Kisah Putri Jinyan

Kisah Putri Jinyan
Episode 21


__ADS_3

Pangeran Jin datang mengunjungi Jinyan di Biro Perkebunan.


Pangeran Jin,”Jinyan, saya membawakan mu ini”


Jinyan senang, “ini adalah Kue Osmanthus yang aku sukai sejak kecil”


Pangeran Jin membujuk Jinyan untuk segera pergi dari sini dan pulang ke rumah, tetapi Jinyan menolak, ia masih memiliki beberapa hal yang harus ia lakukan.


Kasim Xi masuk ke dalam, ia terkejut melihat kedekatan Jinyan dengan Pangeran Jin.Kasim Xi dan Jinyan sedang jalan-jalan di sekitar Biro Perkebunan.


Kasim Xi,”Nona Jinyan, kamu sangatlah hebat, kamu bisa dekat dengan Pengawal Zhong bahkan Pangeran Jin”


Jinyan,”tidak seperti yang kamu pikirkan”


Jinyan dan Kasim Xi didatangi para pelayan Biro Perkebunan yang kemarin mereka beri obat tidur. Mereka hampir dihukum oleh para pelayan tersebut, tetapi tidak jadi saat tahu bahwa Kasim Xi adalah anak angkat Kasim Li (Kasim Pangeran Yu).Pangeran Yu dan Pangeran Jin berkunjung ke kediaman Ibunda Permaisuri.


Pangeran Yu menyindir bahwa Pangeran Jin adalah anak yang berbakti karena sering mengunjungi Ibunda Permaisuri, sedangkan Pangeran Jin menyindir Pangeran Yu yang berusaha mencari surat wasiat. Ibunda Permaisuri pun mencoba melerai mereka.

__ADS_1


Zhong Li melapor kepada Pangeran Yu, “Pangeran Jin terlihat pergi ke Biro Perkebunan, Pangeran Jin dan Jinyan terlihat sangat dekat. Bukankah itu mencurigakan?”


Pangeran Yu kesal mendengarnya,”Dia tidak tahu malu. Bisa-bisanya seorang pelayan wanita punya waktu berhubungan rahasia dengan orang lain”


Zhong Li,”Pangeran, bukankah pelayan ini harus dihukum”


”suruh dia melakukan lima pekerjaan sekaligus, harus selesai hari ini!!” ucap Pangeran Yu, kemudian pergi.


“hah, begitu saja” gumam Zhong Li bingung.


Kasim Xi,”Nona Jinyan, aku akan membantumu”


“tidak usah” ucap Jinyan sambil menguap.


Kasim Xi,”serahkan saja padaku, kamu tenang saja”


Jinyan,”baiklah, terimakasih atas bantuanmu”

__ADS_1


Kasim Jiang datang ke Biro Perkebunan untuk mengambil beberapa sayur gong untuk Ibunda Permaisuri. Namun pelayan Biro Perkebunan melaporkan bahwa ladang sayur gong telah hancur.Kasim Jiang terkejut mendengarnya. (sayur gong adalah sayur kesukaan Ibunda Permaisuri).Pangeran Yu marah saat mendengar ia disebut tak berbakti kepada Ibunda Permaisuri hanya karena ladang sayur gong.


Zhong Li mencoba menenangkan,”Pangeran, sayur gong sangat susah tumbuh, dan di Biro Perkebunan hanya ada dua ladang. Satu ladang telah hancur karena Tuan Muda An dan satu lagi telah hancur tadi malam. Ibunda Permaisuri hanya emosi sesaat saja”


**✵Biro Perkebunan✵**


Pangeran Yu marah saat mendengar ia disebut tak berbakti kepada Ibunda Permaisuri hanya karena ladang sayur gong.


Zhong Li mencoba menenangkan,”Pangeran, sayur gong sangat susah tumbuh, dan di Biro Perkebunan hanya ada dua ladang. Satu ladang telah hancur karena Tuan Muda An dan satu lagi telah hancur tadi malam. Ibunda Permaisuri hanya emosi sesaat saja”


**✵Biro Perkebunan✵**


Jinyan lesu,”apakah kamu ingin mati”


Kasim Xi,”hah, kenapa harus mati?”


**✵Bersambung✵**

__ADS_1


__ADS_2