Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat

Kontrak Hewan Legendry Terkuat Dan Jahat
Eps 6 Nona bangsawan Aria Fahra


__ADS_3

"Kau tidak perlu tahu siapa aku!, hahaha!"


Daeki Eiji, yang melihat seluruh tubuhnya terlapisi aura gelap yang pekat yang meluap, ia keluar dari semak- semak, berlari dengan cepat menghampiri rusa iblis betina. "Aaaa.... Aaaaa!" mengayunkan pukulan, dengan mudah Rusa iblis mencambuk dengan cambuk akar ekornya yang terlapisi racun.


Ia terpentang jauh menabrak pohon besar, muntah darah, "Agrh... Ini sakit sekali!" ia berdiri kembali, mengambil kayu yang ada di depan matanya, ia berlari menghampiri rusa iblis itu.


"Idiot!, menghindarlah kau akan mati!" tranmisi suara dari Naga iblis penyucian.


Daeki yang melihat cambuk akar yang mengarah kepala, ia dengan sigap melompat dan berguling ke arah kanan, wanita ras peri yang melihat rusa iblis jantan yang bersiap- siap memberikan serangan bola gelap di tanduknya, ia dengan cepat mengeluarkan pedangnya dari sarungnya yang di punggungnya, celah yang terliat ia lari memanjat pohon yang di sampingnya, melompat berputar, "Mati kau iblis!"


Pedang yang mengenai leher rusa iblis jantan, ia melepaskan serangannya dan mengenai tangan wanita ras peri itu hingga terputus, ia terjatuh lemas, dan tak sadarkan diri.


Daeki Eiji, ia berlari menghampirinya dan menggendongnya, "Aku tidak kuat lagi!" ia yang berusaha melarikan diri dari dua rusa iblis.


Mata yang buram, tubuh yang berat, aura gelap yang menghilang, ia terjatuh melihat sesosok pria berambut silver, memakai baju baja memegang sebuah tombak, menghampirinya.


"Aahhh ... Akan aku cingcang kau hewan iblis!" Kemarahan yang meluap- luap, melihat tuan putri yang hampir mati kehabisan darah. Ia teleport di depan kedua rusa iblis, mengayunkan tombaknya, kedua rusa iblis menghindarinya, kedua rusa iblis itu mengumpulkan energi alam kedalam tanduknya dan menyerang jendral ras peri dengan kekuatan penuh, dua bola cahaya itu mengenainya.


Bom....Bomm...Bomm.


"Aku muak melihat iblis rendahan menyerangku dengan tatapan egomu!" Aura yang berkumpul di tombaknya, memberikan tekanan kedua rusa iblis itu kaku tidak bisa bergerak, ia menebas kedua rusa iblis dengan satu kali tebas dan hancur berkeping- keping.


"Nona Aria, bertahanlah!" mengeluarkan rumput roh, dari cincin ruangnya, ia melehkan rumput roh itu dengan aura apinya, meminumkannya.


"Ini hanya untuk menahan pendarahannya dan menstabilkan jiwanya!, anak manusia ini terlukan berat!"


Prajurit yang melihat ada pertarungan ia menghampirinya, wanita berambut silver memakai payung ia berjalan menghampiri Guron.

__ADS_1


"Kau istirahat saja!, biar aku yang mengurus tuan putri!"


"Baik!"


Guron yang memerintahkan prajuritnya membangun tenda, mereka mengumpulkan kayu bakar, dan menyiapkan makanan hasil membunuh hewan iblis tingkat rendah.


Wanita bermata biru yang memegangi payung merahnya, ia mengambil cincin ruang milik Aria Fahra, dan mengeluarkan pil sutra dewa secara paksa, menghancurkan segelnya.


"Raja emang bijak sana, dan jenius, dia tahu kalau tuan putri akan di culik dan memasukan pil sutra dewa ini!" bergumam, memasukan pil sutra dewa kemulutnya Aria, Deiki.


"Karena kau telah menyelamatkannya ini setimpal untukmu!"


Tubuh Aria, dan Daeki yang melayang di selimuti energi hijau, tangan yang terputus tumbuh kembali dan luka- lukanya sembuh, memperbaiki sel- sel yang terkorosi racun rusa iblis.


Selama tiga hari Guron, Akira, yang berkemah menjaga tuan putri Aria dari serangan hewan iblis yang mendekatinya.


Guron yang melihat tuan putri sadar ia menghampirinya dan berlutut bersujud delapan kali, "Maafkan aku tuan putri, aku lalai menjagamu!, tolong hukum aku!" teriak dengan tegas.


"Paman Guron, kau tidak perlu bersikap seperti itu, kalau saja aku tidak keras kepala, aku tidak akan tertangkap oleh klan Naga!" duduk bersila.


"Tapi ... Tuan putri!"


"sudah bangun dan duduklah!, itu kecerobohanya sendiri dia terlalu manja!" ucap Akira ia duduk di samping Aria, meletakan payungnya di sampingnya, sambil menggodaya, "benarkan tuan putri" mengedipkan matanya, tangannya yang memegang dagu Aria, wajah yang memerah, membuat Aria tersipu malu.


"Bibi!, aku sudah 15 tahun berhentilah menggodaku!" memalingkan wajahnya, menatap wajah Daeki yang sedang melamun menatap langit.


"Bocah kau berasal darimana, kenapa kau ada di hutan terkutuk ini?" ucap Akira.

__ADS_1


Deiki menceritakan semua kejadiaan saat di kejar- kejar bandit serigala dan terpeleset jatuh ke jurang, mereka yang mendengar Daeki satu tujuan untuk pergi ke akademi Cahaya baru mereka mengajaknya pergi bersama.


"Kau ikut saja dengan kami, tuan putri juga akan mendaftar dan membangkitkan hewan sucinya" ujar Guron, sambil memakan daging.


"Terimakasih, atas kebaikan kalian" Daeki berdiri dan membungkuk tiga kali.


"Jangan terlalu sopan, kau sudah menyelamatkan wanita manja ini" Ucap Akira yang meminum teh.


"Besok pagi kita akan berangkat, kalian istirahat saja terlebih dahulu!" Ucap Akira.


Semua orang beristirahat di dalam tenda, prajurit yang berjaga malam, pagi hari telah tiba.


Akira yang memanggil hewan kontraknya Burung es, Aria, Daeki menaiki burung Es milik Akira mereka terbang meninggalkan Garon dan prajurit yang kembali ke kerajaan ICe Moon yang ada di utara gunung Es.


■Akademi Cahaya Baru□


Burung Es yang sampai, ia turun di depan gerbang, "Kembalilah!" Burung Es hancur menjadi kristal Es.


Daeki mata yang berbinar- binar, melihat keindahan bangunan yang megah, banyak orang- orang berbagai ras untuk mendaftar menjadi ksatria.


"Apakah kau pertama kalinya kesini?"


"Ini sangat bagus!" meraba- raba baju baja penjaga gerbang.


"Hahaha, kau mau ini bocah, kalau mau kau harus memberiku 10 koin perak." ucap penjaga gerbang.


"Bibi, ayo tinggalkan bocah bodoh ini" Aria yang di cuekin Deiki, ia pergi masuk kedalam gerbang dengan tergesa- gesa.

__ADS_1


Daeki yang sibuk, meraba- raba paju baja penjaga gerbang dan senjatanya, ia melihat sekelilingnya, ia melihat mereka berdua meninggalkannya, ia berlari mengejar mereka tapi Daeki menabrak seorang pria yang memakai jubah merah berlambang phonik.


__ADS_2