KOS PAK DARSO

KOS PAK DARSO
Bagian 4 Nenek-nenek


__ADS_3

Hari sudah pagi. Salma membuka mata perlahan, beranjak dan merapihkan kembali tempat tidurnya. Salma berjalan menaiki tangga menuju kamar mandi atas untuk mandi dan bersiap berangkat kuliah hari pertama.


Setelah Salma sudah berpakaian rapih, Salma keluar dari kamar dan hendak berangkat. Salma mendapati Ema sedang mengunci pintu hendak berangkat kuliah juga.


"Berangkat Sal?" Ema.


"Iya"


"Yaudah yuk bareng" ajak Ema.


"Boleh.


Tak lama kemudian, Wiwi dan Rika berjalan menuruni tangga, mereka berdua juga hendak berangkat kuliah. Karena jarak kampus dan kos sangat dekat, mereka akhirnya berjalan kaki bersama. Selama perjalanan, mereka asik mengobrol dan membayangkan hari pertama kuliah yang akan menyenangkan. Salma berjalan berdampingan dengan Ema, sementara Rika dan Wiwi berjalan di depan Salma dan Ema.


"Em..." Salma.


"Ya?" Ema.


"Suaramu merdu juga ya, lembut banget"


"Hah? maksudnya?" Ema bingung.


"Semalem kamu nyanyi jawa kan? sampe kamarku kedengeran loh" jelas Salma.

__ADS_1


"Hah? engga. Semalem aku nyalain musik korea, tapi jam setengah 10 juga udah tak matiin, terus tidur"


'Hah? terus siapa yang nyanyi, yang tinggal di lantai bawah kan cuma aku sama Ema' Salma.


"Apaan sih?" Rika ingin tahu pembicaraan Salma dan Ema.


"Ini semalem Salma denger orang nyanyi jawa ngiranya aku yang nyanyi, aku nyanyiin korea ko" Ema.


"Jam berapa emang Sal dengernya?" Wiwi.


"Sekitar jam 10an" Salma.


"Aku jam segitu masih melek tapi ga denger apa-apa Sal, mungkin tetangga sebelah, sebelah kamarmu kan ada rumah Sal" Wiwi.


"Rumah kecil yang tadi kita lewatin?" Rika.


"Iya, kirain aku mah kosong" Ema.


'Yasudahlah.. bener kata Wiwi, mungkin tetangga sebelah' Salma mencoba positif thinking.


--


Sepulang kuliah, Salma mampir ke warung membeli telur dan sayur mentah lalu pulang kembali ke kos. Sesampainya di kos Salma mengambil beras dan memanak nasi di magicom yang ia bawa dari rumah. Menunggu nasi masak, Salma berganti pakaian kemudian pergi ke dapur untuk memasak telur dan sayuran yang tadi ia beli di warung.

__ADS_1


Salma berdiri sambil memetiki daun kangkung yang terletak di atas meja dekat pintu. Seketika Salma diam, tangannya berhenti bergerak, meluruskan pandangannya ke tembok di depannya.


'Kenapa serasa ada sesuatu di belakangku?' Salma.


Salma merasakan ada sesuatu yang bergerak dan berdiri di belakangnya, tepatnya di sebelah kulkas, jantungnya berdebar tak menentu, nafasnya mulai terasa berat sehingga tidak teratur, nafasnya mulai terengah. Salma terus merasakan sesuatu yang berasa di belakangnya itu. Salma ingin menoleh ke belakang, namun rasanya seluruh badannya tidak bisa bergerak, bulu lehernya sudah merinding.


'Punten yo nduk...'


Tiba-tiba suara itu terdengar dari belakang Salma. Salma benar-benar terkejut. Bagaimana ada orang yang masuk ke dapur, sementara dari tadi ia berdiri di dekat pintu dan tidak ada satupun yang lewat apalagi masuk ke dapur. Anak-anak kos yang lainnya juga belum pulang, hanya ada Icel namun dia sedang di lantai atas berada di kamarnya.


Tiba-tiba suara langkah kaki terdengar, seseorang di belakang Salma berjalan.


'Oh Tuhann... pliss jangan mendekat ke arahku' harap Salma.


Seseorang itu berjalan melewati Salma, menuju arah pintu dan kemudian keluar dari dapur. Salma melihat sangat jelas bahwa itu adalah seorang perempuan, lebih tepatnya perempuan tua/nenek, memakai bawahan kain coklat seperti batik dan atasnya memakai baju kebaya tua/kutu baru berwarna putih, badannya sudah bungkuk, rambutnya putih tergulung melingkar seperti konde, kulitnya benar-benar keriput, namun badannya tidak terlalu kurus. Dia berjalan membungkuk keluar dari dapur sambil membawa plastik bening berisi ikan.


Kaki Salma benar-benar lemas seketika, dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


'Bentukannya orang, tapi apa itu benar-benar orang? dari tadi aku berdiri di dekat pintu tidak ada satupun yang lewat atau datang, tapi kenapa dia tiba-tiba ada di belakangku' Salma mulai merasa takut.


Setelah Salma mencoba menenangkan dirinya sejenak, Salma ingat bahwa nenek-nenek tadi membawa seplastik ikan yang sepertinya baru saja di ambil dari dalam kulkas. Salma kemudian berjalan ke arah kulkas dan membuka kulkas tersebut. Kosong. Benar-benar tidak ada isi apapun, bahkan kulkas itu tidak dingin sama sekali alias tidak di pakai. Salma terkejut, akhirnya dia mengurungkan niatnya untuk masak dan kembali ke dalam kamar.


Bersambung..

__ADS_1


****Jangan lupa di like ya, jika ada saran atau masukan bisa tulis di kolom komentar, dan klik vote di bagian halaman depan novel dekat nama author agar author rajin untuk update😊


Baca juga novel pertamaku berjudul 'Mantanku, Suamiku'. Terima kasih🙏🥰****


__ADS_2