KISAH CINTA AKU DAN BOSS

KISAH CINTA AKU DAN BOSS
BAB 7. HARI PERTAMA KERJA


__ADS_3

Setelah sekar mengajukan prosedur cuti kuliah dan menyerahkan segala syaratnya akhirnya Sekar menerima surat keterangan cuti akademik siang itu. Lala pun langsung memeluk sahabatnya itu dengan sangat erat.


"Semoga sukses ya kar sahabat gue. Semoga lo betah kerja di tempat itu." Ucap Lala sedih.


"Iya La makasih lo udah semangatin gue. Gue juga berharap gue bakal betah deh kerja disitu. Gue juga udah ngomongin soal gaji ya menurut gue itu masuk akal buat gue."


Lala pun memeluk lagi sahabatnya itu.


"Kalo urusan yang satu ini gue nggak terlalu mencemaskannya ,kar. lo kan kalo nawar jagonya.


"haha...bisa aja lo."


" Lalu lo mulai kerja kapan?"


" Besok gue kerjanya."


" Dikantor lo lo liat ada yang bening bening nggak kar... boleh lah dikenalin ama gue. hahaha."


" Heleh, nggak nggak ada yang bening menurut gue." Sekar mnggeleng tegas.


" masa.. lo akal akalan doang kali, Pasti ada yang tampan and maco tapi dibilang kagak ada. Biar lo dapetin sedirian ya kan?!" Ucap Lala manyun.


" Ih tapi emang beneran gue La, nggak ada yang ganteng. lo nggak percaya banget sih kan sebel." Ucap Sekar sambil terkekeh.


" Iya karena untuk urusan ini emang gue nggak bisa percaya sama lo gitu aja." Lala menggeleng.


" Heleh...yaudah kalo nggak percaya bukan urusan gue ini." Sambil mengedipkan matanya pada Lala.


" Eh La muka lo kalo di tekuk jelek banget, iya deh gue bakal kasih tau lo kalo ada yang bening bening oke."


Lala pin yang sebelumnya cemberut pun langsung girang." nah gitu dong makasih Sekarr lope you.."


"hooh yaa."


 ......................................................................


 


Hari ini adalah hari pertama Sekar bekerja di perusahaan permen. Sekar sampai di depan kantor pukul delapan lewat empat puluh lima menit. Sekar lalu segera masuk ke dalam kantor dengan perasaan gelisah karena hari ini adalah hari pertamanya bekerja. Sekar bekerja dalam satu ruangan dengan bos nya yang bernama Angga, dan itu membuat Sekar panik.


Sekar kekantor dengan pakaian rapi dengan kemeja warna pink dan celana jins hitam. Saat di dalam ruangan disambut Angga dengan tatspan tajam mengerikan dan membuat Sekar takut.


Angga memulai obrolan.

__ADS_1


"Kamu nggak punya jam ya dirumah?"


"Saya punya pak, kenapa?" jawab normal Sekar.


"kemarin saya bilang apa, hah. Kamu harus sampai kantor jam delapan pas nggak poleh lebih dari jam delapan. Ngerti?" Ucap Angga dengan suara agak tinggi dan tatapan yang sangat tajam.


****** lo Sekar baru aja hari pertama lo udah buat masalah dengan datang terlambat hadeuhhh....Sekar Sekar kok lo bisa lupa dah ah.


"Jam delapan ya pak?"


"Kamu nggak usah nanyalagi ya. Kemarin saya sudah jelaskan semuanya mengenai peraturan perusahaan ke kamu. Mulai kerja itu dari jam delapan dan pulang kerja jam lima lewat tigapuluh menit sudah tidak bisa di ganggu gugat. Kamu pikir dengan kamu dateng jam segini orang kantor ngggak keteteran? Hah. Tadi juga niatnya saya bakal ngadain rapat jam delapan lima belas tadi tapi gara gara kamu jadi molor tiga puluh menit." Beber Angga.


Sekar pun hanya dapat menunduk tanpa berbicara.


"Oke untuk kali ini saya bakal maafin dan ngasih kamu satu kesempatan lagi. Saya haram kamu tidak mengulangi kejadian ini atau kalau tidak kamu akan menerima akibatnya."


Sekar dengan lemah mengangguk pelan kepalanya.


"Ayo semua keruang rapat! kita akan mulai rapat sekarang!"Angga berjalan cepat menuju ruang rapat.


Sekar dan yang lain pun melangkah menuju ruang rapat.


"Oke kita mulai rapatnya maap tadi ada pemandangan yang kurang mengenakkan sedikit." Ucap Angga dengan lirikan yang ditujukan pada sekar.


Sekar bangun dari duduknya.


"Nama saya Sekar valesya. Senang bertemu kalian semua semoga kita bisa bekerja sama. Dan saya minta maaf jalo saya banyak bicara dan lupa nyebut nama saya butuh waktu empat harian untuk mengapal semua nama kalian."


"Senang kenalan sama lo gue Bisma." Ucap cowok dengan muka ke bule bule an.


"panggil dia sayangnya citra, Sekar." Ucap Angga melirik Bisma.


"ah mas bos bisa aja, baru aja pertemuan pertama sudah dirusak sama panggilan bos." Ucap Citra.


" Iya bos. jangan digodain mulu Citranya hahaha." Ucap perempuan berkulit hitam dan senyum manis.


"Bener banget apa yang diucap sama Maya. Jarang jarang loh ada yang magang di perusahaan ini perempuan malah." Sambung cowok dengan memakai kemeja berwarna biru."Salken Sekar gue Adit."


Sekar pun mengangguk dia langsung akrab dengan orang orang kantor.


" Kenalin gue Arya best friend nya Angga dari jaman SMP. Eh kalo di pikir pikir kayaknya gue nggak asing deh sama muka lo?"


Setelah mendengar kalimat si Arya semua orang menatap Radit dengan tatapan mencibir.

__ADS_1


"Inget jaman dong Rya jaman begini masih aja pake taktik kayak begitu udah nggak jaman kali." Ucap Angga putus asa.


" Tau nih kudet banget sih lo Arya. Jangan ikut ikutan usaha napa Rya. Kan kalo lo dengan muka begitu bisa dapet cewek mana aja." Protes Bisma dengan usaha Arya.


"Eh tapi gue beneran pernah liat dia dimana ya kayaknya pas SMA deh iyanggak sih? Lo dulu pernah SMA dimana?hah."


"Saya waktu SMA sekolah di SMA bangun raya."


sontak saja jawaban yang diberikan Sekar membuat Angga dan Arya menggebrak meja dan berseru.


"Hah!"


Sontak juga semua yang ada di ruang rapat itu terkejut kaget.


"Angkatan tahun berapa emang lo hah?"


"Saya angkatan 24 sih mas."


"noh kan bener Ang gue pernah liat nih orang. Gue angkatan 22 berarti saat itu lo kelas 10 gue sama Angga kelas 12."


"Lo beneran gk kenal sama gue dan Bisma apa?"


Sekar pun menatap Angga dan Arya bergantian.


"Gak usah sok populer deh Arya. dia aja nggak pernah kenal sama lo." Ucap Maya.


"Bukan gue yang gk populer tapi kayaknya dia yang nggak populer."


"Udah sejak kemaren gue pengen nanyain ini ke Angga tapi dianya nggak mau ngasih lembaritunya."


"lah iya dong itu tuh sifatnya pribadi nggak boleh sembarang orang bisa ngeliat riwayat hidup orang lain Arya." Ucap Angga mulai berdebat dengan Arya.


"ye...tapi gue juga punya hak dong milih siapa yang boleh kerja disini. Gue kan juga punya saham disini.


"lo nggak bisa gitu dong kan lo yang bilang sendiri dari dulu gue yang ngambil keputusan disini." Omel Angga.


Tapi lo harusnya kompromi dulu dong sama gue lo kan yang bilang gitu dulu hah!" Arya tak mau mengalah.


Sekar dan orang yang menghadiri rapat itu hanya bisa melongo melihat Angga dan Arya beradu mulut. Sekar jadi berpikir kalau bukan dirinya lah yang membuat jadwal rapat molor melainkan dua sobat ini yang dari tadi nyerocos kayak emak emak.


Bisma, Citra, Maya, Adit pun juga sama cengoknya dengan yang lainnya. Dan rapat ini pun hanya penuh dengan ocehan Angga dan Arya.


............................♡♡♡.................................

__ADS_1


__ADS_2