
Sudah 25 menit Vira menunggu kedatangan para sahabatnya namun belom juga terlihat batang hidung mereka membuat Vira sangat kesal dengan sahabatnya, Vira sungguh tidak sabar untuk memberikan kabar yang baru saja dia terima dari orang misterius itu.
" Huh mereka pada kemana sih, masa iya belom ada yang nyampe satu orang pun, kan lokasi mereka berbeda, gak mungkin kan kalau mereka janjian buat datang telat dan buat gue kesal kayak gini, awas aja kalian kalau sampai sepuluh menit kalian belom juga sampai, jangan harap gue mau ngomong sama kalian semua, ih bikin mood gue tambah hancur kan jadinya " ucap Vira mengomel sendiri membuat para maid yang melihat tingkah majikannya itu menggeleng dan sangat gemas saat kesal seperti sekarang ini.
" Oke sudah 5 menit berlalu, jangan salahkan gue kalo gue ngambek sama kalian semu.... " Omelan Vira terhenti saat mendengar suara klakson mobil yang bersahutan.
" Pasti itu mereka, ih berisik banget sih kan bisa cuman satu mobil yang mencet klakson, gak usah semuanya juga , dasar mereka ini minta di telan hidup hidup " gerutu Vira dan bergegas membukakan pintu gerbang.
Mobil para sahabatnya pun berjejer masuk ke halaman mansion Vira, namun berbeda dengan Vira yang memasang muka cemberut membuat para sahabatnya mengernyit bingung.
" Lo kenapa cemberut Vira ?" tanya Vina polos membuat Vira tambah kesal.
" Loh kok malah tambah kesal gitu ?" tanya Angel yang juga heran.
" Mau gue makan hidup hidup kalian semua hah " kesal Vira.
" Gue kayak gini itu karena gue kesal sama lo lo pada " jawab Vira cuek menunjuk mereka satu persatu.
__ADS_1
" Kesal sama kita ?" tanya Andhra, Rayhan, Reyhan, Vina, Angel dan Lida berbarengan berbeda dengan Arkan, dia hanya diam dan cuek sambil mendengarkan percakapan para sahabatnya tanpa berminat ikut berkomentar.
" Hem, gue udah lama nungguin kalian, tapi kalian malah gak ada yang dateng tepat waktu lagi, harusnya kan ada salah satu dari kalian yang datang duluan, ini malah semuanya datang telat bikin mood gue yang tadi nya senang malah bad mood " ucap Vira panjang lebar masih dengan wajah cemberut nya.
" Oh " jawab mereka berbarengan menahan tawa karena tingkah lucu Vira yang menggemaskan jika sedang cemberut.
" Kok kalian pada jawab oh doang sih, gue kan udah capek capek jelasin panjang kali lebar dengan kalian semua, eh jawabannya hanya oh doang, ngeselin banget lo pada " ucap Vira cemberut dan berlalu pergi meninggalkan mereka semua yang terbengong, beberapa detik kemudian mereka tersadar karena mendengar deheman keras dari Arkan.
Mereka semua serentak menatap ke arah Arkan yang memberikan tatapan dingin dan menyiratkan perintah masuk kepada mereka semua, mau tak mau mereka mengangguk dan menyusul Arkan yang sudah terlebih dahulu masuk.
" Semakin hari semakin dingin aja Arkan " celetuk Andhra menggeleng.
" Hem " tegur Arkan menatap mereka semua dengan tatapan dingin.
" Eh sorry Arkan gue hanya bercanda doang " ucap Andhra cengengesan.
" Sensi amat om " celetuk Lida terkekeh.
__ADS_1
Sesampainya mereka di ruang tamu, Arkan mulai membuka percakapan.
" Apa yang ingin lo sampaikan ?" tanya Arkan dingin tanpa melihat ke arah Vira karena Arkan sangat menjaga pandangannya dari perempuan lain setelah dia menyadari jika dirinya sangat mencintai Queenna.
" Em oke gue akan ngomong dari awal sampai akhir, tapi kalian jangan ada yang memotong ucapan gue " ucap Vira yang berubah menjadi serius.
" Jangan bertele-tele karena gue tidak suka " ucap Ray dingin.
" Gue pun juga seperti itu " balas Vira tak kalah dinginnya.
" Lanjutkan Vira " perintah Angel yang mulai serius.
" Oke dengerin gue, ingat jangan ada yang memotong oke !!" peringat Vira menatap mereka satu persatu.
Andhra, Rayhan, Reyhan, Angel, Lida dan Vina mengangguk begitu juga dengan Arkan.
" Saat dari kampus gue memutuskan untuk langsung pulang dan setelah itu gue ngelamun di balkon kamar gue, saat gue melamun dan memikirkan Azril tiba tiba saja ada suara seseorang yang meneriaki gue dari bawah, dia bilang sama gue begini...
__ADS_1
( Bersambung )