Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat

Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat
Eps 2. perjalanan menuju akademi cahaya baru.


__ADS_3

Mentari yang bersinar terang menerangi dunia, hembusan angin yang segar, Langkah kaki yang berjalan masuk, membuka pintu sambil memegangi sapu, ia mendengar suara dengkuran, air suci yang menetes di mulutnya, Fan Er yang melihat kakaknya terus tidur pulas dan mengigo, ia mumukul perutnya dengan sapu tiga kali "Kakak, cepat bangun ini sudah pagi!" berteriak di telinga Daeki.


Suara teriakan yang membuatnya terkejut, ia terbangun, "Hoam... Ini masih pagi" berbaring kembali dan menutup matanya yang berat.


"Ibu!, Kakak tidak mau bangun!" teriak keras.


Akari Nara, yang mendengar teriakan Fan Er, ia mengambil ember kayu berisi air di kamar mandi, ia bergegas dengan cepat masuk kedalam kamar Daeki Eiji, "Bangun tukang tidur!" mengguyur.


Bur.. Bur... Bur.


"Ahhh ... Iblis, siapa sih yang mengganggu, ini masih pagi!" Daeki Eiji, membuka matanya, ia melihat sesosok dengan tatapan tajam di sampingnya.


"Sial!, aku melakukannya lagi!, mati kali ini aku" ucap dalam hatinya.


Daeki Eiji, yang melihat wajah ibunya yang memerah, kepalanya mendidih mengeluarkan uap panas, nafas yang cepat, keluar tanduk dikepalanya di otak imajinasinya saat bangun tidur, ia bangun dari tempat tidurnya, bergegas lari dengan cepat membuka pintunya dengan keras.


Brack .... Brak ... Kreot.


"Daeki!, kembali kesini!, berhenti!" mengejar Daeki.


Daeki Eiji yang melihat Ayahnya dari balik jendela kayu, ia lari keluar rumah menghampiri Eiji Fankai yang sedang memberi makan kuda di halam rumah.


"Ayah, tolong!" bersembunyi di balik punggung Eiji Fankai.


Akari Nara yang memegang ember kayu, ia terus mengejar Daeki Eiji yang berlari memutari Eiji Fankai yang sedang memegang ember berisi air dan sikat di samping kuda coklat.


"Anak sialan ayo bilang satu kali lagi!"


"Uaaaaa... Ayah!, tolong!"


Fan Er yang berdiri di depan rumah ia tertawa melihat ibunya salah memukul "Hehehe, ibu, ayah sama Kakak lucu" tertawa berbahak- bahak.


Eiji Fankai yang melihat ember kayu kosong mengenai wajahnya, "Kalian berdua bisa diam tidak!" menjatuhkan ember dan sikatnya.


"Kamu berani!" mata menatap tajam.


"Tidak sayang, aku tidak berani" diam - diam mendekati kuda sambil tersenyum.


"Ibu, kamu tidak lupakan, aku mencium bau gosong" berpura- pura tersenyum.


Mereka berdua yang melihat Akari Nara lengah, ia menaiki kuda dengan cepat, "Ihah!." memukul pantat kuda.


Akari Nara yang melihat mereka berdua kabur menaiki kuda dan menipunya, ia tersenyum manis dan melampaikan tangannya. "Hati - hati di jalan"


"Dah ... Oppah, Ayah" melambaikan tangannya.


"Dah... Fan Er, Ibu, lihat nanti Kakak akan jadi ksatria terkuat di dunia ini!" Teriak keras sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


Tiga hari menuruni gunung yang penuh tebing dan jurang tanpa istrahat, mereka berdua melihat sebuah desa yang sangat ramai.


■Desa kabut hitam■


Eiji Fankai yang sedang menunggangi kuda bersama Daeki Eiji berkeliling Desa Kabut hitam, untuk mencari penginapan.


"Ayah, kenapa kita berhenti di tempat bobrok ini?" melihat penginapan kayu yang hampir roboh.


"Nak, Eiji sudah lama aku tidak melihatmu" ucap nenek tua yang memegangi sapu dihalaman penginapan, ia tersenyum.


Eiji fankai, Daeki Eiji turun dari atas kuda "Nak kau menghina penginapan semahal ini!"


"Aku sangat sibuk, aku lupa segalanya setelah menikah nek" memberikan kudanya kepada si nenek tua.


"Kau sudah menikah, aku sudah terlalu tua untuk pekerjaan ini" menghela nafas, lalu pergi kekandang kuda di belakang penginapan.


Mereka berdua berjalan memasuki penginapan, Daeiki Eiji terkejut melihat pemandangan yang sangat mewah didalam penginapan, "Ayah, ini sangat indah!" mata birunya bersinar, melihat lampu berlian yang menyala terang.


"Hahaha, kau menginkan lampu peri itu"


Seorang wanita yang memakai baju maid menyambut Eiji Fankai dan Daeki Eiji, ia membungkuk, "Selamat datang tuan muda" sambil tersenyum.


"Hahaha, Akira kau masih tetap cantik yah" ia mengedipkan matanya.


"Tuan muda, Nyonya sudah menunggu di lantai tiga!" Akira, berjalan menaiki tangga yang terbuat dari akar, sihir tumbuhan bersama Eiji Fankai, Daeki Eiji.


Tranmisi suara " biarkan mereka masuk!"


Akira membukakan pintu, mereka berdua masuk kedalam ruangan yang sangat dingin, semua pralatan terbuat dari kristal Es.


Daeki Eiji yang melihat seorang wanita tertidur di balok es, ia bingung, seluruh tubuhnya merasakan kedinginan, "Seluruh tubuhku bisa membeku!" menggigil.


"Freya!, sudah cukup anakku bisa mati membeku!" mengeluarkan Aura yang begitu panas.


Freya yang tiba- tiba muncul dari belakang, ia memeluk Eiji Fankai sambil menggodanya, "Hahahaha!, ternyata kau masih begitu kejam yah!" tersenyum.


"Apakah ini anakmu bersama wanita dingin itu!" tatapan rendah.


"Apakah kau belom bisa merelakanku pergi!, berhentilah menggodaku!"


"Kau sudah berubah setelah bertemu wanita itu!" melepaskan pelukannya, ia berjalan menghampiri kursi dan duduk kaki menyilang, ia menjentikan jarinya, seluruh ruangan yang penuh es menjadi ruangan yang hangat penuh dengan tanaman merambat dan bunga - bunga berwarna warni.


"Lupakanlah aku sudah tidak ada hubungan lagi!, aku kesini hanya untuk menginap!" Eiji memalingkan wajahnya, ia berbalik memegang tangan Daeki berjalan menuju pintu keluar.


"Selamat tinggal!" membanting pintu.


"Ayah, siapa wanita itu?"

__ADS_1


"Dia adalah Freya dari ras peri, di masalalu dia adalah pesaing ibumu, Hahahahaha" Mereka berdua menuruni tangga, keluar dari penginapan.


Eiji Fankai memeluk Daeki sambil menatap langit, ia mengelus kepalanya " Kau sudah lima belas tahun, aku benar- benar tidak berguna, tidak bisa mengantarmu ke akademi Cahaya baru" tersenyum.


"Ayah, jangan kwatir aku bisa pergi sendiri!" melepaskan pelukannya, Daeki yang kecewa, ia berlari menghampiri kereta kuda, lalu pergi menaiki kerata kuda, dan menoleh sambil tersenyum, melambaikan tangannya.


Selama lima jam perjalanan, kereta kuda yang dinaiki Daeki dicegat oleh lima orang di dalam hutan, mereka menunggangi Serigala dan membawa kampak ditangannya mengepungnya di semua sisi.


"Cepat turun!" teriak pria gemuk, berewokan, berambut panjang.


Semua orang yang ada didalam kereta turun, lalu berbaris dan berlutut, "Tolong tuan jangan bunuh kami!" pria tua yang memohon di bawah kaki pria gendut sambil merengek.


Pria gendut yang kesal dan marah ia nendang kakek tua itu, dan melemparkan kampaknya hingga menanjap di kepala si kakek tua yang meringkuk di tanah, "Menjijikan, dasar rakyat jelata!" tatapan rendah, tersenyum sinis, ia menyeret seorang wanita muda sambil tertawa, "Hahaha, ini untukmu!" melemparkan wanita muda itu kepada si gendut berambut merah, berkulit hitam di sampingnya.


"Terimakasih bos!, hahaha" mata yang penuh napsu.


"Kiaaaa... Tolong!" wanita muda itu memberontak, menggigit tangannya dan lari, tapi naas pria gemuk berambut pirang itu menembak kepalanya dengan anak panah beracun.


"Beraninya kau wanita rendahan menggigitku!" Teriak pria gemuk berambut merah, tatapan menjijikan.


"Hei, bocah kemari!" ucap peria berbadan kekar.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang" bergumam, Daeki perjalan menghampiri pria kekar itu sambil melihat sekelilingnya.


Pria gemuk yang melihat cincin ruang di tangan kanan Daeki, ia menjambaknya hingga terjatuh tersungkur, ia menginjak tangannya, lalu mengambil cincinnya, "Bocah katakan kau mendapatkan cincin bintang ini dari siapa?"


"Cuih!, kembalikan cincin milikku!, itu hadiah dari ibuku!" meludahi wajah orang berbadan kekar.


"Beraninya kau bocah meludahi wajahku!, kubunuh kau!"


Seorang wanita yang memakai baju maid yang ada di atas pohon yang melihat pria berbadan kekar kepala plontos itu mengayunkan kampaknya, ia melemparkan belatinya dan mengenai kepalanya, terbelah menjadi dua bagian.


"Siapa kau!, keluar kau pecundang!" teriak orang berbadan gemuk, berwajah brewok.


Seorang pria memakai topeng rubah keluar dari dalam semak- semak, ia memakai jubah hitam berlambang harimau pedang di jubahnya.


"Babi apa kau sudah puas bersenang- senangnya, kalau kau tidak menyentuh bocah itu, aku malas mengurusi sampah seperti kalian!"


"aku akan memberi dua pilihan, bunuh dirimu sendiri atau kujadikan makanan untuk hewan kesayanganku, hehehe!"


"Kau hanya sendiri kami berempat, harusnya aku berbicara seperti itu!" menggertak.


Wanita baju maid berambut putih turun dari atas pohon, ia mengeluarkan hewan kontraknya beruang besi berdarah murni, Aura dingin yang membekukan hutan membuat bandit itu ketakutan, seluruh tubuh mereka membeku menjadi es dalam hitungan detik.


"kau terlalu banyak bicara menghadapi sampah seperti mereka!" menjentikan jarinya, es yang membekukan hutan semuanya hancur menjadi kepingan kristal es.


__ADS_1


__ADS_2