Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat

Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat
Eps 5 Penyegelan naga iblis penyucian.


__ADS_3

Rantai emas yang di selimuti aura dingin keluar dari punggung Eiji Fankai, "Bertahanlah, ini tidak akan sakit!" tatapan tajam, senyum jahat, rantai emas yang sensitif terhadap energi iblis, bergerak dengan cepat mengikat seluruh tubuh Naga iblis penyucian.


"Aur!... sialan kau, ternya kau adalah ..." Merasakan rasa sakit, aura dingin yang menusuk tulang, rantai yang mencekiknya hingga membeku.


"Kau harusnya berbangga diri karena aku mengeluarkan rantai ini hanya untuk berurusan dengan kadal liar sepertimu!, ini sungguh memalukan, Hahahaha!" tertawa keras.


Segel bintang yang berhasil di perbaiki Akari Nara, cahaya tujuh warna yang meredup, ia mengeluarkan belatinya dari cincin ruang, aura hitam pekat yang menyelimuti belati memberikan rasa takut dan keputus asaan kepada lawannya.


Tranmisi suara "Apa kau mau anakmu mati dia adalah pewaris satu- satunya, cepatlah kemari dan bawa naga iblis penyucian itu!" air mata yang berlinang di pipinya metes di tanah, melihat Daeki Eiji yang harus menanggung beban keluarganya di masa lalu, ia menangis sambil menatap wajahnya.


Tangan kanan Eiji menyentuh kepala Naga iblis penyucian, "Kehidupan adalah cahaya, bintang memberikan sebuah takdir!"


Naga Iblis yang membeku, mulai menyusut menjadi kecil, harimau petir biru yang melihat naga itu seukuran dengannya, ia lari dan menjilatinya.


"Argh!, Sialan apa yang kau lakukan pada tubuh raja agung ini!, menyingkir kau hewan menjijikan!" tatapan kebencian, api hitam yang keluar dari mulutnya, tekanan blod line memberikan tekanan pada hewan iblis di hutan terlarang, ia mencambuk harimau petir dengan ekornya hingga tersungkur sepuluh meter.


"Rer... Aur!" Blod line murni, yang meluap memberikan bencana, awan yang terang tiba- tiba gelap petir- petir menyambar.


Eiji Fankai, yang modnya buruk, tatapan yang dingin, aura murni yang meluap- luap, ia mencengram tanduk naga iblis penyucian, berbalik menghampiri Harimau petir biru ia menendangnya. "ini yang terakhir, aku melihat kalian berdua lagi melakukan itu!, kau tahu apa itu tungku peleburan suci!" mengeluarkan tungku kecil terbuat dari permata, emas, roh api.


"Kembalilah!" membuka retakan ruang dengan tatapannya, Harimau petir biru berjalan masuk kedalam ruang, wajah yang sedih, menundukan kepalanya.


"Sialan!, aku memiliki firasat buruk, bulu kudukku berdiri semua!" memasuki goa, menghapiri Akari Nara yang sedang memeluk Daeki sambil menangis.


"Sayang, apa kau mengingat masalalu, ini yang terakhir kalinya kau menangis seperti ini?"


"Kau tidak melihatnya!, aku sedih karena semua masalah kita dimasa lalu, akan membuatnya menanggung beban yang aku buat!"


Akari Nara yang mengusap air matanya, ia berdiri menghela nafas, tersenyum kembali.


"Biarkan aku yang melakukan pekerjaan mu untuk kali ini" tersenyum, Eiji Fankai, menghampiri Daeki yang tidak sadarkan diri, ia menaruh naga iblis penyucian di perut Daeki, ia merapal mantra untuk mengaktifkan segel bintang yang ada di dalam tubuh Daeki.


"Kegelapan, cahaya, emas, api, air, tumbuhan, tanah, menyatulah menjadi satu dalam bentuk kehampaan!"

__ADS_1


Lingkaran bintang yang mucul di atas kepala Naga iblis penyucian berputar dengan cepat, memberikan sensai hangat, cahaya tujuh warna yang menyembuhkan lukanya, dan menghilang masuk kedalam dunia bintang.


■Dunia Bintang dalam tubuh Daeki□


"Hahahaha, aku tidak menyangka luka lamaku yang ratusan tahun, pulih dengan hitungan nafas!" tertawa keras.


"Tidak kusangka aku akan menjadi budak manusia ini!, untuk sekarang aku akan menuruti apa yang mereka mau" bergumam.


■Dalam Goa□


"Apa yang kau pikirkan memberikan belati ini padanya, dia masih di tahap Qi, kalau kau ingin memberikannya ini belom waktunya!"


"Aku terlalu ceroboh melihat anakku menjadi menderita karenaku" menyimpan kembali belatinya kedalam cincin ruang, ia berbalik meninggalkan Eiji sambil meneteskan air matanya berjalan keluar goa.


"Dasar wanita, kau seolah dingin kepada semua orang tapi prasaanmu tidak akan membohongi dirimu sendiri!" mengusap air matanya, "kenapa aku ikutan sedih sialan!" berjalan keluar goa, Eiji Fankai yang melihat Akari Nara sudah pergi kembali ke desa Fuki, ia menyusulnya.


Dua hari telah berlalu, Daeiki Eiji yang membuka matanya, ia bangun, duduk, ia terkejut apa yang ia lihat di depan matanya, api hitam yang berkobar membakar kristal hitam, bau gas beracun yang menyengat membuatnya sesak nafas, ia menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dan berlari keluar goa.


"Aku dimana ini?, kenapa tempat ini membeku?" mata berkeliling, wajah yang polos.


"Sudahlah aku harus mencari jalan keluar dari hutan ini, tidak mungkin aku memanjat tebing setinggi itu" berjalan- jalan di dalam hutan.


Daeki yang merasa aneh, melihat hewan iblis yang terus menatapnya, ia merasakan rasa takut, udara yang dingin yang menusuk kulit, ia menggigil, "Kenapa disini sangat dingin, padahal ini musim panas" mengumpulkan kayu bakar.


"Sialan wanita itu bersembunyi lagi!" mata keliling, wajah yang penuh luka bakar, mata yang terluka.


"Bos ini akan merepotkan ini sudah mulai gelap, hewan iblis akan menjadi ganas!" ucap si kurus, memegang panah.


"Apa kau bodoh, aku sudah membeli budak itu dengan harga tinggi!, kita harus tetap mencarinya" menampar si kurus.


Dua orang berbadan kekar dan kurus ia melihat seorang bocah yang sedang mencari kayu bakar, ia menghampirinya dan menendangnya dari belakang hingga tersungkung.


"Argh... Lukaku terbuka lagi!, kenapa dua iblis itu menyiksa anak - anak!" menahan rasa sakit.

__ADS_1


"Bocah kenapa kau ada di hutan terlarang, apakah kau juga budak yang kabur!?


"Bos aku melihat pakaiannya bagus sepertinya dia tersesat!" senyum jahat, mengedipkan matanya.


"Hahaha, kau pintar juga, karena wanita itu tidak di temukan, kita bisa menjual anak ini untuk mengganti setengah kerugian!"


Wanita dari ras peri yang bersembunyi di dedaunan di atas pohon, ia melompat menendang kepala si kekar hingga terjatuh, ia dengan sigap menarik baju Daeki Eiji, dan berlari sambil menyeretnya.


"Sialan kau, akan kubunuh!" teriak keras, ia bangun mengejar Wanita ras peri dan Daeiki Eiji yang melarikan diri.


Wanita ras peri berambut silver itu melihat Rusa iblis yang sedang menjaga bunga api membara, ia berlari menghampirinya sambil menyeret Daeki, dan bersembunnyi di semak- semak dekat bunga api membara.


"Sialan!, kau terlalu lambat!, kita kehilangan jejak!" memukul wajah si kurus.


"Bos, lihat itu bunga api membara kalo kita jual kita bisa kaya!" mata berkilau, bersemangat, menunjuk.


"Hahahaha, ini yang namannya dewa berada di pihak kita, kehilangan dua dapat satu yang akan membuat kita kaya" Tertawa keras, menghampiri bunga api membara.


Rusa iblis yang sedeang tertidur di samping bunga api membara membuka matanya, ia terbangun mengeluarkan serangan kejutan, mengikat kedua orang itu dengan akar dan menyerap kehidupannya hingga kering.


"Karena ini masalahku, aku akan menarik perhatian rusa itu dan kau larilah secepat mungkin untuk melarikan diri!" melihat darah yang terus keluar dari perutnya yang tertusuk pedang, ia merobek baju Daeki dan mengikat perutnya.


"Tapi ..."


"ikuti saja rencanaku!"


Wanita ras peri itu keluar dari semak- semak, ia yang melihat rusa iblis sedang sibuk menyerap energi kehidupan dua orang itu, ia memetik bunga api membara, membuat rusa iblis mengamuk, mengejarnya.


"Sialan!, aku tidak menyangka ternyata ada satu lagi!" mata berkeliling, panik, melihat rusa iblis jantan ada di depannya, dan di belakang ada rusa iblis betina.


Daeki yang melihat wanita itu terkepung ia tidak bisa berbuat apa- apa hanya bisa diam ketakutan.


"Hei, penakut apa kau perlu bantuanku!, aku tidak ingin mati denganmu!." tranmisi suara.

__ADS_1


"Siapa itu?" mata keliling, wajah yang bingung.


__ADS_2