KISAH CINTA AKU DAN BOSS

KISAH CINTA AKU DAN BOSS
BAB 5.LAMARAN KEDUA


__ADS_3

Setelah Sekar dan Putra selesai mencuci piring, mereka kembali kekamar masing" dan solat isya dulu sebelum tidur.


"kok punggung gue masih pegel ya, ahk nyebelin banget, awas aja tuh bos rese entar gue bakal kasih dia balesan yang setimpal, enaknya gue kerjain apa ya?" ucap Sekar dengan senyum miring.


Disisi lain bos nya itu juga sedang memikirkan seseorang yang tak lain adalah Sekar.


"Gimana nih, apa dia bakal kekantor lagi apa nggak ya, akhh gimana sih lo Angga kemaren lo bodoh banget tau nggak sih ngapain sih lo kemarin kekantor pake kaos oblong kalo yang ngelamar kerja secantik itu mungkin gue setidaknya bakal tampil rapi, auah bingung gue." Ucap Angga.


"Nak bagus, kamu kenapa sih ibu perhatikan kamu lagi pusing, pusing kenapa coba cerita sama ibumu ini." Ucap wanita yang jika ditilik dari wajahnya sudah berusia lima puluh tahun itu sambil duduk disebelah Angga yang sepertinya adalah anaknya.


"Nggak kenapa" aku bu, ibu nggak usah khawatirin Angga, oh iya ibu sudah makan belum? jangan telat makan lho bu kata dokter ibu harus jaga pola makan ibu." Ucap Angga.


"Ibu sudah makan kok, yaudah ibu tinggal ya jangan terlalu ambil pusing ya nak entar bisa sakit kamu." Ucap ibu Angga.


"Iya bu." Ucap Angga singkat.


Kembali kekamar Sekar.


"Saya akan menjalankan peraturan disini bos, itu kayaknya kurang bagus deh kalimatnya. coba lagi. Saya siap melaksanakan peraturan yang bapak buat dan saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk perusahaan ini dan saya akan masuk kantor pukul delapan pagi. Ah kayaknya biasa banget deh bingung gue nyambungin kata" nya." Ucap Sekar yang sepertinya sedang berlatih meyakinkan sang bos.


"kak lo berisik banget dah tidur dong dah malem kali lo mah nggak ngertiin gue ini dah malem ngapalinnya besok aja apa nggak suaranya kecilin dikit gue susah tidur!" Ucap Putra dari kamarnya.


"Iya bawel."


Untung saja bokap Sekar dan Putra katanya tidak bisa pulang dulu, kalau ayah sekar yang mendengar perkataan Sekar barusan mungkin dia akan di ceramahi tujuh hari tujuh malam.


Sekar pun mengalah pada adik nya dan segera mematikan lampu dan tidur.


Pagi pun datang.


Sekar bangun dan kemudian melaksanakan solat subuh terlebih dahulu menyiapkan baju dan berkas berkas yang harus dibawa nanti. Karna matanya tak kuat menahan kantuk Selar pun terlelap dalam tidurnya kembali.


"Sekar bangun sudah pagi!" Ucap nyokap Sekar sambil menarik selimut Sekar karena semenjak Rembo hilang mamah atau ayah Sekar yang membangunkan putrinya itu.


"Masih ngantuk mah" Ucap Sekar menutupi kepalanya dengan bantal.


"Udah jam 07.20 loh." Ucap nyokap sekar mengingatkan sekar.


"hah! beneran mah, mamah nggak bogongkan." Kaget Sekar melihat jam dinding dan ternyata benar.


Langsung saja Sekar bangun dari tidurnya dan meraih baju yang dia sudah siapkan tadi malam dan handuk mandinya kemudian menuju kamarmandi dan tiba tiba...

__ADS_1


"akhhhh....!"Suara teriakan Sekar terdengar sampai Kamar Putra dan kemudian Putra segera menuju kamar kakaknya untuk melihat kejadian.


"Kenapa lo kak?"


Ternyata eh ternyata Sekar terjatuh karena lantai kamar mandi terlalu licin.


"gue kepeleset aduhh pinggang gueeeee..!" Ucap Sekar mencoba berdiri sambil memegangi pinggangnya yang sakit.


"Aduh Sekar...kenapa sih nggak hati hati banget, makanya kalo dibangunin mamah langsung beranjak dong jadi kayak gini kan." Ucap nyokap sambil menahan tawa.


"Haduh pagi pagi sudah pada beriaik ya. Ada apa sih?" Bokap Sekar dan Putra menghampiri.


"nggak kenapa napa yah." Ucap Sekar.


"Girain ada apaan lo kak gue sampe panik tau!"


Mereka semua pun bubar dan keluar fari kamar Sekar dan Sekar melanjutkan mandinya dengan buru buru dan memikirkan apa yang harus dia karang agar ayahnya percaya.


Selesai mandi Sekar bergegas memakai baju, berdandan secepat kilat, mengonde rambutnya dan bertolak pinggang, bergaya didepan cermin dikamarnya itu.


"Udah oke kan?"


"Kamu nggak makan Sekar?"


"nggak mah udah ditungguin sama Lala." Ucap Sekar menjawab perkataan nyokapnya.


"Dadah ayah, mamah." Ucap Sekar melambaikan tangannya pada nyokap dan bokap.


Sekar langsung saja mengambil HP nya dan memesan ojek online agar cepat sampai tujuan.


"Lama amat sih."


Setelah menunggu sepuluh menitan akhirnya ojek onlinenya pun datang juga langsung saja Sekar naik dan bilang ke abangnya kalau dia buru buru dan langsung saja abang ojeknya ngebut.


"Buruan bang, saya udah telat banget nih."


"Iya neng ini juga udah cepet banget." jawab abang ojek.


Setelah ngebut ngebut dijalan akhirnya sampai juga di depan kantor perusahaan permen itu. Langsung lah Sekar berjalan memasuki kantor.


Sekar menuju meja informasi dan seperti kemarin dia harus menunggu terlebih dahulu.

__ADS_1


Sekar duduk menunggu berdoa agar bos nya cepet dateng karena dia sudah sangat pegel duduk.


"Mudah mudahan hari ini diterima amin." Batin Sekar.


Lima menit menunggu seorang cowok tinggi tampan dengan menggunakan jas hitam dan dipadukan dengan celana senada menggunakan dasi yang serasi mendekati Sekar.


"Kamu datang juga." Ucap cowok itu mengagetkan Sekar.


Dan sontak saja Sekar langsung berdiri melihat cowok didepannya yang sungguh keren.


"Eh pak Angga, iya pak kan saya kemarin dah bilang akan kedini lagi."


"Oh yaudah kamu ikuti saya."


Langsung lah Sekar melangkah mengikuti sang bos didepannya.


Memasuki ruangan yang cukup besar seperti ruang pertemuan. Tempat yang sama dengan yang kemarin.


"Silakan duduk."


"Oke kita langsung leintinya saja, em jadi apakah kamu sudah zangat siap dengan pekerjaan ini dan apakah kamu yakin sudah dapat melaksanakan peraturan yang ada dikantor?" Tanya sang bos.


"Saya sudah siap bekerja disini dan menjalankan peraturan yang ada disini dan saya yakin tak akan membuat bapak menyesal mempekerjakan saya disini." Ucap Sekar lantang.


Cowok didepannya hanya mantut mantut saja. lalu kembali menatap Sekar.


Yang ada di pikiran Angga.


"Auah pasti gue kayak apaan tau didepan dia mungkin dia ngira gue orang idiot...akhhh kacau sudah.." Batin Angga.


"Karena kamu sudah sangat yakin kerja disini dan sudah dipikirkan matang matang kayak buah mangga kalo dah matang jadi manis...eh... selamat anda telah bergabung di perusahaan ini anda bisa bakerja besok masuk paling lambat jam delapan lewat lima menit. Kalau terlambat lebih dari jam segitu akan kena hukuman. Mengerti?" Ucap angga.


"Baik pak, terimakasih telah merengkrut saya, saya jamin bapak tidak akan menyesali hal itu."


Dan akhirnyapun Sekar diterima dan akan bekerja dengan giat membantu ekonomi keluarga.


"Hem kayaknya bagus nih kalau gue ngerjain dia dihari pertama semoga dia betah deh." Batin Angga.


"Kok gue agak nggak enak ya kayak ada yang bakal terjadi besok...hus suuzon aja nih gue.


Entah apa yang akan dilakukan Angga besok kita tunggu saja.

__ADS_1


__ADS_2