
jam 05:00 dan melaksanakan sholat subuh setelah sholat subuh el memilih untuk membuka handponenya.
GRUB TUDYTOUR
DEWA: eh kalian udah pada beresin apa yang di suruh kulkas bawa?
AYA: gw udah tapi yang lain gw siapin sekarang.
ZAKY: @RAISA lu sendiri gimana udah selesai? ada yang kurang gak?
PUPUT: ada si tapi nantinpagi ajah deh di cari mang napa lu mau nemenin?
ZAKY: mau banget mau
PUPUT: hahahah oky oky gw tunggu ya jam 07
ME: hi bucin
IKI: el nanti pagi jadi kan?
REY: jangan lupa nanti siang!
DEWA: wah wah cinta segitiga di mulai nih.
ME: apaan si lu gak jelas.
REY: dien lu
...RAISA❤...
...online...
el maaf gw ganggu lu tapi gw cuman mau nanya lu suka gak sama iki?
^^^hahahah gila lu ya sa mana ada gw suka sama iki ya nggak lah udah lu gak usah cemburu lagian gw cuman anggep iki sebagai sahabat kalo lu suka sama iki perjuangkan dan tunjukin ke dia oky jangan menyerah ❤✔^^^
heheh lu tau ajah
^^^iya iya lah pertanyaan lu mudah di tebak kali kalo lu cemburu✔^^^
tapi kalo rey gimana el?
^^^gak tau gw✔^^^
kok gak tau sih lu punya rasa gak sama dia?
^^^rasa ya ada tapi ayah sama bunda gak bolehin dan ngizinin gw pacaran sama yang beda kepercayaan sa✔^^^
sabar ya beb
^^^woky✔^^^
pukul 08:00 el sudah siap siap untuk pergi membeli barang yang belum dia miliki
"sayang iki sudah nunggu kamu di ruang tamu nak!"kata bunda anis
"ya bunda tunggu sebentar"kata el dan membuka pintu.
"wah anak bunda cantik banget!"kata bunda anis sambil memutar badan el
"hahaha bunda bisa ajah!"kata el sambil tersenyum dan berjalan bersama bunda ke tuang tamu.
sesampainya di ruang tamu iki melihat el tanpa berkedip karena melihat kecantikan el
"iki kedip nak belum muhkrim!"kata bunda anis dan di akhiri dengan tawa.
"ya udah bun yah el dan iki berangkat dulu,assalamualaikum"kata el sambil sambil mencium tangan bunda dan ayah begitu pula dengan iki
mereka pun pergi ke salah satu pusat dimana mereka akan membeli perlengkapan yang kurang.
"agkhh akhirnya sampe juga!"kata el yang lelah karena rumah dan tempat langganan bundanya memang sangat jauh dari rumahnya.
"ya udah yu langsung ajah soalnya nanti siang gw masih ada janji sama rey!"kata el dan berjalan duluan meninggalkan iki yang terdiam setelah el menyebut nama rey dan janji
"kenapa si hati gw selalu kaya gini! gw gak akan ngalah untuk kali ini cukup dulu gw ngalah rela in dhia sama rey tapi untuk el gw gak akan ngalah! dna hari ini gw akan membuat el lupa akan janji sama lu rey!"batin iki sambil tersenyum licik.
"ki cepetan malah diem!"teriak el dan disusul oleh iki.
mereka pun membeli barang yang mereka butuhkan 2 jam setengah el sudah selesai dengan barang barang yang dia inginkan tapi tidak dengan iki.
"ki lu udah belum sih! perasaan keranjang lu barung barang yang gw pilihin yang sesuai dengan di catatan! lu beneran gak ada yang lain?"tanya el yang sedari tadi melihat iki tak memilih barang satu pun.
"hmz gak ada yang bagus di sini el nanti temenin gw ke langganan nyokap gw ajah gimana?"tanya iki sambil menatap el yang sedang memilih makanan.
"hmz boleh deh tapi jangan lama lama ya soalnya gw kasian sama rey!"jawab el kepada iki yang membuat iki semakin kesal.
"ojy!"kata iki dengan senyum masam.
__ADS_1
setelah el membayar semua belanjaanya mereka pun pergi ke tempat langganan dimana tempat itu benar benar jauh dari kota mereka.
"gila sih ini jauh banget! yaudah ayo cepetan!"kata el sambil berjalan terlebih dahulu.
mereka berdua berjalan dan memilih barang barang yang di inginkan namun perasaan el tak enak sebab el merasa bahwa iki memang sengaja untuk melama lamakan situasi ini.
DI KEDIAMAN REY
"dimana si el katanya jam satu sekarang udah jam tiga dia belum juga dateng!"kata rey berdengur kesal
"apa el emang bener bener jatuh cinta sama iki?"
"aghkk! sialan gw benci sama lu an*i**"kata rey sambil membanting lampu tidur di kamarnya
brakkkk
"rey. astaga naga kamu kenapa rey?"tanya cici ani yang kaget melihat kamar rey begitu berantakan dan lampu tidur yang sudah pecah.
"gak aku gak papa cici boleh keluar!"kata rey dengan nafas tak beraturan.
"kamu yakin rey cici tau betul kamu!" kata cici ani
"iya dan satu lagi ci aku mau tanya apakah ada perempuan yang datang ke sini?"tanya rey berharap cici ani berkata iya
"tidak ada, setau cici dari tadi hanya ad..."kata cici ani yang terputus oleh suara rey
"cukup ci cukup sekarang tinggalin rey sendiri!" kata rey dengan emosi
"baik!"kata cici ani dan keluar meninggalkan rey.
"sialan!"kata rey sambil memukul tanganya ke tembok dengan keras sehingga membuat tanganya berdarah.
Di tempat lain
"ki cepetan sebenernya lu mau milih yang mana ini udah jam tiga ki dari tadi lu gak milih milih gw ajah sampe udah belanja 4 kresek masa lu belum!"kata el emosi karena dari tadi iki tidak memilih barang apapun dan hanya melihat kearah el.
"karena gak yang gw suka terkecuali liat wajah lu lama lama!"kata iki yang membuat el mengerti akan maksud iki membawanya ke sini.
"ki kalo lu gak suka barang yang ada di sini lu gak usah buang buang waktu gw! lu inget gw masih punya janji sama rey!"kata el yabg emosi dan berlari meninggalkan iki.
"el tunggu!"kata iki sambil berlari mengejar el.
"el tunggu lu mau kemana?"tanya iki yang sudah memegang tangan el
"lepasin tangan gw gw mau kerumah rey karena gw masih punya janji sama dia dan gw kecewa sama lu!"kata el sambil menatap iki dengan mata yang berkaca kaca.
"ya udah gw anter!"kata iki yang tidak tega karena melihat mata el yang berkaca kaca.
"kenapa lu selalu perduli sama rey el kenapa? apa lu suka sama dia! tapi orang tua lu gak akan ngerestuin itu el!"kata iki dengan nada yang emosi.
"bukan urusan lu!"kata el dan langsung menaiki taksi yang telah di pesannya.
"akghk sialan! mau gak mau gw harus jujur sama bunda dan ayah tentang agama lu rey! di saat harapan gw hancur."kata iki dan mengacak acak rambutnya.
"pak jalan sesuai lokasi ya pak!"kata el dengan di iringi airmata.
"tapi kemungkinan sampai di jalan kemang itu setelah magrib bu apa tidak apa apa?"kata pak supir.
"cepet pak! plis ngebut pak!"kata el dengan menangis dan di anggukan oleh pak supir.
"*rey maafin gw,rey maafin gw gara gara gw menerima tawaran iki gw jadi telat ke rumah lu maafin gw rey maafin gw."batin el sambil memandangi foto rey di handopenya.
3 jam el menempuh perjalan dan akhirnya el sampai di rumah rey.
"ini pak makasih ya pak."kata el sambil memberikan uang ongkosnya.
"terimakasih bu!"kata pak supir*.
el pun keluar dari mobil dan berlari menuju rumah rey.
"huft huft huft,gila si rumah segede ini tapi di dalem banget cape gw! gw harap rey gak marah sama gw!"kata el denga napas ngos ngosan
"gila ini rumah apa rumah sih!"kata el sambil menekan bel.
krekkkk
"eh ada tamu,mau cari siapa?"tanya cici ani
"saya temen rey bu"kata el yang membuat cici ani teringat pertanyaan rey tadi.
"*apa perempuan ini yang di maksud oleh rey sampai membuat rey melukai dirinya?aku rasa dia bisa menghentikan rey!"batin cici ani sambil melihat dari atas hingga bawah.
"cantik juga!"batin cici ani*.
"bi apa saya bisa bertemu dengan rey?"tanya el kepada cici ani
__ADS_1
"ow ya silahkan masuk!"kata cici ani dan el pun ingin mengucapkan salam namun mulutnya tertahan karena melihat salip yang terpapang di ruang tamu.
"assalamualaikum"batin el
"mari saya antarkan ke kamar rey"kata cici ani dan di anggukan oleh el.
mereka pun sampai di depan kamar el
"ini kamarnya rey,kalo begitu cici tinggal ya!"kata cici ani dan di anggukan oleh el.
"sialan!aghkkk brak brak brak!" teriakan dari dalam yang membuat el khawatir dan takut.
krekkk
suara pintu terbuka.
"siapa yang suruh kalian masuk!"kata rey yang meninjukan tanganya yang berdarah ke tembok hingga darahnya menetes.
"rey lu kenapa?"kata el yang melihat rey memukul tanganya ke tembok dan mengeluarkan darah begitu banyak dan berlari melemparkan barang belanjaanya ke kasur.
"lu kenapa lu dateng kesini? udah seneng senenganya sama iki!"kata rey sambil meniju tanganya ke tembok.
"lu kenapa sih rey lu kenapa! stop bahayain diri lu sendiri rey!"kata el sambil menari narik tangan rey.
"lu bilang gw kenapa?"tanya rey dan menghentikan pukulannya dan menatap el dengan tajam.
"sebab gw merasa kalo lu itu cewe yang ingkar janji!"sambung rey yang membuat el mengis.
"maafin gw maafin gw gw gak ada niatan untuk ingkar janji sama lu maafin gw!"kata el dengan meneteskan airmatanya dan membuat rey terkejut karena el menangis di hadapanya.
"pukul gw ajah pukul gw sampai lu puas tapi jangan lu siksa diri lu rey!"sambung el sambil memegang tangan rey yang penuh darah
"sstttt udah lu gak usah nangis gw malah tmbah bersalah gw gak papa!"kata rey sambil mengapus airmata el.
"lu harus janji se emosi apapun itu dalam hal apapun itu elu gak boleh melakukan hal ini lagi!"kata el sambil menaiki kelingkingnya.
"iya gw janji."jawab rey sambil menyilangkan kelingkingnya di kelingking el
"sekarang biar gw obatin tangan lu abis itu gw beresin kamar lu dan baru kita nyiapain apa ajah yang harus lu bawa!"kata el sambil menarik tangan rey dan menyuruh rey duduk di kasur.
"lu duduk di sini gw mau ngambil air dan lap p3k lu dimana?"tanya el kepada rey
"di laci meja bawah tv!"kata rey sambil menunjuk.
el pun berlari untuk mengambil air hangat dari kamar mandi rey dan juga kotak p3k
"mana tangan lu!"kata el dan rey pun memberikan tanganya.
el pun membersihkan tangan rey yang penuh darah dan memberikan obatnya.
"cantik dan hari demi hari gw mulai takut kehilangan lu jika kedua orang tua lu dan mami gw tau agama dan disiapa kita sebenarnya! tapi hari demi hari gw pun semakin yakin akan kepercayaan gw dengan agama yang lu anut dan membuat gw ingin menganutnya sejak lama tapi gw masih ragu tapi setelah gw bertemu lu gw yakin akan perasaan ini!"batin rey sambil menatap ke arah el yang mengobatinya.
"kenapa dada gw deg deg degkan gini sih.dan kenapa gw se khawatirnya sama rey dan gw gak mau rey kenapa napa apa gw udah jatuh cita sama rey? tapi bagaimana dengan bunda dan ayah?"batin el yang bimbang.
"udah! sekarang lu duduk di sini biar gw yang beresin pecahan lampu itu!"kata rl sambil berjalan membersikan percikan beling dari lampu itu.
"selesai sekarang dimana koper lu dan baju mana ajah yang mau lu bawa!"tanya el kepada rey
"itu!bajunya lu ajah yang milihin"kata rey sambil menunjuk lemari yang sudah terbuka dan koper yang tergeletak di depannya
"oky gw!"kata el sambil berjalan menuju ke arah lemari
el sudah selesai memilih baju rey yang akan di bawa tapi mata el tertuju akan sebuah saru berwarna hitam,baju koko berwarna biru dan masih banyak lagi baju koko dan sarung yabg tergantung di lemarinya rey dan juga ada alquran yabg tersusub rapih di stap yang paling atas dan juga peci membuat el penasaran dan ingin bertanya namun ia ragu dan takut.
"kenapa kaget ya?"tanya rey tiba tiba karena rey melihat el yang dari tadi hanya diam dan mematung.
"hm eh anu itu kok banyak baju itu di lemari lu?"tanya el gugup dan takut.
"siapa tau besok gw keketuk untuk memeluk itu!"jawab rey dengan santai.
"ow hm yaudah nih baju lu semuanya udah gw masukin kecuali dalem dan ini udah gw beliin kebutuhan lu saat lu di sana!"kata el sambil menyodorkan 2 keresek putih yang dia beli tadi.
"oky mau di anterin gak pulangnya?"tanya rey kepada el.
"gak usah gw udah mesen taksi kok! lu istirahat ajah bay!" kata el sambil berjalan pergi meninggalkan rey yang duduk di atas kasur.
"permisi bu saya mau pamit pulang!"kata el sambil mencium kedua tangan cici ani.
"ow iya makasih ya kamu sudah datang dan membuat rey tenang!"kata cici ani.
"iya bu gak papa. kalo gitu saya pulang dulu ya pu selamat malam!"kata el sambil naik ke dalam taksi yang dia pesan tadi.
"selamat malam"jawab cici ani
el pul berjalan pulang dengan hati yang lega karena di bisa membuat rey lebih tenang dan mengobati lukanya.
oky gaes sigitu dulu jangan lupa like,comen,tap love favorit,dan vote ya
__ADS_1
terimakasih semoga kalian sehat selalu dan dilindungi dari maraha bahaya.
aminnn