Kisah Untuk Kita

Kisah Untuk Kita
Bab Tiga


__ADS_3

Isi surat...


......Dear Adelia Saraswati......


Maaf kalau saat kamu baca surat ini, aku udah ga ada disampingmu lagi! Walaupun aku sangat ingin selalu berada disisimu. Jujur aku nyaman bila bersamamu. Akan tetapi aku tidak bisa jika melihatmu terus bersedih jika berdekatan denganku. Maaf ga nepatin janji! maaf pergi tanpa pamit, dan ambil keputusan sebelah pihak. Mungkin saat kamu membaca surat ini. Kamu sudah jauh lebih baik dari Lia yang aku kenal sebelumnya. Terimakasih atas kebersamaan kita. Aku bakalan datang kembali, dan jagain kamu lagi. Tunggu aku ya, maaf aku cuma berani kenalan melalui surat ini. Sebenarnya orang yang dimaksud Siska adalah aku, aku Bram Prasetyo. Adalah orang yang menjadi alasan Siska untuk merundung kamu. Sampai ketemu kembali, My Sunshine.


^^^^^^Salam hangat , ^^^^^^


^^^Bram Prasetyo.^^^


Lia terperangah jika mengetahui identitas Bram melalui sepenggal surat ini. "Nyesel kan kalau gue tahu dia Bram, mungkin gue ga akan bicara begitu saat hari terakhir kita ketemu, sekarang Bram dimana ya?"Lia meratapi nasibnya.


...****************...


Mau tidak mau Lia harus mengikuti kemauan sang bunda yang menyuruhnya pindah ke kota Bandung. Setelah menyusun semua keperluannya nanti. Lia segera berangkat mengenakan mobil Pajero sport berwarna silver, yang dikendarai oleh pak Harto sang supir dikeluarga mereka.


Entah alasan apa, ia diminta untuk tinggal dibandung. Memang Bandung merupakan kota kelahirannya. Tapi tampaknya Lia begitu senang, ia bisa bersekolah disekolah impiannya. Minggu depan merupakan hari pertama ia melaksanakan Kegiatan Masa Orientasi Siswa. Librathul High school merupakan sekolah yang terbaik se-Indonesia. Maka selain memerlukan biaya yang mahal, penting juga memiliki otak yang cermelang. Biasanya akan dilakukan serangkaian tes, guna memastikan murid yang diterima adalah murid berkompeten.


Berbeda halnya dengan Lia yang diundang secara langsung oleh pihak Yayasan, Lia merupakan Lulusan terbaik dijakarta. Maka ia berhak untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Ia diminta oleh Bunda Risty dan Ayah Dimas, agar tinggal dirumah Tante Maya dan Om Frans. Tante Maya merupakan adik kandung dari Bunda Risty sendiri. Rumah Tante Maya sangat luas, dikarenakan ia merupakan seorang aktris papan atas. Sementara ia memiliki anak lelaki yang bernama Dante Valreand. Merupakan seorang pengusaha muda serta siswa ilmu kedokteran tingkat akhir di sebuah universitas ternama di Amerika serikat. Sebenarnya pun, Dante masih seorang siswa kelas XI disebuah SMA, karena mengikuti akselerasi maka ia memotong waktu pendidikan. Jangan lupakan IQ-nya yang begitu tinggi, maka ia bisa sukses di usia muda.


Sesampai dirumah megah itu Lia disambut hangat, dan diajak makan bersama diruang makan keluarga. "Kak Iaaa, Akhirnya kakak datang juga!"teriak seorang anak kecil yang menghampiri Lia.


Melihat kursi kosong tak di isi oleh pemiliknya membuat Dante menatap kedua orangtuanya. Maya yang mengerti akan maksud sang anak langsung menunjuk kearah tangga.


"Tuh Iqbaal adik kamu!"


Seseorang turun dari arah tangga, berjalan santai menuju ke area ruang makan. Dan langsung menduduki bangku kosong yang tersisa.


"Dia siapa sih, kok ganteng banget?"


"Kok Alwi disini?"Tanyanya.


"Ga boleh apa sarapan bareng tetangga?"Alwi balas bertanya.


"Ga usah ribut, habis ini Mama mau bantuin kak Dante buat prepare, kan besok mau ke Amrik!"


"Hah ngapain Tante?"tanya Lia.


"Kamu sih, kelamaan dijakarta, ga tahu kan kalau kakak kamu Minggu depan mau wisuda."


"Wisuda SMA?"


"Bukanlah, ya wisuda program diploma strata satu magister ilmu kedokteran!"ujar Iqbaal.


"Hah?"Lia tak habis pikir jika Dante sangat Genius.

__ADS_1


...****************...


Keesokan harinya mereka kembali sarapan bersama, Lia menikmati nasi goreng miliknya dengan lahap.


"Ma! Pa! Al berangkat dulu ya,"ujar seseorang yang baru saja turun dari tangga. Ia mengenakan seragam sekolah lengkap dan rapi.


"Ga sarapan dulu?"


"Enggak!"Ketus Iqbaal dingin, lalu menyalami kedua orangtuanya. Saat Pemuda itu hendak meninggalkan ruang makan, Maya memanggilnya kembali.


"Bareng Lia aja boleh ya Al?"pinta Maya dengan penuh harap.


"Ta—tapi mah?"Iqbaal jelas menolak, ia malas berurusan dengan perempuan. Kecuali ibunya sendiri, menurutnya perempuan itu ribet.


"Ga ada komentar Al!"titah sang papa mutlak harus dituruti.


"Gapapa Om, aku bisa berangkat sendiri, lagian juga ada mang Karjo."


"Berangkat sama Iqbaal!"teriak Maya kehabisan akal.


"Nggak mau mah!"tolak Iqbaal semakin ngotot.


"Yaudah kamu bareng saya aja Iaa, saya anter." Dante yang baru saja datang, berniat untuk sarapan mengurungkan niatnya.


"Ta—tapi jam delapan pesawat kamu terbang kan?"


Mengambil selembar roti, lalu meneguk susu hangat setengah gelas. Dante langsung menyalami kedua orangtuanya. Disusul Lia yang mengikuti langkahnya juga.


15 menit kemudian...


"Kok pelan banget sih kak?"Lia menatap Dante dari kaca spion. Motor ninja berwarna biru yang dikendarai Dante memang sangat pelan.


"Yaudah Saya ngebut, kamu pegangan ya,"


Lia mengangguk lalu memeluk erat pinggang sepupunya. Tepat ditikungan depan Dante memasuki sebuah gerbang yang sangat tinggi. Menepikan motornya di trotoar parkiran sekolah, ia mencegat Lia yang hendak masuk kedalam koridor sekolah.


"Bentar, Saya mau ngomong! Kamu kenapa sih lama banget balik kesini! kangen tahu! sekalinya balik, eh waktunya ga tepat, saya bakalan ke Amrik!"Lia hanya terkekeh untuk merespon ucapan Dante.


Tak lama mereka dikerubungi oleh beberapa murid Librathull high school. Lia menatap sebagian siswi yang hendak meminta berfoto bersama dengan Dante.


"Itukan Dante Valreand! anaknya Maya Aluna, wah dia kok bisa disini ya,"


"Ih ganteng banget aslinya,"


"Aduh senyumannya manis banget,"

__ADS_1


"Ternyata dia ramah ya, ga seperti adiknya,"


"Andaikan dia mau jadi pacarku,"


Seorang siswi putih tinggi dengan rambut curly nenghampiri Dante Lalu mengecup singkat pipi kirinya. Membuat Dante terlihat melotot, ia maklum jika banyak yang mengidolakannya. Tapi ia tidak bisa memberi dispensasi terhadap gadis yang dengan berani menyosor pipinya. Untuk pertama kalinya, tidak ada yang berani melakukan itu sebelumnya.


Menyadari situasi Lia menghalau kerumunan, membuat murid itu bersorak-sorai tak terima. "Maaf teman-teman kak Dante lagi buru-buru, mohon diberikan jalan!"teriak Lia memohon pengertian. Beberapa murid menyingkir memberi jalan, agar motor Dante dapat lewat.


...****************...


Dilapangan sudah dipenuhi oleh murid baru yang akan melakukan kegiatan MOS. Lia begitu takjub memandangi bangunan sekolahnya. Begitu besar, luas dan mewah. Melirik semua barisan yang tertata begitu rapi, jika ditaksir mungkin total keseluruhan ada sekitar 500 orang murid baru.


Seroang pemuda dengan pakaian rapi, memakai kacamata, berkulit putih dan bermata sipit. Mengalihkan seluruh atensi kerumunan murid, disebelahnya berjejer rapi beberapa orang-orang keren lainnya.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh, baiklah, minta perhatiannya sebentar, nama saya Rasya Pranata. Merupakan Wakil Ketua Osis disini, saya mewakili ketua Osis untuk memimpin kegiatan kita pada pagi hari ini,"


Semuanya serempak menjawab salam, memancarkan aura cerah saat menatap para anggota osis.


"Disebelah kiri saya itu adalah sekretaris osis, namanya Verell Sadewa. Selanjutnya disebelah kanan saya ada Bryant Anggara, ia adalah bendahara osis. Selebihnya ada Kevin, Darent, Ali, Salsa, Stefi, Lili, dan Kirana, mereka semua adalah kordinator osis, mengerti adek-adek?"


"Paham Kak!!"Serempak semua murid baru.


"Kami ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan Librathull high school,"


"Kak mau tanya, Ketosnya mana ya?"


"Sebentar lagi akan datang!"jawab Ali mewakili.


Verell mulai meletakan sebuah whiteboard ketengah lapangan. Dan mulai menulis beberapa kalimat disana.


"Hah jejak kaki!"


"Air darah apaan sih?"


"2 Citato 1 Taro?"


"Surat Cinta,"


Semua dibuat kaget dengan instruksi yang tengah diberikan oleh anggota osis. Berbagai ekspresi terpancar dari wajah murid baru 'HLS'.


"Dia kemana sih? mentang-mentang ketua osis, malah seenaknya!"kesal Salsa.


"Trus kita harus ngapain ini?"tanya Bryant.


"Yang bisa bikin acara ini meriah ya cuma Ketos Lo tuh,"Imbuh Kevin.

__ADS_1


"Kak kita ngapain ya disini?"tanya seorang pemuda dengan raut wajah kesal.


"Baiklah adik-adik kita pindah ke Aula ya, supaya lebih adem,"instruksi Rasya.


__ADS_2