
Setelah Salma mandi, Salma turun ke lantai bawah kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian dan sholat. Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Salma.
"Sal, ayo keluar cari makan" Ajak Rika. Rika, Wiwi, Ema, Icel dan Laras sudah di depan kamar Salma. Akhirnya mereka pergi keluar berjalan kaki untuk makan di angkringan yang berada di depan kos mereka.
Setelah makan bersama, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk membereskan kamar. Begitu juga dengan Salma yang sama sekali belum membongkar isi kopernya.
Salma berada di dalam kamar, meraih kopernya dan membuka koper tersebut. Salma mengeluarkan seisi koper tersebut. Salma memandangi sekekiling.
'Hadeeehhhh banyak banget barangnya, berantakan banget. Mager. Tapi ga mungkin juga tidur dalam keadaan kamar pecah kaya gini'
Satu persatu Salma merapihkan pakaiannya yang kusut setelah di taruh dalam koper. Mengganti sprei kasur dengan sprei yang sudah di bawakan oleh ibunya. Menata buku, laptop, dan barang-barang lainnya di atas meja. Membuka lemari dan membersikan debu di dalamnya.
🎵ting....... tiing........ tiiing.....
(Bukan ayu ting ting ya guys😁)
Salma sedang memasukkan pakaian ke dalam lemari, tiba-tiba mendengar suara alat musik. Seketika Salma terdiam terpaku.
'Suara apa ya tadi'
Padahal Salma mendengar jelas suara yang barusan melintas di telinganya seperti suara alat musik gamelan. Ketika Salma menghentikan aktifitasnya, suara itupun behenti juga.
'Ah mungkin perasaanku aja'
Suara adzan berkumandang. Waktu sudah menunjukkan sholat isya. Salma keluar dari kamar berjalan mendekati tangga. Di sisi kiri tangga terlihat ada tempat, Salma berjalan untuk melihatnya, ternyata di sebelah kiri tangga adalah ruangan tengah terbuka tak beratap. Namun di ujungnya terdapat ruangan yang semacam gudang, karena gelap. Di samping gudang terdapat cela yang tidak terlalu besar dan terlihat ada keran.
'Sepertinya itu buat mencuci baju, wah bisa buat wudhu tuh'
Salma hendak berjalan ke arah keran tersebut. Namun di sebelah kirinya ada ruangan dengan pintu terbuka namun gelap, ruangan itu mengalihkan penglihatan Salma. Salma memasuki ruang tersebut, menekan tombol lampu yang berada di dekat pintu. Ketika lampu menyala, Salma bisa melihat se isi ruangan tersebut, terdapat kompor, lemari piring, dan kulkas di pojok ruangan. Ternyata itu adalah dapur. Salma membalikkan badannya.
"Astahfirullah!" teriak Salma.
Salma terkejut saat membalikkan badannya, seseorang berdiri teoat di hadapannya.
__ADS_1
"Ema!, bikin kaget aja"
"Kamu ngapain di sini?" Ema.
"Aku mau wudhu"
"Wudhu ko masuknya ke dapur"
"Lah kamu sendiri ngapain?"
"Aku juga mau wudhu, tapi ngeliat kamu berdiri di pintu dapur jadi ku samperin"
"Ih dasar"
Akhirnya Ema dan Salma bergantian untuk wudhu di keran dekat gudang. Setelah wudhu, Ema dan Salma memasuki kamar masing-masing untuk sholat. Setelah sholat isya selesai, Salma melanjutkan aktivitas merapihkan kamarnya. Hari menunjukkan pukul 20.35, Salma masih belum selesai merapihkan kamar. Salma sudah meletakkan seluruh pakaiannya di dalam lemari. Kini Salma sedang merapihkan atas meja, meletakkan jam, buku, dan yang lainnya. Tiba-tiba Salma mendengar suara.
🎵
Ting..
Tiiing..
Dnnnggg.....
Suara gamelan terdengar kembali di telinga Salma. Bahkan di sertai dengan suara gong. Suara itu memang tidak kencang, namun terdengar jelas di telinga Salma.
'Ga lucu banget sih malem-malem mainan gong' Salma mulai merasa tidak nyaman.
Salma bergegas untuk merapihkan meja. Salma berjalan ke arah pintu dan menguncinya, Rara mengambil selimut di dalam lemari lalu berbaring di atas tempat tidurnya.
Suara itu terus berbunyi berkali-kali, kurang lebih selama 3 menit, namun setelah itu berhenti lagi. Salma merasa lega, suara itu hilang, Salma mencoba memejamkan mata namun sulit sekali untuk bisa tertidur. Akhirnya Salma mengambil Hp nya, membuka media sosial dan melihat-lihat beranda, sampai tak sadar sudah jam 22.00 WIB. Salma menaruh kembali hp nya di atas meja. Menarik selimut sampai ke atas perut. Memejamkan mata dan membaca doa tidur dalam hati.
🎵
__ADS_1
Ting........ tiing...... tiiing.......
Dnngggg........ (bergema)
La... la......la.... la.........
Laaa...... (nyanyian)
Kali ini, suara gamelan dan gong itu di iringi suara perempuan. Salma membuka matanya. Jantungnya berdetak dengan cepat, bulu leher dan tangannya berdiri, merinding.
'Apalagi sih, ko malah tambah ada yang nyanyi, Apa Ema yang sedang menyalakan musik itu?'
Suara gamelan tersebut semakin jelas dan berirama, sesekali di ikuti dengan pukulan gong. Suara perempuan itu semakin merdu, dia bernyanyi seperti sinden, suaranya sangat lembut.
🎵
Sugeeeeng..... raaawuh.....
Caaaaaah aayuuuuu...
Itu adalah sebuah kalimat pertama yang yang di nyanyikan oleh perempuan itu, Suara perempuan itu terdengar sangat jelas di telinga Salma, setelah kalimat itu peremouan tersebut terus menyinden, namun Salma tidak mengerti apa yang di nyanyikan perempuan itu, karena kalimat dalam lagi yang dinyanyikannya menggunakan bahasa jawa yang sangat halus.
'Sugeng rawuh, apa itu' gumam Salma dalam hati, dia tidak mengerti arti dari kalimat itu.
'Cah ayu, kan anak cantik, sugeng rawun apaan ya' Salma terus bergumam dalam hati mencoba mengerti kalimat pertama yang di nyanyikan perempuan.
Salma mencoba memejamkan mata, mendorong fikirannya untuk tidur, namun sulit. Suara itu terus terdengar jelascdi telinga Salma, akhirnya Salma mencoba membacakan ayat kursi, namun suara itu tidak berhenti. Salma menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, membaca ayat-ayat pendek di dalam selimut, sampai akhirnya ia tertidur.
Bersambung..
****Jangan lupa di like ya, jika ada saran atau masukan bisa tulis di kolom komentar, dan klik vote di bagian halaman depan novel dekat nama author agar author rajin untuk update😊
Baca juga novel pertamaku berjudul 'Mantanku, Suamiku'. Terima kasih🙏🥰**
__ADS_1