
Pertikaian mereka belum berakhir, belum ada yang membahas topik rapat dan mereka berdua terus bertengkar hanya karena masalah sepele.
Akhirnya Maya pun bersiap siap untuk melerai pertengkaran kedua sobat itu.
"khem...khem...mas bos dan mas Arya...permisi" Ucap Maya ragu ragu.
Dua cowok yang masih saling berdepat pun seketika menoleh pada Maya.
"Apaan sih?!" Ucap Angga tak terima karena perdebatan mereka dilerai.
"Tau nih ganggu aja?!" Arya menyambung tak mau kalah dengan Angga.
"oh ya maaf . saya nggak bermaksud mengganggu perdebatan yang sangat kenyenangkan kalian. Tapi bisa nggak debat kalian diundur dulu?" Ucap maya dengan menahan kesal namun dengan suara pelan.
"Emang kenapa?" Ucap Angga dan Arya bersamaan lagi.
Maya mencoba menjelaskan.yang sepertinya sedang menahan amarahnya yang akan meledak.
"Gini gini, yang ingin di obrolin dirapat kali ini banyak banget lho, kalo kalian masih pada berantem kayak begini kita bakalan selesai jam berapa coba, ngertiin dong. Kita ini kan juga banyak kerjaan mas bos dan mas Arya." Ucap Maya mulai kesal dan nada semakin tinggi.
"Oh iya ya kitakan disini mau rapat Rya!" Ucap angga pelan melirik matanya pada Arya sambil menggaruk kepala yang tidak gatal.
"lo pikir aja sendiri!" Arya tidak mau kalah dengan Angga yang seprtinya menyalahkan dirinya.
"sorry...sorry semuanya. Habisnya kalau apa apa nih bocah kagak mau ngalah banget. Padahal fia yang salah tapi nggak mau ngaku gitu." Ucap Angga melirik Arya.
Arya menoleh pada Angga bersiap siap untuk menyerang Angga lagi karena perkataan Angga yang menyinggung Arya.
"Angga lo jangan gitu dong. Ya jelas dong gue nggak terima karena yang sebenernya terjadi itu nggak seprti yang lo katakan tau. Jelas dong gue membuat pembelaan pada diri gue karena itu emang yang gue harus lakukan." Ucap Arya tidak terima.
"ini masih lanjut?" bisik bisma pada Citra.
Citra pun otomatis mengangguk." Bakalan panjang lagi ini sepertinya."
Maya sudah putus asa. Maya pun langsung merobek kertas kosong dan meremas remas akupat gemas dan membuangnya kelantai.
Karena Sekar merasa sudah menjadi bagian dalam tim ini, Sekar memberanikan diri untuk melerai perdebatan dua cowok di depannya yang sepertinya tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.
__ADS_1
"khem...mas Angga, mas Arya?!"
"Apa?!" jawab keduanya berbarengan menoleh pada Sekar.
" Bisa nggak mulai rapatnya sekarang? Sepertinya topik dan materi yang akan kita bahas disini banyak sekali loh. Kasihan semuanya menunggu dari tadi." Beber Sekar.
"oke baik kita mulai rapatnya sekarang." Ucap Angga dan kembali duduk dikursinya.
Arya kemudian ikut ikutan duduk." Siapa yang duluan akan melaporkan?" Tanya Arya sepertinya mencoba cool akibat perdebatan dengan Angga.
Maya, Citra, bisma saling pandang memandang.
Dan disisi lain Sekar merasa kedua laki laki didepannya ini sangat aneh dan mencurigakan.
"gue deh!" Bisma memulai rapat.
"silakan." Ucap Angga.
si Bisma melaporkan bahwa permen yang di produksi banyak sekali yang suka dan kekurangan dari permen yang di produksi sepertinya adalah kekurangan ide untuk membuat kreasi lainnya, masyarakat banyak yang berpendapat' kenapa nggak bikin permen yang rasanya beda dari yang lain, boleh tuh kalau bungus permennya di fariasikan lebih cantik agar banyak yang berminat, dan juga orang orang juga sangat suka karena harga yang amat terjangkau. Dan yang paling sangat suka atau menggemari permen ini adalah kalangan anak SMP dan SMA kata mereka rasanya itu sangat pas untuk mencegah kantuk dalam belajar'.
"Keren keren, oke kita menuju pada tahap baru kita akan membuat fariasi lebih banyak agar para pecinta permen tidak bosan denva rasa yang itu itu aja. Ada yang ingin berpendapat soal rasa yang ingin di tambahkan?"
"Masuk akal, yang lain?"
Laporan demi laporan telah diterima semua. Hanya Sekar saja yang tidak melaporkan apa apa.
Sekitar pukul dua belas lewat tiga puluh menit, rapat pun selesai. Mungkin jika Sekar tidak terlambat dan dua cowok itu tidak bertengkar dari tadi pasti sudah selesai.
"Ayuk semua makan siang!" Ucap maya tak sabar dia sepertinya sudah lapar berat.
Angga yang juga sepertinya sudah lapar pun langsung membubarkan rapat selayaknya atasan.
"Gimana Sekar, kerja disini lumayan?" tanya Arya sambil menuju kantin.
"Lumayan sih, anak anaknya juga kayanya asyik asyik kok! mas Arya juga."
Tiba tiba jantung Arya berdecak dan tersipu malu.
__ADS_1
"Ah, bisa aja lo jangan muji muji gue setinggi itu kali." Ucap Arya.
etdah perasaan gue nggak muji muji dia ketinggian deh. Pikir Sekar sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Semoga lo betah deh kerja disini. Seneng tau gue bisa ketemu sama orang yang satu SMA sama gue.
Lo ngerasa nggak sapa tau gitu ini itu tanda dari yang maha kuasa untuk mempersatukan kita."
Alis Sekar kemudian terangkat sebelah dan Sekar sepertinya sudah tau arah jalan percakapan yang dimaksud Arya. Tapi Sekar mencoba untuk tidak mengerti.
"eh..maksudnya?" ucap Sekar.
" Maksudnya adalah kalo kita itu di takdirkan untuk bersama, asek..."
noh kan bener arahnya pasti kesitu. Sebenernya Sekar ngerasa geli dengan ucapan Arya.
Saat sedang ada dilorong menuju kantin tiba tiba hp Arya berdering.
"Eh maaf nih Sekar gue tinggal gk papa kan, gue ada urusan sebentar."
Sekar menganggukkan kepalanya. Dan Arya pun pergi meninggalkan Sekar.
"Sekar!" satu suara terdengar memanggil namanya.
otomatis Sekar menolehkan kepala ke sumber suara.
"Sekar mau makan bareng saya!" Ucap laki laki itu yang ternyata adalah Angga.
Angga tidak mengajak Sekar melainkan memerintahkan sekar makan bareng sang atasan.
Dan Sekar hanya bisa mengangguk mematuhi.
"Setelah kita makan kamu foto kopi semua file yang ada di meja saya dan abis itu kamu kasih ke Citra. Bilang saja itu adalah rencana promosi rasa baru selanjutnya." Perintah Angga pada Sekar yang sedang makan di kantin.
Sekar melongo dia hendak protes dengan apa yang Angga katakan karwna itu bukan bagian dia tapi setelah dipikir pikir Sekar hanya bisa mengangguk mematuhi." iya mas"
"Sementara itu dulu aja tugas kamu." Ucap Angga.
__ADS_1
Sekar kemudian hanya bisa mengangguk lagi dan melanjutkan makan siangnya di kantin. Dan Sekar merasakan firasat tidak enak dari segala tindakan yang pernah di berikan Angga kepada Sekar. Sekar hanya bisa berdoa semoga tidak akan terjadi apa apa kepada dirinya seperti yang dipikirkan Sekar.