
Pukul 23.30 Salma baru saja sampai di kos nya. Malam ini Salma pulang larut karena habis mengerjakan tugas sekaligus nongkrong bareng teman-temannya di sebuah cafe.
Karena hari sudah larut dan tengah malam, teman-teman Salma sudah pada tidur, dan gerbang depan pun sudah terkunci. Salma sudah berusaha membangunkan Rika dengan cara menelponnya, namun tidak ada jawaban. Sepertinya Rika sudah terlelap tidur.
Kemudian Salma ingat bahwa saat pak Darso memberikan kunci kamar, pak Darso juga memberikan kunci cadangan pintu belakang kepada seluruh anak kos. Akhirnya Salma berjalan dari gerbang depan menuju ke bagian belakang kos, di mana pintu belakang kos terhubung dengan tempat wudhu dan dapur.
Salma mencoba membuka pintu dan tanpa halangan, pintu langsung terbuka. Salma masuk ke dalam kos lalu mengunci pintu kembali. Keadaan benar-benar gelap. Lampu tempat wudhu tidak di nyalakan, begitu juga dengan lampu dapur, karena kedua ruangan itu memang dengan sengaja tidak di nyalakan lampunya ketika malam.
Setelah melewati tempat wudhu dan dapur, Salma berjalan menuju kamarnya. Namun, sesampainya di depan kamar Ema, tepatnya di tangga depan kamar Ema, tiba-tiba langkah kaki Salma terhenti. Dia merasakan ada seseorang berdiri di tangga.
Seketika jantung Salma berdetak tak seperti biasanya. Salma merasa seseorang itu sedang berdiri memperhatikannya.
'Siapa yang sedang berdiri itu, apakah ada anak-anak yang belum tidur? jika itu salah satu dari mereka tapi kenapa dia hanya berdiri tanpa memanggilku?' Salma.
Jantung semakin berdetak dengan kencang, tiba-tiba bulu tangan dan leher Salma serasa berdiri karena merinding. Salma mencoba menengok ke arah tangga yang berada di sebelah kirinya, perlahan Salma menggerakkan kepalanya.
Benar saja, ada seseorang berdiri di tengah-tengah tangga. Namun tidak jelas itu siapa, karena depan kamar Ema memang gelap, lampu tidak di nyalakan. Hanya ada sedikit cahaya dari lantai atas yang menyelinap ke sela-sela tangga. Membuat wajah seseorang yang berdiri itu tidak terlihat dengan jelas.
Salma memandangi seseorang itu dan mencoba menebak siapa sebenarnya seseorang yang berdiri itu. Namun, dari bentuk tubuhnya, terutama dari bagian kepala, Salma menyadari bahwa seseorang itu ada sosok laki-laki.
'Kenapa ada laki-laki di dalam kos ini? bukannya laki-laki tidak boleh masuk kos kecuali hanya di ruang tamu? dan jika dia tamu kenapa dia main sampai selarut ini?' Salma.
__ADS_1
Salma masih memperhatikan laki-laki yang berdiri di tengah tangga itu, dan laki-laki itu pun masih terus memperhatikan Salma yang mulai penasaran.
"Siapa di situ?" Salma mencoba mengajaknya berbicara dari lantai bawah.
Laki-laki itu tidak menjawab.
Salma masih tetap memandangi laki-laki itu, dan Salma baru menyadari, bahwa laki-laki itu memakai jubah hitam yang sangat panjang. Dan Salma berfikir, laki-laki mana di jaman modern sekarang memakai jubah berwarna hitam. Dan Salma pun menyadari bahwa laki-laki tersebut bukanlah manusia.
Jantung Salma semakin berdetak dengan cepat, nafas mulai terengah, kaki mulai lemas, badan mulai sedikit bergetar.
Seketika laki-laki itu mulai melangkah menuruni tangga dengan pelan, terlihat jubah panjangnya terseret-seret ketika dia berjalan. Satu persatu laki-laki itu melangkah menuruni tangga dan hendak mendekat ke arah Salma.
Salma menyadari sosok itu berjalan mendekatinya, tanpa sadar kaki Salma melangkah mundur dengan pelan. Salma mulai merasa takut bahkan saking ketakutannya, Salma mulai keringetan dan mulutnya tidak bisa berteriak.
"Siapa kamu, siapa kamu" hanya kalimat itu yang mampu terucap di bibir Salma.
Jegrek!!!
"Salma??!!" suara Ema dari arah pintu kamarnya.
Salma langsung menghadap ke arah kamar Ema begitu mendengar Ema memanggilnya.
__ADS_1
"Ema?" balas Salma dengan nafas yang terengah-engah.
"Salma, kamu yang tertawa?" tanya Ema sambil mengkucek-kucek matanya.
"Apa? tertawa?" Salma bingung.
"Iya, aku mendengar suara tertawa di depan kamar ku, aku langsung bangun. Salma, sudah malam, jangan tertawa kenceng-kenceng. Lebih baik sana tidur" ujar Ema.
"O-Oke Em..." jawab Salma singkat.
Ema kemudian masuk kembali ke dalam kamarnya dan mengunci kamarnya.
Salma menghembuskan napas perlahan.
'Tertawa? jelas-jelas tidak ada yang tertawa di sini' gumam Salma dalam Hati.
Lalu Salma menyadari bahwa tadi dia sedang berinteraksi dengan sosok laki-laki di tangga. Salma melihat ke arah tangga kembali, dan terlihat sudah tidak ada apapun di sana.
'Kemana dia, dia menghilang' Salma.
Akhirnya Salma langsung berlari masuk ke dalam kamarnya.
__ADS_1
Jangan lupa di like ya, jika ada saran atau masukan bisa tulis di kolom komentar, dan klik vote di bagian halaman depan novel dekat nama author agar author rajin untuk update😊
Baca juga novel tulisan pertama ku berjudul 'Mantanku, Suamiku'. Terima kasih🙏