
Biru langit bergaris putih tak beraturan, burung terbang seolah mengikuti, tingginya gunung begitu terlihat nyata dari balik jendela, luasnya hehijauan bumi menambah indah pemandangan seolah perjalanan kereta ini begitu pelan, tak sabar rasanya ingin segera sampai di kota istemewa.
'Hati-hati dijalan, jika sudah sampai segera beri kabar' Sebuah pesan yang dikirim ibu melalui sms.
Perkenalkan, nama saya Andini Salma Husein. Panggil saja Salma. Saya lahir di Cirebon, Jawa Barat. Saya sudah menyelesaikan masa SMA dan kini saya sudah menjadi mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, fakultas ekonomi, jurusan Akuntansi. Hari ini saya membawa sekoper pakaian untuk bekalku merantau selama 4th kedepan. Tentunya ini adalah kali pertama saya jauh dari rumah dan keluarga. Saya berharap semoga 4th kedepanku akan menjadi pengalaman yang mengesankan dan istimewa, seistimewa kota yang ku jadikan tempat tinggal keduaku.
'Penumpang yang saya hormati, sesaat lagi kereta fajar utama jogja akan tiba di stasiun besar Yogyakarta, bagi anda yang mengakhiri perjalanan di stasiun besar Yogyakarta harap mempersiapkan diri, jaga barang bawaan anda jangan sampai ada yang tertukar ataupun tertinggal,....'
Nada khas yang menandakan kereta akan segera berhenti di stasiun Yogyakarta. Salma berdiri bergegas mengambil koper yang di letakkan di tempat penyimpanan barang-barang, Salma mempersiapkan diri dan memastikan tidak ada barang yang tertinggal. Orang-orang berbaris rapih untuk keluar dari gerbong kereta. Salma menginjakkan langkah pertamanya di tanah istimewa, menghirup udara di sekelilingnya.
Salma menarik nafas dan menghembuskannya perlahan 'Akhirnya sampai juga, Bismillah'.
Salma berjalan ke arah pintu keluar. Terlihat gedung-gedung cukup tinggi dan ramainya orang berlalu lalang.
"Taxi mba?" bapak-bapak menghampiri Salma.
__ADS_1
"Iya. Ke tempat ini ya pak" Salma menunjukkan layar hp nya yang sudah mencatat alamat kos-kosannya.
"Mari mba, biar saya bantu bawa barangnya" bapak itu mengambil koper yang di pegang Salma dengan santun dan sopan.
Salma berjalan menuju luar gerbang stasiun dan segera masuk ke dalam taxi. Selama perjalanan, Salma memperhatikan jalanan kota Jogja dari balik kaca mobil. Suasana ramai namun tetap terasa tentram. Sesekali Salma berbincang dan mengobrol dengan sopir taxi tersebut, menanyakan asal, kuliah dimana, dan sebagainya, bapak supir tersebut sungguh ramah, sampai tak terasa mobil sudah sudah sampai di tempat tujuan dan hampir kelewatan.
Sebelumnya Salma sudah pernah sekali ke tempat ini pada saat daftar ulang di kampus dan kemudian mendapatkan kos kosong yang tak jauh dari kampus.
"Terima kasih banyak ya pak" Salma melambaikan tangan setelah memberi ongkos taxi, dan supir taxi membalas dengan tersenyum kemudian menundukkan kepala.
'Sampai juga di tempat ini lagi, dan kali ini aku akan tinggal selama 4th, bismillah, semoga betah' Salma.
"Mbak Salma?" seseorang memanggil Salma.
"Oh pak Darso"
__ADS_1
"Baru sampai ya? ini kunci kamarnya" pak Darso memberikan kunci.
"Terimakasih ya pak" balas Salma.
"Itu anak-anak yang di lantai atas juga sudah tiba dari pagi mbak, tadi mereka juga bertanya kapan penghuni kamar ini datang"
"Oh ya? ya sudah nanti saya ke atas untuk menemui mereka"
"Baik mba, saya tinggal dulu ya, kalau ada apa-apa tinggal panggil saya di rumah sebelah"
Pak Darso memang tinggal di rumah sebalah, selain memiliki rumah yang yang di jadikan untuk kos-kosan, pak Darso juga memiliki rumah satu lagi untuk tempat tinggalnya bersama keluarga.
Salma membuka kunci pintu dan memasuki kamarnya, Salma menaruh kopernya didekat lemari dan meletakkan tas kecilnya di atas meja. Salma berbaring di atas tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang letih sehabis menempuh perjalalanan kurang lebih selama 6 jam. Dan tak terasa Salma pun tertidur.
Bersambung..
__ADS_1
**Jangan lupa di like ya, jika ada saran atau masukan bisa tulis di kolom komentar, dan klik vote di bagian halaman depan novel dekat nama author agar author rajin untuk update😊
Baca juga novel pertamaku berjudul 'Mantanku, Suamiku'. Terima kasih🙏🥰**