
FlashBack
"houhh,jam dua gw belum dhuzur"kata raisa yang baru bangun dari tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
setelah keluar dari kamar mandi dia melihat iki yang baru bangun tidur.
"eh lu sa gw kira el!"kata iki yang membuat raisa sakit hati.
"deg deg deg jantung gw kenapa sakit gini?oh tuhan bantu aku apa yang harus aku lakukan apa aku harus mengalah?atau aku harus maju dan bertahan dengan rasa ini?"batin raisa sambil berjalan menuju sajadah dan mukena yang dia letakan.
iki masih memandangi raisa hingga dia memakai mukena
"cantik!agkh iki lu gak boleh mainin hati perempuan inget walaupun raisa suka sama lu tapi hati lu memilih el buka jadi lu harus kejar el dan menyingkirkan rasa raisa yang suka sama diri lu dan menyingkirkan rasa suka el kepada rey!"batin iki sambil mengacak acak rambutnya.
selesai sholat raisa membuatkan makanan untuk dewa,aya,dan juga iki
"wangi nasi goreng!"kata iki yang keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju dapur.
"eh elu sa lu masak apa?"tanya iki kepada raisa
"masak nasgor lu mau?"jawab raisa yang sedang menuangkan nasgornya yang sudah matang
"mau lah kebetulan gw laper banget!"kata iki yang membuat raisa tertawa
"kok lu ketawa si sa?"tanya iki sambil mengerutkan alisnya.
"lu lucu abisnya!"jawab raisa dengan singkat.
"emang, ow ya lu ngeliat el kagak?"tanya iki yang membuat tawa raisa terhenti
"enggak!"jawab raisa singkat
"wii anak dapur masak apaan nih!"kata aya yang mencium wangi yang sedap
"nasgor lu mau?"tanya raisa singkat.
"mau banget!"kata aya sambil mengambil piring dan memberikannya kepada raisa
"nih!"kata raisa sambil menyodorkan piringnya.
"kalian cocok banget sih!"saut dewa dari belakang.
"apaan si lu kaga jelas!"jawab iki sambil memakan nasi goreng buatan raisa
"emang kok! iya gak ya?"kata dewa sambil bertanya kepada aya.
"yoi cocok.banget!"jawab aya dan membuat raisa tersenyum
"apaan si kalian! gw itu sukanya sama el!"jawab iki yang keceplosan dan membuat hati raisa patah.
"nah kan benar apa gw bilang cinta segitiga!"kata aya sambil melahap nasi goreng tanpa memandang ke arah raisa yang sudah berkaca kaca.
__ADS_1
"bukan segitiga kali tapi segi empat!"jawab dewa sambil menatap raisa yang meneteskan airmata
"hah siapa ajah?"tanya aya sambil menatap ke arah dewa
"lu liat ajah sendiri!"kata dewa yang membuat aya melihat ke arah iki dan berhenti menatap raisa yang manangis.
"sa lu kenapa?"tanya aya sambil meletakan piringnya dan membawa raisa ke kamar mandi agar raisa bisa menceritakan semua perasanya.
di kamar mandi
"sa kenapa?"tanya aya sambil menghapus airmata raisa
"lu suka sama iki?"tanya aya sambil mendangakan wajah raisa
"iya gw suka sama iki! gw sayang sama iki! tapi cinta dan rasa sayang gw bertepuk sebelah tangan! sakit rasanya"jawab raisa dengan tangisan dan di peluk oleh aya
"lu tenang ajah el gak ada rasa sama si iki kok kalo gw perhatiin el cuman suka sama rey tapi karena mereka beda agama makan mereka masih kaya takut untuk mengutarakannya! jadi lu harus semangat ya terus gw yakin lu bisa dapetin hati iki!"kata aya sambil memeluk raisa
di dapur
"ki gw rasa raisa suka deh ama lu!"kata dewa yang membuka pembicaraan
"emang gw udah tau!"jawab iki dengan santai
"terus lu ngapain kejar orang yang gak ada rasa sama lu?"tanya dewa kepada iki
"ya karena gw suka sama el dan gw sayang sama dia!"jawab iki dengan tatapan tajam
"bukanya dhia itu matan lu juga?dan bukanya lu juga yang ngenalin dhia ke rey waktu itu?"tanya dewa sambil menaikan alisnya
"ya emang gw kenalin dia buat jadi temen bukan pacar! lagi pula kalo bunda anis sampai tau el dan rey gak akan pernah di izini untuk bertemu aoalagi untuk jatuh cinta! kita liat ajah tanggal mainya!"jawab iki sambil menuju ke tempat tidurnya
"gila lu kalo lu sampai kenapa napa gw gak akan pernah mau bantuin lu!"kata dewa yang sedikit emosi.
aya dan raisa pun keluar dari kamar mandi.
"sa ke pantai yuk!"ajak iki tiba tiba yang membuat raisa tersenyum
"ayok!"kata raisa bersemangat.
raisah dan iki pun kuar kamar dan menuju ke pantai
sedangkan dewa dan aya menyusul nantinya.
"ya gw mau ngomong sama lu!"kata dewa yang membuat suasanan jadi tegang
"ngomong apa?"tanya aya yang tegang
"gw rasa lu harus jahuin el dari iki dan deketin iki sama aya soalnya gw gak mau ada tempur antara sahabat dan sahabat!"kata dewa dan meninggalkan aya yang terdiam karena masih bingung akan omongan dewa
"maksudnya?"teriak aya sambil mengejar dewa
__ADS_1
di perjalanan menuju pantai iki dan raisa hanya saling diam
sesampainya di pantai iki melihat rey dan el sedang berhadap hadapan dan membuat hati iki panas dan marah!
dan iki pun datang untuk mengejutkan mereka namun raisa hanya diam dan melihat bahwa iki memang tidak ada rasa sama sekalipun dengannya
"eh ngapain bengong?"tanya aya yang sudah sampai di pantai dan melihat raisa yang terdiam mematung
"gak papa!"kata raisa sambil menatap aya.
"eh sah mending lu ajak iki ke es kelapa situ siapa tau dia tumbuh benih benih cinta sama lu!"kata aya dan di anggukan oleh raisa
mereka pun berjalan menuju iki rey dan el
"ki kita ke sana yuk!"ajak raisa sambil menunjuk ke arah pedang es kelapa
"ya udah ayo!"kata iki sambil berjalan menuju pedang es kelapa
sesampainya di sana iki dan raisa memesan es kelapa 2 dan duduk saling hadap menghadap
"dia cantik dan memiliki hati yang tulus tapi gw gak ada rasa apa apa sama dia tapi kenapa di saat gw duduk di hadapanya gw merasa degdegkan gini! gak ini hanya rasa sebagai lelaki normal ajah!"batin iki sambil membuang muka.
"sa gw mau nanya boleh?"kata iki yang memecahkan suasana sepi
"boleh mau tanya apa?"jawab raisa sambil meminum es kelapanya
"si el emang suka ya sama rey?"tanya iki dengan sedikit lembut
"hmm kalo di liat dari sikapnya si iya tapi kalo dari cerita el si bundanya gak ngizinin el buat pacaran sama cowo yang berbeda agama sama dia sebelum dia mualaf!"jelas raisa dengan sedikit gemetar dan menahan tangis
"ow terus kalo kesukaan el apa?"tanya iki kepada raisa
"hmm coklat kali ya gw juga gak tau pasti!"jawab raisa sambil membuang muka.
"kalo gw sama el cocok gak sa?"tanya iki yang memang sengaja untuk memupuskan hati raisa
"soalnya gw suka banget sama el dan bokap gw sama bokapnya el sahabatan dari smp"sambung iki dengan senyuman licik
"ow!"jawab raisa singkat
"kenapa di saat kebahagiaan datang dan rasa kepediha. pun menghampiri? gw suka sama lu tapi lu malah ngomongin orang lain di hadapan gw! gw sayang sama lu tapi rasa sayang lu cuman buat dia! gw bisa apa? gw juga cuman manusia biasa yang menginginkan di cinta dan mencinta bukan hanya mencintai dan di khianati seperti ini! gw gak tau disini siapa yang salah antara el ataupun iki atau diri gw sendiri tapi gw untuk kebelakangan ini gw lebih memilih untuk menyendiri!"batin raisa dan menahan airmatanya
"ki gw izin balik ke kamar ya!"kata raisa dan di anggukan oleh iki
"*matanya berkaca kaca! apa setajem itu gw ngomong? kenapa hati gw ngerasa bersalah gini?"batin iki sambil menatap raisa yang berlari menuju hotel
oky gaes sigitu dulu jangan lupa like,comen,tap love favorit,dan vote ya
terimakasih semoga kalian sehat selalu dan dilindungi dari maraha bahaya.
aminnn*
__ADS_1