KISAH CINTA BEDA AGAMA

KISAH CINTA BEDA AGAMA
23. Amnesia


__ADS_3

Tengku dan Ahmad membawa el ke rumah sakit. Dengan hati yang kacau dan pikiran yang berantakan ahmad hanya bisa menatap sendu el yang sedang memejamkan mata dengan kepala yang di ikat dengan kain putih.


"abang bingung dek abang harus gimana sekarang, abang kecewa sama rey atas perbuatannya yang buat kamu seperti ini dek, di sisi lain abang takut kamu akan seperti ibu dan ayah"batin rey sambil menatap tengku yang menggengam tangan erat el


"sayang el ayah mohon bertahan sayang, el kuat ayah tahu itu"kata tengku sambil mencium tangan el berkali kali.


Perlahan tangan el bergerak dan membuka matanya perlahan lahan. Membuat tengku dan ahmad kaget dan menghapus airmata masing masing.


"ayah,abang"panggil el lirih.


"iya sayang ayah di sini,kuat ya sebentar lagi kita sampai"kata tengku sambil menggengam erat tangan el.


"yah el gak kuat, el mau pulang"kata el dengan nada yang serak.


"iya nanti kita pulang tapi el kuat dulu ya, pak tolong agak cepat sedikit pak"kata tengku yang sudah di basahi oleh airmatanya.


"yah el mau pulang el.."kata el terpotong dan perlahan memejamkan matanya membuat ahmad dan tengku berteriak.


"ELL"


"bangun sayang abang janji abang akan selalu ada buat kamu jangan tinggalin abang el"kata ahmad sambil memeluk el yang masih memejamkan matanya.


"el anak ayah bangun nak, jangan tinggalin ayah ayah mohon bangun"kata tengku yang menangis menatap putri kesayanganya memejamkan matanya.


sesampainya di rumah sakit el segera di bawa ke ruang UGD. Ahmad dan Tengku yang panik hanya bisa menangis dan berjalan seperti strikaan.


Tak lama dari itu dokter keluar dari ruang UGD. Membuat tengku melangkah cepat ke arah dokter dan menanyakan ke adaan el.


"dok bagaimana ke adaan anak saya?"tanya tengku kepada dokter.

__ADS_1


"maaf pak anak bapak tidak bisa kami selamatkan"kata dokter membuat tengku dan ahmad lemas dan terkejut


"hahahahahaha enggak dok pasti dokter bercanda kan"kata tengku sambil tertawa dan menatap dokter dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi maaf kami tidak bisa menyelamatkan anak bapak"kata dokter dengan nada yang sedikit berat.


"RUMAH SAKIT MACAM APA INI! SAYA BISA MEMBUAT RUMAH SAKIT INI BANGKRUT! UNTUK APA KALIAN MENGEJAR KULIAH KALIAN TAPI TIDAK BISA MENYELAMATKAN ANAK SAYA!"teriak tengku di iringi airmata di pipinya dan rahang yang melebar.


"yah sabar yah, lebih baik kita liat el yah"kata ahmad sambil mengelus punggung tengku.


Ahmad dan Tengku masuk kedalam ruangan el di ikuti dokter. Di ruangan tengku hanya bisa menatap el tanpa berkata satu dua kata pun.


"anak ayah kenapa tinggalin ayah?? hemz el kenapa pilih tinggalin ayah?? El gak sayang sama ayah?? El marah sama ayah?? Ayah ngelakuin ini semua demi kebahagian el, el sayang bangun yuk, el kuat el anak ayah paling kuat bangun ya sayang"kata tengku sambil meneteskan airmata dan mengelus rambut el.


"dek kenapa kamu tinggalin abang?? Abang belum siap dek, ayo buka mata kamu bilang sama dunia kalo kamu itu kuat, abang sayang kamu dek, abang gak tau harus bilang apa nanti sama bunda, kamu tega tinggalin abang??"kata ahmad yang menatap el yang masih memejamkan matanya.


Ruangan el hanya terdengar suara tangisan dan harapn ahmad dan tengku agar el kembali membuka mata. Entah keajaiban apa perlahan alat monitor berbunyi kembali dan membuat semua orang di ruangan terkejut.


"biar saya periksa pihak keluarga bisa menunggunya di luar"kata dokter dan di anggukan ahmad.


El kembali di periksa dokter. 3 jam pemeriksaan membuat tengku memikirkan yang tidak tidak tentang el. Hingga langkah kaki terdengar berlari ke arah tengku dan ahmad.


"yah"panggil anisa kepada tengku dan membuat tengku bangkit dari duduknya dan menatap ke arah anisa


"gimana ke adaan el yah??"tanya anis dengan airmata yang sudah menetes, tidak ada perkataan apapun tengku hanya bisa memeluk istrinya dan menangis dipelukannya.


"bang el gimana keadaanya?" kata zaky yang menatap ahmad duduk di samping pintu ruangan el dengan tatapan kosong


"el masih di periksa sama dokter"kata ahmad dengan nada yang dingin tanpa menoleh ke arah zaky

__ADS_1


krekkk suara pintu terbuka membuat ahmad berdiri dan menatap ke arah dokter.


"gimana dok keadaan adik saya? Dia baik baik ajah kan?? Dia sehatt kan dok??"tanya ahmad dengan nada yang bergetar.


"alhamdulilah operasi el berjalan dengan lancar, namun el akan mengalami koma dan amnesia secara permanen"kata dokter membuat semua orang terkejut.


"amnesia? Koma?"kata puput dan menggelengkan kepala


"boleh saya melihat anak saya?"tanya tengku dengan suara yang berat


"mohon maaf pak untuk beberapa hari kedepan pasien belum bisa untuk di jenguk, namun kalian bisa melihat pasien dari kaca pembatas"kata dokter membuat puput dan anisa pingsa tak tahan mendengar keadaan el.


"sayang"kata zaky yang kaget dan segera menggedong puput ke ruang pasien


"bunda"teriak tengku dan ahmad bersamaan.


"El, gw bingung harus gimana?? Apa nanti di saat lu sadar lu gak akan inget gw??"kata aya sambil mengusap kaca pembatas dan meneteskan airmatanya.


Dewa yang mengetahui keadaan el pun ikut merasakan kehilangan dan sakit. Mengambil foto el dengan ponsel dan mengirimnya kepada rey.


Di sisi lain rey yang merasa bersalah dan merasa malu kepada dirinya. Atas semua kelakuan dirinya di hadapan orang tua el dan el membuat dirinya prustasi.


"argk kenapa kenapa jadi begini! Rey lu emang bener bener bodoh gak ada otak!"teriak rey sambil memukuli tanganya.


drett drett, handphone rey bergetar membuat rey membuka ponselnya dan melihat pesan yang di berikan oleh dewa.


Dewa: el ngalami amnesia permanen kemungkinan dia gak akan inget siapa siapa dan ini keadaan el sekarang.


__ADS_1


"el,ini semua gara gara gw terlalu terpancing emosi, sayang maafin aku ya karena aku kamu harus "kata rey terpotong dengan isak tangis yang tak tertahan.


Bersambung


__ADS_2