Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat

Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat
Eps 3 bertemu mahluk abadi


__ADS_3

"Bocah jangan terus merengek, bangunlah!"


"kau terlalu kasar tobi, kenapa aku selalu menolakmu!" cemberut, Yumi membangunkan Deiki yang tiduran di tanah.


Semua orang yang sedang berlutut mereka semua bangun, "Terimakasih, kalian sudah menyelamatkan kehidupan kami" membungkuk tiga kali, wajah yang penuh akan debu.


"Paman, bibi kalian siapa?" membersihkan wajahnya yang kotor.


"Bocah kau tidak perlu tahu siapa kami, kau akan mengetahuinya!" mengertak, senyum jahat.


"Sialan!, kenapa kau suka sekali menggertak anak kecil!" Yumi menghampiri Tobi, menjambak rambut panjangnnya hingga jatuh, ia menyeretnya, pergi meninggalkan Daeki.


"Aneh, kenapa kedua orang itu sangat mencurigakan?, sudahlah ... " ucap dalam hatinya, ekpresi wajah yang kebingungan.


Daeki bersama sisa rakyat jelata yang selamat, mereka melanjutkan perjalanannya kembali, ia melewati hutan dengan aman tanpa ada sedikitpun masalah, seorang kusir melihat pemandangan rumah- rumah reot dan kumuh, mentari yang terbenam mereka terpaksa berhenti dan menginap di desa tidak layak huni. Desa itu hanya ada tiga puluh orang yang tinggal disana, kebanyakan lansia.


"Hari ini sudah gelap, aku harus mencari penginapan" berkeliling desa, ia melihat seorang ibu yang sedang menggendong anak prempuannya, ia berjalan menghampirinya.


"Tuan muda, apa kamu mencari penginapan?" membungkuk.


Daeki mengangguk, wanita itu mengantar Daeki masuk kedalam rumahnya yang kumuh dan reot, ia duduk di kursi usang dan meja yang sudah tidak layak pakai, dan keropos oleh rayap.


"Maafkan pelayan ini, desa kami hanyalah desa terpencil, aku tidak bisa memberikan tempat yang layak, kebanyakan pengunjung bilang desa ini desa sampah yang menjijikan" ujarnya, sambil menaruh makanan sup jamur, kentang kukus di atas piring dan minuman air putih di atas meja.


"Apakah masih jauh untuk keakademi cahaya baru?" mengambil kentang kukus, ia memakannya dengan rasa hambar di lidahnya.


"Kalo dari desa kami membutuhkan satu minggu untuk sampai kesana kalau menaiki kereta kuda"


"berapa biaya 1 malam disini?"


"Kami hanya desa kumuh, 2 perak untuk satu malam dan makanan, karena sudah gelap pelayan ini pergi dulu" membungkuk, sambil keluar pintu kamar penginapan.


Daeki berdiri, ia berjalan menghampiri kasur yang terbuat dari jerami kering, ia berbaring, "Aku sangat lelah!" memejamkan matanya, ia ketiduran dengan lelap.


Mentari yang naik keatas langit, Pagi hari telah tiba, Suara berisik di luar penginapan yang membangunkan Daeki, Bandit serigala yang melihat anak buahnya terbunuh di hutan, mereka melampiaskan amarahnya membunuh semua penduduk desa kumuh, dan menjarah semua barang pengunjung, membakar semua rumah - rumah menjadi arang.


"Tolong ... Tolong!" teriakan rakyat jelata, yang merangkak kesakitan, darah yang mengalir di kakinya yang terputus tebasan pedang.


Daeki yang mendengar keributan diluar ia bangun dari tempat tidurnya berjalan menghampiri jendela, pandangan dari jendela kayu kamarnya, melihat semua orang di penggal, rumah- rumah terbakar, ia yang melihat pelayan itu dan anaknya yang sedang meringkuk melindungi anaknya menahan pukulan.


"Kenapa bandit itu begitu kejam!, aku tidak bisa berdiam diri disini kalau tidak aku akan mati!" tubuh yang gemetar, ia mengendap - endap keluar dari penginapan, mata keliling.


Daeki yang menghela nafas, ia lari dengan cepat memasuki hutan, tapi ia sial bandit itu melihatnya dan mengejarnya hingga kedalaman hutan.

__ADS_1


"Bocah larilah, hahahaha!" mata berbinar- binar, menaiki serigala hitam.


Daeki yang jatuh bangun ia terus berlari melarikan diri, ia menoleh kebelakang ada lima bandit serigala yang mengejarnya, Daeki yang melihat hutan ini banyak tanamam merambat dan semak- semak di sekelilingnya, ia bersembunyi di belakang pohon besar yang penuh semak - semak dekat jurang.


"Kemana larinya bocah sialan itu!" mata keliling.


"Sudahlah dia hanya bocah, dia tidak akan bertahan hidup di hutan ini yang penuh binatang iblis, mari kita kembali!, penciuman serigala terbatas di hutan yang penuh dengan bunga bangkai. Langkah kaki serigala dan suara raungan serigala yang menjauh.


Tubuh Daeki yang terus gemetaran, ia mengintip dari semak - semak dan ia tidak melihat bandit serigala yang mengejarnya, sudah pergi."Hampir saja aku mati" meneteskan air matanya, keringat dingin ditubuhnya.


"Ahh ... ahhh ... Aaa !!!" kaki yang tergelincir, terpeleset, Daeki yang jatuh dari atas jurang dan tidak sadarkan diri selama dua hari, ia membuka matanya, "Aku dimana?" mata yang memudar.


Daeki yang terjatuh kesarang Naga iblis penyucian, ia mendengar suara langkah kaki, dan raungan yang membuat telinganya sakit, tekanan aura yang kuat membuat seluruh tubuhnya mati rasa.


"Aku mencium makanan!" Naga iblis yang melihat anak kecil yang tertidur kaku di tempat tidurnya, ia mendekatinya, mengendus - endus tubuhnya, menatapnya.


"Jiwa anak ini begitu murni, Hahahaha aku menemukan harta karun" tertawa keras.


"Tapi ada yang aneh dengan anak ini, kenapa dia tidak mati, bahkan seorang Jiwa pengembara saja mereka mati dengan hitungan detik" ekpresi yang bingung, melihat seorang anak kecil yang tidak terlahap habis oleh racun di sekitar goa.


■ Tingkat kultivasi■






Penempaan Qi. Tahap 1 - 9




Pemurnian Qi. Tahap 1 - 9, membutuhkan batu pemurnian hewan untuk menerobos.




Jiwa pengembara. Tahap 1 - 9. Membutuhkan pemahaman jiwa untuk menerobos.

__ADS_1




Jiwa yang membara. Tahap 1 - 9.




Pembentukan Tubuh. Tahap 1 - 9.




Terlahir kembali. Tahap 1 - 9, membutuhkan batu lima elemen untuk menerobos.




Pencerahan surgawi. Tahap 1 - 9, membutuhkan pencerahan Yin dan Yang untuk menerobos.




Kaisar semu. Tahap 1 - 9.




Kaisar abadi. Tahap 1 - 9.




Setiap tingkatan menjadi 9 tingkat utuk naik ke alam selanjutnya.


Contoh tahap Qi ke sembilan menerobos ke tahap penempaan Qi.

__ADS_1


Selamat membaca.


__ADS_2