KOS PAK DARSO

KOS PAK DARSO
Bagian 2


__ADS_3

Salma membuka mata, melihat layar hp dan hari menunjukkan pukul 17.00 WIB. Salma membuka kopernya untuk mengambil handuk dan peralatan mandi. Terdengar suara orang-orang tertawa dan benda-benda bergeseran dari lantai atas.


'Pasti anak-anak di atas sedang beres-beres' Salma.


Salma berjalan keluar hendak ke kamar mandi. Ketika ingin menaiki tangga, Salma memandang ke salah satu ruangan yang tidak terlalu jauh, di bawah tangga. Ruangan kecil namun tertutup rapat. Salma mendekat ke ruangan tersebut. Mencoba membuka pintu.


Jegrek jegrek. Pintu tak terbuka. Jegrek jegrek, Salma mencoba membuka pintu kembali, namun tetap tidak terbuka.


'Di kunci rupanya'


Salma mundur selangkah, mendengakkan kepala ke atas dan memandang ke ventilasi di atas pintu ruangan tersebut. Dari situ terlihat di dalam ruangan gelap.


'Lampunya gelap, berarti ga ada orang, tapi kok di kunci?'


Salma mencoba menekan tombol lampu di dekat pintu tersebut, dan mundur selangkah lagi dan melihat ke arah ventilasi kembali untuk memastikan kalau lampu berfungsi semestinya. Dan terlihat lampu menyala.


'Lampunya nyala, berarti kamar mandi ini bisa di pakai, tapi kenapa di kunci?'


Salma memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu, dan berjalan kembali menaiki tangga.


'Mandi di atas aja deh'


Setelah menaiki tangga dan tiba di lantai dua, langsung menghadap ke kamar mandi. Ada dua kamar mandi di lantas atas. Kamar mandi tersebut bersebelahan. Ketika Salma hendak memasuki kamar mandi sebelah kiri. Tiba-tiba ada tangannyang menyentuh pundak Salma. Salma terkejut dan menoleh ke belakang.


"Hy" Sapa seorang gadis tinggi, kurus, berambut panjang di ikat ke belakang. Kulitnya sedikit gelap, namun wajahnya terlihat sangat manis.


"Aku Rika" gadis tersebut menyebut namanya dan menjulurkan tangannya.


(Anak kos 1, kamar lantai 2)

__ADS_1


Nama lengkap Erika Putri, biasa di panggil Rika. Satu universitas dengan Salma, fakultas ekonomi, jurusan manajemen. Periang, banyak tingkah, humble, dan yang paling pemberani. Dia percaya dengan dunia lain beserta makhluk yang hidup di dunia itu, namun dia masa bodo dan tidak mau perduli. Itu yang menyebabkan dia menjadi pemberani.


"Oh hy, aku Salma" Salma membalas jabatan tangan Rika.


"Kamu yang tinggal di kamar sebelah mana Salma?"


"Di bawah, deoan ruang tv"


"Ohhh iya ya tau. Bentar ya, temen-temen sini deh" Rika berteriak.


Kemudian datang 3 gadis lainnya. Mereka tersenyum dan bersalaman bergantian dengan Salma. Sebelumnya mereka sudah berkenalan lebih dulu.


(Anak kos 2, kamar lantai 2)


Windari Kusuma Dewi, biasa di panggil Wiwi. Satu universitas dan satu fakultas dengan Salma, tapi jurusan manajemen. Gadis kurus dan bisa di pilang pendek, karena terlihat paling kecil dari yang lainnya. Kulitnya putih, memakai kalung, dan cincin, rambutnya panjang terurai. Terlihat sangat feminin. Dia percaya dengan makhluk lain, dia juga sering penasaran dengan dunia lain, namun dia adalah gadis polos yang mudah percaya dengan perkataan apapun, selain kepolosannya itu, dia juga penakut.


Marsela Dinianti, biasa di panggil Icel. Satu universitas dengan Salma, namun dia adalah anak teknik. Gadis berambut pendek dan ikal, badannya agak sedikit berisi, namun wajahnya manis dan polos. Dia adalah salah satu penakut kedua setelah Wiwi.


(Anak kos 4, kamar lantas 2)


Larasati Utami, biasa di panggil Laras. Satu universitas dengan Salma, jurusan psikologi. Gadis tinggi, putih, sedikit berisi, dan cantik. Dia termasuk orang yang biasa saja, kadang berani, kadang juga penakut, tergantung situasi.


Ya, itulah keempat penghuni kamar lantai atas. Lantai 2 memang memiliki 4 kamar dan 2 kamar mandi. Bagian depan terdapat teras dan kursi-kursi untuk duduk bersantai. Bagian belakang dekat kamar mandi, terdapat pintu yang menghubungkan dengan teras belakang yang di manfaatkan untuk tempat mencuci dan menjemur pakaian.


Setelah berkenalan dengan Salma, mereka mengobrol sebentar dan saling bercerita satu sama lain di depan kamar mandi. Salma jadi menunda niatnya untuk mandi. Ketika mereka sedang asik bercerita, tiba-tiba ada suara kaki dari lantai bawah yang menaiki tangga. Semua mata tertuju melihat ke arah tangga, menunggu siapa yang kira-kira sedang berjalan. Perlahan muncul seorang perempuan yang tinggi berambut panjang.


"Eh lagi pada ngapain?" perempuan itu terkejut melihat teman-temannya sedang jongkok di depan kamar mandi sambil mengobrol.


"Aduh kaget, kirain siapa" Laras.

__ADS_1


"Aku udah deg-degan tauuuu" Icel.


"Aku udah siap-siap mau lari" Wiwi.


"Dasar penakut semua" Rika. "Eh, sini, kenalan dulu, kamu penghuni kamar bawah juga ya?" lanjut Rika.


"Iya" perempuan itu menjawab.


"Berarti kamu tetanggaan sama Salma, sini kenalan dulu biar akrab kita" Rika.


Akhirnya perempuan itu ikut berkumpul dengan yang lainnya di depan kamar mandi, saling bersalaman memperkenalkan diri. Perempuan itu namanya Ema Rahmawati, di panggil Ema. Termasuk orang yang masa bodo juga dengan 'hal-hal yang gaib', namun sebenarnya sedikit penakut.


"Eh itu kamar mandi di deket tangga, ko gelap ya?" Ema.


"Iya, di kunci juga kan" Salma.


"Engga ko, tadi aku bisa masuk. Tapi pas nyalain lampu ga bisa nyala, aku mau mandi jadi susah kan masa gelap-gelapan, mangkannya aku naik ke atas nyari kamar mandi atas" Ema.


'Bisa masuk? bukannya jelas-jelas tadi terkunci ya' gumam Salma dalam hati.


"Yaudah kalian berdua mandi di atas aja, ini kan kamar mandi bersama" Rika.


Itulah mereka (Salma, Rika, Wiwi, Ema, Icel, dan Laras), ke enam penghuni kos-kosan pak Darso. Mereka asik mengobrol di depan kamar mandi, sampai tak sadar adzan maghrib berkumandang. Akhirnya mereka bubar dan kembali dengan urusan masing-masing. Salma memasuki kamar mandi sebelah kiri, sementara Ema di kamar mandi sebelah kanan.


Bersambung..


**Jangan lupa di like ya, jika ada saran atau masukan bisa tulis di kolom komentar, dan klik vote di bagian halaman depan novel dekat nama author agar author rajin untuk update😊


Baca juga novel pertamaku berjudul 'Mantanku, Suamiku'. Terima kasih🙏🥰**

__ADS_1


__ADS_2