KISAH CINTA AKU DAN BOSS

KISAH CINTA AKU DAN BOSS
BAB 3.DITOLAK PADA LAMARAN PERTAMA


__ADS_3

 


Sekar bangun pagi", mandi, sarapan dan langsung pamit sama bokap nyokap pergi kerumah Lala yang sebenernya itu bohong. Sekar nggak tau lagi harus gimana supaya bisa keluar rumah tanpa dicurigai sama orang rumah, gue nyari" alasan dan bikap nyokap percaya. Sekar udah bilang sama adeknya kalau dia sebenarnya pergi ke perusahaan permen yang disarankan sama adek nya dan adeknya janji gak bakal bilang sama bokap nyokap.


Gue naik angkot yang searah ke perusahaan dan diangkot gerahnya minta ampun. Dan tibalah gue di kantor perusahaan pembuat permen ini.


 


Sudah setengah jam Sekar menunggu sang atasan yang katanya sedang keluar untuk makan siang. Namun sampai punggungnya sakit begini, sang atasan belum datang juga. Sekar ingin bertanya pada orang yang lewat tapi sepertinya semua terlihat sibuk dengan tugas masing".


 


Karena memang tak punya pilihan lain maka Sekar pun memutuskan untuk sabar menunggu. Mungkin tidak lama lagi yang dutunggu akan segera datang.


Setengah jam kemudian, seseorang menghampirinya. Sekar yang sudah tampak lesu mirip dengan orang kelaparan.


 


"mm..Sekar valesya?" tegur orang yang berada di hadapan Sekar.


 


Sekar mendongakkan kepalanya. Didepannya sekarang ada cowok berwajah datar yang sedang sibuk memakan roti yang dipegannya. Dia memakai kaos polos warna hitam, celana kolor warna hijau dan memakai sendal jepit.


"ikuti saya." suruhnya.


Sekar pun langsung berdiri dan mengikuti cowok didepannya yang bertampang sok asik membawanya kesebuah ruangan.


"Silakan duduk disitu. Anda mau minum apa kopi, air putih, teh apa sirup?" tanyanya.


"emm.. sirup aja deh, pak."


Kepala cowok itu mengangguk dan langsung melihat keluar." gas...gas.. bikinin sirup buat tamu!"


Sekar yang terlihat sedikit kaget karena suara cowok didepannya yang seperti toa masjid pun laangsung tegak.


 


tidak lama kemudian yang ditunggu pun tiba seorang cowok berwajah biasa membawakan dua gelas sirup rasa stoberi kemudian ditaruh di atas meja." Ini pak sirupnya."


 

__ADS_1


" Oke kamu boleh pergi." ucap cowok di depan Sekar.


" Saya sudah baca riwayat kamu disini kamu masih jadi mahasiswa?"


Sekar mengangguk." Iya pak semester empat."


Cowok itu mengangguk lambat. Dia lalu menghabiskan roti yang ada di tangannya tanpa terganggu dengan keberadaan Sekar disini.


Setelah roti ditangannya telah habis cowok itu pun melanjutkan berbicara dengan Sekar.


" Kalo semester empat kayaknya lagi sibuk" nya kuliah. Banyak banget tugas, kuis dan sebagainnya. Memang kamu ngambil jurusan bidang apa?"


" Saya ngambil ekonomi pak.


" Hmm, kalo kamu mau kerja disini kamu harus siap menerima semua resiko kerja disini? kamu harus ngebagi waktu antara kuliah dan pekerjaan, ribet lho. bisa?"


Sekar berpikir kenapa sih jenis pertanyaannya mirip banget sama ayahnya terlalu menghawatirkan soal kuliah. Topik tentang kuliah selalu membuat Sekar malas. Sebab tidak akan ada ujung penyelesaiannya.


" Saya akan berusaha bagi waktu saya untuk kuliah dan bekerja pak. Jarak kampus juga searah sama kantor ini."


" Udah diitung sama macet atau balangan yang lainnya?" tanyanya lagi.


 


" kamu beneran yakin bisa?"


" Mudah mudahan sih bisa pak."


" Saya gak bisa ya menerima orang yang ngejawab pertanyaan saya dengan asal asalan ya."


Sekar mendengus kesal dalam hati. ih kesel banget ini orang lagi interview apa lagi ngomelin anak sih.


" Dalam satu jam kamu akan sampai di sini. Biasanya kamu selesai kuliah jam berapa?"


" Kadang kadang sih jam dua atau sampe sore nggak nentu sih pak."


Cowok yang ada didepannya mengangguk lambat.


" Hm, Kamu harus sudah ada disini pukul setengah delapan paga dan dapat pulang ketika semua pekerjaan sudah selesai. Saya dan orang" kantor telah menetapkan peraturan bahwa kami tidak akan bawa tugas kantor kerumah walau sesulit apapun pekerjaannya harus diselesaikan di kantor, mengerti?"


Sekar menyimak semua perkataan cowok didepannya dan kemudian mengangguk." Baik pak."

__ADS_1


" Kamu gak perlu tuh bilang baik, oke, ya atau apalah tapi kamu sendiri gak oke dengan omongan saya barusan."


" Maksud saya kalo waktu kamu sendiri cuma dipake buat ngerjain tugas kampus, gimana kamu mau ngebagi waktu sama kerjaan? sementara perusahaan ini butuh orang yang selalu disini saat ada yang membutuhkan. Saya nggak akan mulai dengan kemampuan kamu tetapi dengan waktu dan kesanggupan kamu yang kamu sanggupi sekarang. Silakan jawab pertanyaan saya sekarang."


Sekar menjawab dengan sedikit ragu" Saya akan berusaha untuk tidak telat dan mematuhi semua peraturan di perusahaan ini pak."


"Sepertinya kamu masih sangat kurang yakin, kamu bisa pikirkan baik" apa yang akan kamu sampaikan kesaya besok jika kamu mau. Tapi pastikan jawaban yang kamu keluarkan dengan suara lantang dan benar" yakin kamu bisa. Sampai jumpa besok saya masih banyak sekali tugas yang menumpuk, saya permisi." beber Cowok itu dan berlalu meninggalkan Sekar.


"Ih pengennya di apain tuh orang ya pengen gue bejek" ih kesel banget sumpah demi apapun nih itu interview apa lagi nasehatin ayah sih." Ucap Sekar dengan nada marah namun suara kecil.


" Sabar Sekar kamu pasti bisa gue yakin besok gue bakal diterima di lerusahaan ini apapun caranya huh awas aja tuh bos aneh diamah bukan mirip bos tapi mirip sama kebo molor apa" an tuh orang kekantor pake baju oblong item celana kolor, idih bangett gitu." ucap Sekar.


" jam berapa lagi nih gue harus buru" kekampus nih." udah sekarang yang ngajar dosennya galak beh kalo telat auto kagak masuk kelasnih gue."


Skip kampus.


" Eh Sekar lo dari mana aja sih gue tungguin juga dari tadi gue tungguin nggk nongol" lu kemana sih?" Tanya sahabat Swkar yaitu Lala.


" Gue abis ngelamar kerjaan di perusahaan permen yang direkomen sama adek gue."


" Oh pantesan, tapi kok lo lesuh banget dah kayak orang belummakan tiga hari." ucap Lala tanpa menyaring perkataannya itu.


" Sebenernya gini La gue itu tadi berangkat pagi" ke kantor itu nah kata orang yang kerja disitu gue nunggu dulu, tau nggak gue nunggu sejam bayangin coba bagaimana pegelnya pinggang gue rasanya dah kayak pengen copot tau nggak sih." Curhat Sekar.


" Oh kasian banget sih sahabat akoh... ututututu." Goda Lala.


" Akh lo mah gitu ama gue kan lo yang bilang ama gue kerja bagian promosi lah gue cari lah pekerjaan buat bantu bokap nyokap gue lo malah gitu sekarang." Kesal Sekar.


" Canda kamu yuh baperan banget sih iya gue ngaku salah tapi jangan dipendem hati napa." ucap Lala dengan nada memelas.


"Dan lo mau tau yang lebih parah nggak?" kata Sekar membuat penasaran Lala.


" Apaan?"


" Tadi tuh yang interview gue katanya sih bosnya kalau dati tampang sih emang rada ganteng tapi penampilannya itu loh kaya tukang bakso pinggir jalan, masa dia cuma make baju oblong item ama kolor warna hiajau terus dateng dateng gue juga harus nunggu dia habisin roti ditanggannya katanya sih tanggung dikit lagi, dia kagak tau apa gue dateng pagi pagi cantik cantik biar dia kagum ama gue atau apalah ini malah ngasih pertanyaan mirip ayah gue, sebel dah pokoknya." Beber Sekar dengan nada kesal.


" Huwwa pasti kocak banget tuh liat muka lo yang merah padem pengen cekek tuh orang hahaha."


" bener banget lo"


" Udah yuk masuk kelas dikit lagi masuk jangan sampaientar dosennya marah besar sampe" bumi berguncang." Ucap Lala menarik tangan Sekar.

__ADS_1


__ADS_2