
Sekar mengira apa yang dipikirkannya tak akan pernah menjadi kenyataan. Tetapi yang tau semua hal hanya tuhan, Sekar tidak tau bahwa dalam hidupnya nanti tuhan memberikan banyak kejutan pada dirinya. Hari kefua kerja Sekar sepertinya Sekar akan mendapat perintah dari Angga yang membuat Sekar menjadi bad mood dan frustasi.
Hari ini Sekar datang lebih pagi dari yang kemarin takut di marahin oleh Angga yang dimata Sekar sangat menakutkan bagi Sekar.
Masuklah sekar keruang kerjanya yang seperti yang kalian tahu bahwa Sekar satu ruangan dengan Angga.
"Pagi mas." Sapa Sekar memasuki ruang kerjanya.
Sepertinya Sekar mengarahkan sapaan itu pada sang bos yaitu Angga. Tanpa di sebut dua kali Angga pun mendongakkan kepala.
"Pagi Sekar, dijalan tadi macet apa masih lengang?" Tanya Angga memulai percakapan.
"Agak macet sih tapi nggak macet macet banget kok mas." Ucap Sekar menjawab Angga sambil melangkah menuju meja kerjanya.
"Oh begitu semoga siang nanti tidak macet deh."
"Memang nanti siang mas bos pengen kemana?" Tanya Sekar nampak bingung.
"oh itu ada sekolah SMA di Bandung katanya sih ada acara di sekolahnya. Nah, maka dari itu saya ingin menaruh booth disana. dan bakal ada yang ngejaga tapi belum tau siapa yang skan jaga." Beber Angga.
"Kamu sudah makan Sekar?" Tanya Angga.
"Sudah sih mas, kalo mas?" Tanya Sekar basa basi, dan nantinya membuat Sekar mwnyesal menanyakan itu pada Angga.
" Udah sih tadi tapi saya masih laper nih, Sekar tolong dong beliin bubur langganan saya kamu tunggu aja didepan kantor biasanya dia lewat sekitar jam segini sih."
Angga kemudian mengambil dompet nya dan mengasihkan uang sepuluh ribuan pada Sekar.
"Gerobaknya warna hijau orangnya bapak papak rada gendut ingat saya maunya buburnya dia dan pake mangkuknya mangkuk kantor kamu ambil aja di dapur kantin." beber Angga sementara Sekar hanya dapat mengangguk.
"dan satu lagi jangan pake sambel sama kacang saya nggak suka oke!" Ucap Angga kembali mengingatkan. Sekar yang tadi sudah berjalan menuju keluar ruangan menoleh kemvali dan mengangguk.
Sekar berjalan menuju dapur kantin dan disana dia melihat mas bagas penjaga kantin kantor.
"Eh mas."
"Hai mbak ketemu lagi kita. jadi mbak beneran keterima disini toh."
"Gimana mbak hari pertama kerja kemarin enak nggak?" Tanya mas Bagas yang sedang mencuci piring.
Sekar yang sedang celingukan mencari mangkok pun menjawab.
__ADS_1
"Gak tau kemarin saya bad mood banget."
"Yang sabar ya mbak." Ucap mas Bagas.
"Oh iya saya belum kenalan ya mbak sama mbak, kenalin saya Bagas mbak namanya siapa?"
"Sekar." Jawab Sekar sambil tersenyum.
"Mbak mau ngapain bikin kopi, teh atau apa?"
"Nggak saya nyari mangkuk yang gambarnta ayam jago dan mau nungguin tukang bubur yang biasa Angga beli katanya sih sekitar ham segini datangnya."
"Oh bubur abang Maman ya, lah kok bos nyuruh mbak Sekar kan biasanya saya yang beliin buat mas bos." Ucap Bagas yang sepertinya juga heran.
"Nggak tau tuh bos, ya saya kan cuman dapet perintah itu juga karena perintah bos jadi saya turitu dari pada saya dicap anak baru yang belagu dan sombong yakan mas Bagas." Beber Sekar.
" Hm..gitu ya mbak oke deh saya cariin mangkuk kesenengan bos dia itu nggak mau makan kalo bukan pakai mangkuk itu." Ucap Bagas menjelaskan.
Sekar yang penasaran kenapa si Angga nggak mau makan kecuali pakai mangkuk bubur yang itu pun bertanya, kepo ingin tahu.
"Memangnya kenapa, gas?"
"Oh gitu.." jawab Sekar singkat.
Diam diam Sekar tersenyum akan penjelasan yang diberikan oleh Bagas. Bos nya itu ternyata anak yang sayang sekali dengan orang tuanya ya. lah! kok Sekar jadi senang begitu ya karena Angga sangat dekat dengan ayahnya sama seperti Sekar dan ayahnya.
"Mbak Sekar mending buruan deh keluar soalnya nih tukang bubur itu ngeselin banget mbak. Bawa gerobaknya cepet banget kayak nggak butuh pembeli, kemarin aja saya sampe lari lari tuh manggil tukang bubur dikata dia idol korea apa ya ih kagak ganteng kagak apa." Celoteh Bagas.
Sekar pun jadi geli sendiri mendengar cerita dari Bagas. Sekar pun keluar dari dapur kantin dan langsung menuju depan.
"Hai mbak Lisa." Ucap Sekar mendekati meja resepsions.
Mbak murni yang sedang memakan bekal yang dia bawa pun mendongak.
"Hai Sekar sarapan dulu ya?!" Ucap bak Lisa sambil tersenyum.
"Iya mbak saya sudah dirumah tadi."
"Lah itu mangkuk buat apaan?" Ucap mbak Lisa sambil menunjuk mangkuk yang Sekar bawa.
"Ini, Mas bos pengen dibeliin bubur kang Maman."
__ADS_1
"Lah, kok nyuruh kamu sih?"
" nggak tau tuh mas bos ya saya kan dikasih perintah dari bos ya saya coman bisa ngerjain doang dari pada saya kena SP gimana ya kan."
Mbak Lisa pun mengangguk setuju dengan penjelasan yang Sekar buat." Iya juga aih yaudah tunggu aja disini kita ngobrol dulu, ntar juga keliatan tukang buburnya." Ucap mbak Lisa.
Sambil menunggu tukang bubur Sekar pun mengobrol soal manyak hal seperti sudah sejak kapan kantor ini berdiri, tentang bos, tentang ibu bos yang selalu ramah pada semua karyawan, Tentang Maya yang sedang mencari jodoh dan lain lain.
Ketika obrolan bertambah seru suara ketukan sendok terdengar sepertinya tukang bubur yang di nanti nanti pun datang juga.
Sekar pun berlari keluar dan segera menyetop kang bubur.
"Buat siapa ini, buat mas Agga ya?" tanya kang Maman menerima mangkuk.
"iya kang, jangan pakai sambel sama kacang ya kang."
"Iya saya juga tau mbak."
Sambil membuat bubur ayam kang Maman mengajak Sekar mengobrol.
"Mbak baru ya kerja disini?"
"iya kang baru dua hari."
"oh..gitu bagian apa mbak?" tanya lagi kang bubur.
"Bagian kreatif kang."
Setelah jadi buburnya kemudian bubur itu dikasih pada Sekar dan Sekar menyerahkan uang sepuluh ribuan bada kang bubur.
"Makasih kang Maman."
"Sama sama."
Sekar pun kembali ke dalam kantor dan menuju ruang kerja mas bos sambil membawa semangkuk bubur.
"Ini mas pesenan buburnya." Sekar menaruh mangkuk buburnya di meja Angga yang sedang melihat bungkus produk mereka.
"makasih Sekar." katanya tanpa mendongak karena terlalu serius memperhatikan bungkus produk.
eh kok kalo diliat liat nih bos ganteng juga gak sih apa lagi kalau pake jas kayak gini, batin Sekar.
__ADS_1