
Kucing Tuxedo yang menjilati wajah Daeki Eiji, hingga membuka matanya dan sadarkan diri, mata yang memandangi langit jingga, "Apa yang terjadi disini?, kenapa aku merasakan pusing?, aku ingat aku terjatuh dari atas tebing."
"Meong ... Meong" mendengkur, berbaring sambil berguling di tanah.
"Aku harus keluar dari sini!, dan mencari hewan kontrakku sendiri" berdiri, berjalan- jalan, mata keliling.
"Meong... " mengikuti Daeki Eiji.
Daeki yang melihat ular berkepala kerbau, ia mendekatinya sambil tersenyum manis, dan polos, "Apakah kau mau jadi hewan kontrakku?" mata berbinar-binar, keduatangannya melipat kebelakang.
Tatapan mata yang tajam dari anak kucing tuxedo, ekornya kebawah semua bulunya berdiri, "Kau rendahan tidak layak!, aku sudah membuat kontrak dengannya!" tranmisi suara, mata menatap tajam.
Ular kepala kerbau itu yang melihat niat pembunuh, dan mendengan tranmisi suara, dari kucing tuxedo, "Aku tidak pantas kau bisa mencari yang lebih agung!" wajah ketakutan, mengabaikan, memalingkan wajahnya.
Selama setengah hari daeki yang terus merayu- rayu, hewan- hewan untuk menjadi hewan pendampingnya, ia terus - menerus semuanya di tolak, dan ada yang bersujud memohon meminta penolakan.
"Kenapa semua hewan disini menolakku?" wajah yang kecewa dan bingung, ia terus berjalan keluar portal.
"Minggir sialan kau menghalangi jalanku!" pria berjanggut, berbadan besar, ia yang keluar dari portal mendorong Daeki yang berdiri di depannya.
__ADS_1
Seorang wanita yang berjalan elegan keluar dari portal, senyum manisnya membuat semua orang yang melihatnya terpesona dan jatuh cinta.
"Lihat itu Nona aria, ... " bersorak, mata berbinar- binar, senyum cabul.
"Nona aku mencintaimu, buatlah anak denganku" berteriak keras, semua orang menatapnya dan memukulinya. "Brengsek!, kau ingin kami bunuh!"
Bukk... Buk ... Buuuk.
"Daeki kau tidak apa-apa?" membangunkan Daeki yang terjatuh, sambil tersenyum tersipu malu, wajanya memerah.
"Aku baik- baik saja, hanya lecet sedikit" berdiri, membersihkan lututnya yang berdarah.
Aria yang menatap dengan tatapan dingin, semua orang yang menonton, menatap pria berjanggut, "Hei orang tua kau itu sudah tua tidak layak ikut ujian ini, Hahahaha!" tertawa berbahak- bahak, mereka semua menertawainya.
"Akan kuampuni kali ini!, ingat dia adalah temanku jadi buat kalian dengar ini!" teriak, merangkul pundak Daeki sambil tersenyum manis.
"Hei sampah rakyat jelata!, kau tidak layak mendapatkan itu dari Nona!" pria berjubah phonik keluar dari portal, wajah yang kesal, dan cemburu, ia menghampiri Aria dan Daeki, tatapan tajam, ia melepaskan tangan Aria yang merangkul di pundak Daeki.
"Apa yang kau mau?, cucu kesayang kakek yang manja!, kenapa kau melakukan ini padaku?" menatap wajahnya, senyum tipis,
__ADS_1
"Apa kau bilang?, aku melakukan ini untuk menjagamu dari noda yang menempel!" tatapan keliling, semua orang menjadi sunyi dan hening.
"Beraninya kau!, akan kututup mulut busukmu!" Aria menarik jubah pria itu hingga tersungkur, ia menendangnya hingga terjatuh kebawah altar.
Orang tua berjangkut putih, ia menghampiri Aria dan pria berbaju phonik, "Sudah cukup!, buat peserta kalian bisa memanggil hewan kontrak kalian, aku akan menilainya!" teriak dengan tegas.
"Dasar waniata sialan!, kalau kau bukan putri sudah aku bunuh!, akan kuingat hari ini!" berdiri sambil mendorong orang- orang melampiaskan amarahnya, ia pergi meninggalkan altar ujian.
"Munculah Altar dewi cahaya!" pria tua berjanggut putih, ia mengangkat kedua tangannya keatas langit, muncul sebuh kurungan di atad langit terbuat dari cahaya keemasan.
Semua peserta ujian memanggil hewan kontrak masing- masing, ada seratus orang yang berhasil menjadi seorang pemanggil.
Nona aria yang memanggil Sword dragon membuat semua orang terkejut dan iri, melihat naga yang kuat dan gagah membawa dua pedang di lengannya, armor emas yang menyelimuti tubuhnya dengan jubah merah terlihat seperti dewa kematian.
"Hua- , Nona memang yang terbaik!" pelayan Nona aria yang menonton di bawah altar menangis sambil berpelukan.
Seorang wanita berambut pendek merah, dengan dada besar, dan body shuming, mata coklat, ia mengibaskan rambutnya, berkedip pelan, Phonik es yang ia panggil menyebabkan udara dingin di sekitarnya -10° celcius. Semua orang yang di sekitatnya menggigil.
Mulut penonton yang melihat penampilan Kiana Hanriu, mulutnya terbuka air liur yang terus - menerus mengalir dari dalam mulutnya, mata mereka tidak berkedip melihat belahan dada yang putih seputih giok, membeku kaku.
__ADS_1
"Cih!, babi sialan sangat menjijikan!, kalian beruntung bisa menatap kecantikan hari ini, kalau kalian menatapku seperti ini lagi akan aku colok mata kalian!" bergumam, tatapan dingin, kesal, pura- pura cuek.
"aku tidak menyangka, kalian berdua terpilih oleh keagungan, perkenalkan namaku, Han Sytec." membungkuk, tersenyum.