Kota Dosa

Kota Dosa
Bab 8


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, Richard telah menguasai beberapa jebakan, mulai bersiap dan memasang beberapa jebakan besar, kadang-kadang ada monster besar di sini, jadi dia ingin mencoba keberuntungannya. Keberuntungan Richard cukup baik, seekor babi hutan Kamchatka muncul dan terkena jebakan Richard. Sebuah penjepit yang terbuat dari duri, rotan dan paku dengan kuat menjepit kaki depan babi hutan tersebut, meskipun babi hutannya sangat kuat, tapi jebakan Richard juga dibuat dengan baik, sehingga keseimbangan kekuatan di semua aspek ditangani dengan sangat baik, dan perlawanan babi hutan tidak berhasil melepaskan diri. Richard yang bersembunyi sedang mengamati, merasa sangat gugup hingga telapak tangannya berkeringat, pisau berburu di tangannya terasa tidak dapat diandalkan untuk pertama kalinya. Babi hutan yang terluka sangat berbahaya, meskipun babi hutan Kamchatka sangat kecil dalam hal ukuran dan keberanian, tapi dia hanya seorang anak kecil.


Tepat ketika Richard hendak bergegas keluar saat yakin bahwa mangsanya tidak bisa membebaskan diri, sebuah kekuatan yang kuat tiba-tiba muncul dari belakang dan mendorongnya kuat, Richard jatuh dengan kuat ke tanah, merasa dunia seolah berputar, dan ada bau amis di mulut dan hidungnya, dia mendengar suara tali busur, kemudian jeritan babi hutan, dan beberapa sorakan dari samping, suara-suara itu terdengar sangat familiar.


Richard perlahan bangkit dan melihat Pirou yang tidak tahu sejak kapan muncul bersama tiga remaja lainnya, salah satu dari mereka yang mendorongnya hingga jatuh tadi. Pirou memegang busur berburu di tangannya, menatap babi hutan Kamchatka yang malang dengan bangga, sebuah anak panah tertancap di leher babi hutan itu. Tidak mudah untuk mengenai titik vital hanya dengan satu tembakan anak panah, walau terjebak di perangkap sekalipun, tetap tidak akan mudah untuk menembak titik vital dalam kondisi babi hutan itu yang sedang berjuang melepaskan diri.


“Kau merebut mangsaku!” Richard langsung mengerti apa yang mereka lakukan, dan berteriak dengan marah.


"Semua orang di sini bisa membuktikan kalau aku yang menembak mati babi hutan ini, apa maksudmu merebut? Hanya karena kau yang memasang jebakannya begitu? Semua pemburu baik tahu kalau jebakan semacam ini hanya untuk menangkap kelinci," kata Pirou dengan pelan sambil menatap Richard dengan jijik.


Dia hampir satu kepala lebih tinggi dari Richard, dan fisiknya jelas kuat, kekuatannya juga lebih besar dari teman-temannya, hampir setara dengan orang dewasa, ini karena Pirou adalah putra kepala desa yang merupakan pensiunan bintara, kepala desa sering kali membawa pulang beberapa beberapa monster kuat yang diburu dari pegunungan, dan daging monster itu sangat berguna untuk memperkuat tubuh.


“Lalu kenapa kau datang ke sini untuk memanah babi hutan?” Pertanyaan Richard membuat Pirou menjadi bingung, mereka memandang rendah Richard, tetapi terpaksa mengakui bahwa Richard memang sangat pintar dan mengenal cukup banyak huruf, tapi Pirou tidak menghormati Richard karena ini, untuk apa mengenal banyak huruf? Memangnya bisa berguna untuk berburu?


Pertanyaan Richard membuat Pirou merasa sangat kesal, dia melambaikan tangannya dengan kuat, seorang pemuda di sampingnya langsung berjalan ke belakang Richard dan mendorong Richard ke tanah.


Richard bangkit, wajahnya memerah, dia memegang pisau berburu dengan erat di tangannya, aura yang meledak pada saat itu membuat beberapa remaja merasakan hawa dingin yang tak bisa dijelaskan! Namun pisau berburu pada akhirnya tidak dihunuskan, setelah ragu-ragu, Pirou menendang perutnya, para remaja menyerbu dan merampas pisau berburu itu, lalu mereka terus mengeroyok, Pirou bahkan menginjak dan menekan wajah Richard hingga ke dalam tanah!


Semua pemuda di pegunungan memiliki kekuatan bawaan, pengeroyokan ini benar-benar tidak ringan, Richard tidak berjuang untuk melawan atau memohon belas kasihan, tetapi diam-diam bertahan. Pirou menjadi semakin marah, dan serangannya menjadi semakin berat, yang dia rasakan dari reaksi diam Richard hanyalah penghinaan.


“Tidak terima ya? Hah?” Pukulan para remaja menjadi semakin kuat, tubuh Richard seolah bukan miliknya sendiri, membiarkan mereka mengeroyok sesuka hati, tidak butuh waktu lama bagi Pirou untuk menjadi takut, takut Richard cedera serius, karena dirinya pasti akan dipukuli juga begitu sampai di rumah, kemarahan kepala desa sama ganasnya dengan kekuatannya, dan Helen juga selalu memiliki reputasi yang baik di desa.


Para remaja juga secara bertahap berhenti, butuh beberapa saat bagi Richard untuk perlahan bangun, dan Pirou melontarkan beberapa kata kasar sebelum berjalan pergi sambil membawa babi hutan itu. Ketika jarak mereka benar-benar sudah jauh, Richard duduk di bawah pohon, beristirahat lama sebelum berjuang untuk berdiri dan berjalan pulang.

__ADS_1


Saat malam hari, air mata Helen bahkan mengalir keluar saat melihat Richard kecil yang penuh memar, justru Richard yang menghiburnya dan bilang bahwa dirinya baik-baik saja, hanya terasa sedikit sakit. Setelah minum obat, Richard memandang ibunya dan bertanya, "Apa masih tidak boleh melawan?"


"Mm." Helen menggertakkan giginya dan mengangguk.


"Baiklah, aku tidak akan melawan, tapi aku juga tidak akan menyerah."


Pada hari-hari berikutnya, Pirou semakin sering mencari masalah dengan Richard, akhirnya hampir sama, yaitu dikeroyok lagi, sampai semuanya sudah lelah, Richard benar-benar tidak bangkit, Pirou tidak menunggu Richard untuk menyerah atau memohon belas kasihan sama sekali, dia bahkan tidak mendengar erangannya. Setiap kali sudah lelah dan hendak pergi, Richard selalu bangkit perlahan dan menatap Pirou dengan tenang, tatapan yang tenang itu tiba-tiba membuat Pirou merasakan hawa dingin dari lubuk hatinya yang terdalam, tatapan itu seolah sedang melihat orang mati.


Mulai tahun ini, Pirou mulai mengalami mimpi buruk, setelah itu, setiap kali dia menghajar Richard, dia selalu mengalami mimpi buruk selama beberapa hari. Richard tidak pernah melawan atau berjuang, Pirou juga semakin kuat, kesenjangan ukuran antara keduanya bahkan semakin besar. Tapi setiap kali melihat Richard, Pirou akan melihat mata tenang anak itu, kemudian mengalami mimpi buruk lagi selama beberapa hari, Pirou masih tidak mengerti mengapa Richard tidak pergi mengadu pada ayahnya, jika bocah itu melakukan ini, Pirou setidaknya akan dicambuk beberapa kali, tapi dari awal hingga akhir, Richard tidak pernah menyebut tentang pengeroyokan selama ini kepada siapapun di desa.


Para remaja semakin jarang mencari masalah dengan Richard secara perlahan, ketika Richard memandang mereka sambil tersenyum dengan mulut yang berdarah, para remaja itu bubar, Itu juga terakhir kalinya mereka mencari masalah dengan Richard.


Pada usia delapan tahun, Richard belajar untuk tegar.


Ketika musim semi yang baru tiba, Richard kecil semakin dewasa, pisau berburu di pinggang juga akhirnya bukan lagi hiasan, dia juga mulai mengikuti para pemburu di desa ke pegunungan untuk berburu, meskipun dia tidak akan pergi terlalu jauh ke dalam hutan, dan tidak akan berada di garis depan saat menghadapi binatang buas, tapi pekerjaan yang ditugaskan kepadanya seperti membantu biasa, memasang jebakan dan mengurus mangsa yang sudah tertangkap, tetapi setidaknya itu menunjukkan bahwa dia sudah menjadi seorang pemburu. Bobby si pandai Besok sangat senang, karena pisau berburu Richard itu dibuat dengan beberapa potong baja berharga yang dia tempa selama beberapa malam. Setiap kali Richard menggunakannya untuk membunuh monster, Bobby akan bahagia untuk waktu yang lama.


Tidak peduli apapun itu, Richard sudah menghadapi banyak bahaya tahun ini, dia selalu bisa tenang dan terkoordinasi dengan baik, tidak peduli seberapa berbahaya situasinya, dia tidak pernah gentar.


Pada usia sembilan tahun, Richard belajar keberanian. Tahun ini tampaknya menjadi tahun yang paling mudah, karena anak-anak di pegunungan tidak pernah kekurangan keberanian. Tapi keberanian yang diajarkan ibu Richard kepadanya itu berbeda. Richard berhasil melakukannya, jadi semenjak itu, ibu Richard tidak lagi memanggilnya dengan sebutan Richard kecil lagi, tapi Richard-ku.


“Richard-ku sudah jadi pria sejati!” Helen akan selalu berkata seperti itu sambil tersenyum setiap kali melihat Richard.


Tapi suatu hari, Richard mengangkat dadanya dan menjawab, "Pria sejati itu lebih bijaksana lagi!"

__ADS_1


Helen terkejut, memandang Richard dengan serius, dan bertanya, "Beritahu ibu, siapa yang memberitahumu ini."


"Itu tertulis di sana!"


"Yang mana?" Tanya Helen dengan sabar, tidak hanya penyihir, pengetahuan murid penyihir itu juga sangat luas, jadi Richard telah belajar beberapa bahasa dengan Helen, bahkan bahasa kuno yang sangat sulit dan kurang jelas. Membaca tidak lagi menjadi masalah bagi Richard, bahkan dia telah membaca beberapa buku tentang pengenalan sihir saat musim dingin yang membosankan, tetapi Helen tidak mengingat adanya kalimat seperti itu di buku manapun.


"Yang di loteng, ada banyak hal menarik di dalamnya, untuk pertama kalinya, aku baru tahu kalau dunia ini sangat besar," kata Richard dengan penuh semangat.


“Buku itu?” Helen mengingat sesuatu, kemudian tersenyum lagi, “Buku itu sangat menarik, Richard-ku, tentu saja pria sejati tidak boleh kekurangan kebijaksanaan, tetapi ketekunan, kekuatan, dan keberanian itu juga penting, Richard-ku sangat pintar, jadi pasti tidak akan kekurangan kebijaksanaan saat dewasa nanti, ibu harus mendidikmu agar kamu menanam karakter seperti itu dulu, mengerti?"


“Masih ada kebahagiaan!” Richard buru-buru berkata.


Helen tersenyum sambil menyentuh kepala Richard dan berkata, "Iya, masih ada kebahagiaan! Apa kehidupan Richard-ku bahagia beberapa tahun ini?"


Richard kecil menggelengkan kepala dan berkata dengan datar, "Tidak selalu bahagia. Pirou membullyku, aku juga benci buah sukun, dan Bu, Ayah itu orang yang seperti apa?"


Ekspresi Helen langsung berubah seketika, kemudian dia berkata dengan lembut, "Ayahmu adalah seorang pria sejati ..."


Richard langsung melanjutkan: "Aku tahu! Dia juga seorang penjahat terburuk! Dia adalah orang yang paling dibenci Ibu!"


Helen tersenyum, setiap tahun, Richard selalu menanyakan pertanyaan ini beberapa kali, dan Helen selalu memberi jawaban yang sama, sampai Richard bahkan menghafalnya sekarang. Namun, Richard adalah anak yang cerdas, dia bisa merasakan kebencian yang mendalam dari Helen ketika dia menyebut ayahnya, setelah sekian lama, Richard juga membenci ayah ini.


Karena Richard sudah berkali-kali terbangun di tengah malam dan mendengar ibunya menangis pelan.

__ADS_1


Pemikiran anak kecil sangat sederhana, ibu adalah yang paling menyayanginya, dan juga orang yang paling ia sayangi. Apa yang dibenci ibunya juga adalah apa yang dia benci. Sesekali Richard menanyakan keadaan ayahnya, selain karena penasaran, setiap kali dia bertambah dewasa, ibunya akan bercerita sedikit lebih banyak tentang ayahnya, Richard ingin tahu lebih banyak tentang ayahnya sehingga bisa membalas dendam ibunya ketika sudah dewasa nanti. Sedangkan untuk cara membalas dendamnya, dia masih anak-anak sekarang, tentu saja tidak tahu, tetapi masalah ini telah tertanam dalam hatinya.


Namun kali ini, Helen tidak memberitahu Richard lebih banyak tentang ayahnya, melainkan hanya mengatakan bahwa waktu yang dia habiskan bersama ayah Richard sangat singkat, jadi dia hanya tahu sejauh ini saja.


__ADS_2