidak berapa lama mereka masuk ke dalam helikopter tiba tiba terdengar suara ledakan yang berasal dari bangunan tua tempat penyekapan Azril.


" Vira, bantu Azril untuk keruang medis " perintah orang itu di balas anggukan kepala Vira dan dengan segera Vira memapah Azril untuk masuk ke ruang medis.


Orang itu pun berjalan ke arah kamar pribadinya.


" Huft hari yang melelahkan, entah apa yang terjadi di esok hari " gumamnya.


Tidak seberapa lama terdengar suara pintu kamar pribadinya di ketuk.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Tok


Orang itu berjalan ke arah pintu dan membuka pintu dengan ekspresi muka datar, setelah pintu terbuka terlihat jelas seorang pria tampan yang berada di balik pintu menatap orang itu dengan tatapan dingin dan sulit di artikan.


" Ada apa ? apa ada yang bisa aku bantu ?" tanya orang itu.


Tanpa menjawab pertanyaan orang itu, Laki laki itu tiba tiba mendorong orang itu masuk ke dalam dan menutup pintu kamar nya dengan rapat jangan lupakan laki laki itu juga mengunci pintunya dan menekan tombol yang berada di sisi pintu, tombol itu adalah tombol kedap suara sehingga apa yang terjadi di dalam tidak terdengar sampai keluar.


" Hei kamu mau ngapain Arkan ?" tanya orang itu gugup dan terus berjalan mundur.


" Aku gak ngapa ngapain " jawabannya santai dan terus berjalan mendekati orang itu.


Saat sudah berada di hadapan orang itu Arkan menatap dengan tatapan rindu, marah dan sulit di artikan membuat orang itu semakin gugup.


" Kamu kenapa hem ?" tanya Arkan lembut dan membelai lembut wajah orang itu.


" Aku aku, aku memangnya kenapa ?" tanya balik orang itu dengan gugup.


" Kamu kemana saja lima tahun ini Bee, kamu tau seberapa frustasi nya aku hem ?" tanya Arkan lembut dengan tatapan mata yang sudah berkaca-kaca.


" Bukan hanya frustasi, aku hampir saja membunuh diriku hanya untuk menyusul kamu yang kabarnya kamu udah gak bisa di tolong lagi, kamu tahu bahkan saat itu aku belom sama sekali mengungkapkan perasaanku " ucap Arkan menjelaskan.


" Maaf " ucap orang itu masih menunduk.


" Hei lihat aku, kenapa kamu terus menunduk ? apakah di bawah sana lebih tampan dari pada aku, atau apakah di bawah dia lebih " ucap Arkan terpotong.


" Hei " potong orang itu.


" Queena " panggil Arkan lirih.


" Hem " jawab Queena menatap Arkan.


Yaps orang itu adalah Queena, tapi Author mau ganti namanya seperti awal ya guys ( Azura ).


Lama mereka bertatapan, Arkan menatap dalam netra mata Azura begitu juga Azura yang menatap dalam mata Arkan, mereka berdua sama sama hanyut dan terbawa suasana.


Arkan berjalan mendekati Azura dan meraih pinggang ramping Azura, sedetik kemudian bibir mereka berdua sama sama menyatu, Azura memejamkan kedua matanya dan merasakan Arkan mencium nya dengan sangat lembut tanpa sadar Azura membalas ciuman Arkan, Arkan yang merasakan balasan Azura semakin memperdalam ciumannya.

__ADS_1


Di dalam kamar pribadi Azura hanya terdengar suara decapan yang keluar dari kedua bibir Arkan dan Azura, mereka berdua tidak menyadari jika Angel dkk dan Rayhan dkk menunggu Azura untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi padanya lima tahun yang lalu.


" Mereka berdua kok lama sekali ?" tanya Angel menahan rasa kesalnya.


" Memangnya apa yang mereka lakukan di dalam sana, kenapa mereka tidak keluar keluar " celetuk Vina tak sabar.


" Sayang, mungkin Arkan melepas rindu, bersabar lah " ucap Andhra memberi pengertian di balas anggukan kepala.


" Bang Ray " tegur Rey menatap Rayhan yang juga menatap nya.


" Percayalah tidak akan terjadi apa apa " arti tatapan Rayhan kepada Reyhan.


" Em " balas Reyhan mengangguk.


Kamar pribadi Azura.


" Bee boleh kah ?" tanya Arkan dengan suara beratnya.


" Tidak sayang, kita berdua belom menikah, bersabar lah demi aku " tolak Azura lembut.


" Tapi aku menginginkan nya " ucap Arkan merengek seperti anak kecil.


" Tidak tidak, apa kamu tidak menyayangi ku hem ?" tanya Azura cuek.


" Tidak, tentu saja aku sangat sangat menyayangi mu, baiklah baiklah aku tidak akan memintanya, tapi mau kah kamu menikah dengan ku ?" jawab Arkan dan bertanya.


" Tidak " jawab Azura cuek.


" Aku tidak menerima penolakan bee " ucap Arkan menyeringai.


" Terserah " ucap Azura datar dan berdiri dari posisi rebahan nya untuk membenarkan pakaian nya yang berantakan dan baju nya yang sudah terlepas.


( Lihat saja, sampai kapan kamu akan bertahan Bee ) batin Arkan menyeringai.


( Cih ) batin Azura mendengar batin Arkan.


" Ayo keluar, aku yakin mereka semua pasti akan mewawancarai ku " ucap Azura menghela nafas panjang.


" Siapa suruh kamu menghilang pakai acara memalsukan kematian lagi " celetuk Arkan mengejek.


" Ah kamu nyebelin " ucap Azura merajuk dan meninggalkan Arkan yang masih berada di dalam kamarnya.

__ADS_1


_____________


Bersambung


__ADS_2