
Sebelum tidur, adinda menatap foto Al yang di pasang di dalam frame termahal yang pernah dia beli. Begitulah bila seorang perempuan sudah jatuh cinta. Selalu ingin memberikan yang terbaik bagi pasangannya meski untuk hal - hal yang kecil.
Persis seperti Adinda.
Frame kayu berwarna coklat gelap itu adalah frame termahal yang sengaja ia beli karena ia sengaja ingin memasang foto Al di dalamnya. Bahkan untuk sebuah frame pun, ia menginginkan yang terbaik.
Adinda memandang foto itu dalam- dalam sebenarnya ia ingin membanting frame foto itu dan mencabut foto Al, untuk melampiaskan kemarahannya. Tapi mengingat harga frame yang cukup mahal itu membuatnya berpikir dua kali.
Setelah berapa menit dalam diam, Adinda mengeluarkan foto al dan mengambil spidol hitam yang bisa di gunakan papan tulis.
"Dasar kadal! Tukang selingkuh, Playboy!' Adinda memaki foto yang Adinda anggap itu Al dalam bentuk asli. Ia membuka spidol dan mulai memberikan sedikit sentuhan karya seni.
- di kepala, Adinda memang sebuah tanduk
- Adinda membuat taring drakula di foto Al yang sedang tertawa lepas, saat itu.
- Adinda menggambar trisula yang sedang si genggam Al.
Eemm, terlihat begitu tampan dan manis, kamu sangat cocok seperti ini.
- Adinda memberi Al sebuah ekor.
Terlihat begitu sempurna.
Tiba - tiba Adinda di kaget kan dengan deringan handphone.
beep beep
Muncul nama Al di layar.
"Halo....."
"Hai......"
Si pengkhianat
Suaranya tenang banget, seperti tidak berdosa.
Dasar kadal!
"Hey...... ada apa?" jawab Adinda malas.
"Tadi siang kan aku udah bilang mau nelepon kamu malem ini."
"Umm....."
__ADS_1
"Maafin ya tadi aku cepat - cepat tutup telepon, lagi rapat di himpunan. Nggak enak banget, kan, Din nerima telepon paa lagi rapat gitu."
*Rapat di himpunan?
Itu yang namanya rapat, rapat dengan si Nenek Sihir itu.
Lagian kalo lo emang rapat, kenapa itu handphone nggak lo matiin.
Cuih!
Muak gue dengarnya.
Jelas - jelas gue lihat segede - gede Gajah gitu lo lagi pacaran, mau bohong apa lagi si lo Al*.
"Oh.....Okay....sorry aku nggak tau kalau kamu lagi rapat, habis handphone - nya nggak mati."
"Iya, aku lupa banget matiin, makanya telepon kamu jadi masuk."
*Wih, masih mau ngadalin gue dia.
Basi tau nggak*!
"So....... sekarang aku nelepon, kalau boleh tau tadi ada apa Din kamu nelepon?" Tanya Al dengan sopan.
"Pengen aja dengar suara kamu..... dengar kabar kamu setelah dua hari kita putus.... siapa tau udah punya pacar baru..... aku, kan pengen si kenalin. Adinda mencoba menjebak.
*Masa, sih, aku punya pacar baru lagi*.
well.... well..... well......
Gue pengen lihat sejauh apa lo bisa ngarang bebas.
"Aku becanda, kok..... lagian, nggak mungkin kan secepat itu kmu ngelupain aku dengan ngerangkul cewek lain dan berduaan di taman depan aula barat misalnya. Iya kan, Al?"
"Hahaha........." Al tertawa, tidak menjawab pertanyaan sama sekali.
"Aku nggak ngelucu loh, Al."
"Hmm...... kamu pasti udah ngantuk deh, ngomongnya kok ngaco gitu."
Ini adalah salah satu cara yang sopan untuk menghindar.
"Nggak, nggak.... aku nggak lagi ng—"
"Ya udah, udah dulu ya, teleponnya. Met bobo, Din...... mimpi indah, ya." Al cepat - cepat memotong pembicaraan.
__ADS_1
KLIK
Go to hell!
*Lagi - lagi dia mutusin telepon sebelum gue selesai ngomong.
Ketara banget di menghindari gue.
Ini bener - bener ngeselin.
Dasar tukang bohong*.
Adinda masih menggenggam Handphone
langsung mencari nama kontak Al, dan meng editnya menjadi tukang selingkuh.
Al yang semula di buat namanya my prince di ganti menjadi tukang selingkuh.
Adinda menggerutu. Ia lalu meraih foto Al yang sudah di bumbuhi karya seni itu dan menempelkannya di papan panahan.
Dan sebuah panah pun tertancap di jidat Al.
Mimpi buruk.
Di belahan dunia ini tidak ada yang ingin tidur pulasnya terganggu karena mimpi buruk. Tidur lelap bermimpi inda menjadi pacar Reza Rahardian tentu jauh lebih menyenangkan karena begitu bangun kita akan menjadi orang paling romantis dalam skala mimpi.
Pilihan Adinda sudah mantap. Mulai detik ini, ia akan melakukan misi terpenting dalam hidupnya.
Program balas dendamnya.
Memulai mis peperangan.
Mulai Jahat.
Menjadi perempuan tidak punya hati.
Kembalikan situasi agar suatu saat Al- lah yang akan mengemis - ngemis meminta maaf dan meminta gue kembali menjadi pacarnya. Kembali membuat Al jatuh cinta, mulai dari perubahan rambut sampai telapak kakinya. Bila suatu saat hal itu terjadi, Adinda akan menolaknya mentah - mentah.
Agar dia tau betapa sakitnya di putusin dengan alasan yang tidak jelas.
*Al, bersiaplah gue akan jadi bayangan - bayangan dalam hidup lo tiap hari.
Gue pastikan, gue akan jadi mimpi buruk buat lo.
Enak saja? Kamu enak - enakan bahagia dengan si Nenek Sihir itu. Sedangkan aku di sini menderita karena mulut mania lo*.
__ADS_1
Kali ini Adinda ingin mengubah penampilan ya, memotong rambutnya. bahkan mengubah penampilan berpakaiany.
Agar menarik perhatian Al.