
"Lailaahaillallah" Adzan shubuh telah berkumandang .
Kokok Ayam terdengar sejak pagi tadi sebelum azan dikumandangkan , membuat orang- orang bangun untuk beribadah dan memulai hari dengan bekerja mencari rizqi yang telah di siapkan Allah untuk mereka .
Matahari mulai mengintip di ufuk timur . Burung-burung terbang bertengger di dahan pohon dengan mesra menikmati pagi yang indah . Daun- daun basah tertetes embun pagi . Bunga-bunga bermekaran menampakkan keelokannya.
Di sebuah desa yang terletak di kaki gunung tepatnya di sebuah rumah kayu sederhana , seorang gadis masih terlelap tidur .
"Duuggdggg......" Mak Yati mengetuk pintu keras kamar anak sulungnya yang masih terlelap pagi itu.
"Nduk... bangun udah pagi! Bantuin mak ini lho " Teriak Mak Yati yang berdiri di balik pintu menunggui putrinya sambil sesekali menggedor pintu.
Suara Mak Yati dan gedoran Pintu yang keras membuat putrinya itu sayup-sayup membuka matanya .
"Iya makk...bentar lagi keluar, " jawab Anaknya yang terbangun dengan wajah yang terlihat masih mengantuk. Ia mengusap-usap matanya yang masih tertutup agar dapat mengalahkan rasa kantuknya.
"Huuahhhhh...masih ngantuk, tidur lagi bentar ah..... "Bukannya bangun putrinya malah tidur lagi , malah kepalanya ditutup bantal.
Mak Yati gemas menunggui putrinya yang belum juga keluar dari kamar. Mak Yati kembali menggedor pintu kamar putri sulungnya itu.
"Maryamm..... Maryam...."
Itulah nama putri sulungnya , Maryam atau lebih tepatnya ,Maryam Nisarrasyid Lukman. Ia seorang gadis yang masih duduk dibangku MA.
"Maryam bangunnn...."Teriakan Mak Yati semakin keras.
Mak Yati yang berdiri di balik pintu kamar anaknya itu sudah kehilangan kesabaran . Ia lalu mengambil gelas berisi air yang berada di atas meja makan dan kemudian masuk ke kamar anaknya itu .
Terlihat Maryam yang masih juga tidur dengan bantal di atas kepalanya untuk menutupi kupingnya
"Astaghfirullah Maryamm...anak cewek tidurnya kaya Kebo... "Mak Yati menggelengkan kepalanya .
"Pantes susah dibangunin ...ternyata malah tutupan bantal ya....enak ya " Mak Yati gemas dengan Maryam putrinya itu . Tidak seperti hari-hari sebelumnya yang ketika membangunkan hanya memanggil dari balik pintu.
Mak Yati mengambil bantal yang menutupi kepala Maryam dan kemudian "byuurr" Mak Yati langsung mengguyur wajah Maryam dengan segelas air yang diambilnya dari meja makan tadi .
"Ah hujan hujan ...." Sontak Maryam kaget dan langsung bangun duduk di atas ranjang tempat tidurnya dengan wajahnya yang basah sambil mengusap-usapnya .
"Hujan ya Maryam? Mau tambah yang deras?enak ya tidur ngorok lagi..." Mak Yati berdiri di samping ranjang Maryam dengan matanya yang melotot dan kedua tangannya yang berada di pinggang sambil menatapi anaknya yang sudah membuat masalah pagi-pagi .
"Ah emak....masih ngantuk lah mak lagian Maryam kan libur sekolah mak ...."Jawab Maryam dengan wajah basah dan masih mengantuk.
"Eh eh kebiasaan ya kamu! Mentang-mentang libur terus bisa tidur sampai siang gitu ? nggak bisa! libur sama nggak libur itu sama! Kamu harus tetep bangun pagi dan bersih-bersih rumah seperti biasa pokoknya , mulai sekarang kalau libur tetep harus bangun pagi!...."
"Kok gitu mak...."keluh Maryam
"Iya lahh.... emang ada jadwal hari minggu disuruh tidur? Mak nggak suka ya Maryam kalau anak emak males-malesan , apalagi kamu kan anak perempuan , anak pertama lho Maryam... kamu itu jadi contoh adik-adikmu... nanti kalau mak udah gaada, kamu juga yang harus ngurus semuanya... harus bisa menangani apapun , nggak boleh males-malesan!...biar nanti suami lu itu nggak nyesel punya bini kaya lu Maryamm... "Mak Yati menarik nafas panjang menenangkan diri
"Denger nggak ...?"Mak Yati masih merasa kesal walaupun sudah mencoba menenangkan diri.
__ADS_1
"Iya mak iya....Maryam denger.... Maryam kan punya kuping, pasti dengerlah.... "Ucap Maryam dengan santainya.
"Iya iya... Cepat bangun! Sudah sholat shubuh belom?...." tanya mak yati tegas
"Emang jam berapa mak? ...udah subuh?... " Maryam berbalik tanya
"Ya Allah Maryam.... udah dari tadi subuhnya... kamu belum sholat? " tanya Mak Yati penuh emosi
"Belom mak...hehe " Maryam tersenyum dengan PD nya tanpa merasa bersalah sedikitpun.
"Ya Allah Maryammm....udah jam berapa ini ? ..."Mak Yati geram dengan anaknya itu
Suara keras Mak Yati membuat tetangga sebelah rumah bingung dibuatnya.
"Mak Yati kenapa sih.....pagi-pagi dah ngamuk wae......"ujar salah satu tetangga Mak Yati yang rumahnya berjarak satu langkah dari rumah Mak Yati
"Blugggg,..." Mak Yati memukul Maryam dengan bantal yang digunakan untuk menutup kepala maryam tadi
"Aduh aduh mak.....kenapa dipukul sih...." Maryam terlihat kesal dengan Mak yati yang memukulnya dengan bantal.
"Biar setan nya pergi jauh....Hus hus..."Sejenak kemudian Mak Yati berhenti mukul Maryann.
"Mak itu bukan mau ngusir setan, tapi seakan akan aku setannya... "jelas Maryam
"Udahh.... cepet sana sholat!.... "Suruh Mak Yati
"Emang jam berapa sih mak?"
"Hahhh...."Maryam terkejut melihat jam sudah menunjukan pukul lima lebih.
Maryam langsung berlari menuju kamar mandi untuk wudhu. Mak Yati hanya menggeleng gelengkan kepaIa melihat Maryam yang terburu buru .
Melihat Meisa berjalan masuk kamar mandi ,Maryam mempercepat langkahnya
"Eh eh kak... aku dulu ..."Meisya hampir masuk kamar mandi, tapi ssstttt Maryam menarik tangan Meisya
"Adekku sayang, kakak dulu ya.... udah telat ,muahh..."Maryam mencium pipi adik perempuannya tanpa memperhatikan raut muka Meisya yang kesal
"Alahh kakak.... hihh...kan aku dulu yang kesini... " Meisa sangat kesal ,tapi apalah daya, kakaknya sudah terlanjur masuk dan menutup pintunya
Mak yati membuka jendela kamar maryam agar terkena sinar matahari pagi. Setelah itu mak yati segera keluar kamar dan melanjutkan masak.
"Mak kaka kenapa sih, tadi buru buru banget?"
tanya Meisya kepada ibunya yang baru saja keluar dari kamar kakaknya.
"Kakakmu itu belum sembahyang shubuh... "
"hahh belum sembahyang... kakak pasti tadi tidurnya ngebo kan mak? "tanya Meisa
__ADS_1
"Iyo sa.... kakakmu susah banget dibangunin.... jangan ditiru, awas yo kalau kamu kaya gitu... "Mak Yati melotot ke Meisa sebagai peringatan
"Iya mak.... Meisa kan selalu rajiinnn..... " Melihat emaknya melotot, Meisa takut dan tidak berani membantah.
"Rifki mana? " tanya mak yati
Rifqi adalah laki laki adik kedua Maryam atau anak terakhir Mak yati yang masih duduk di bangku SD, sedangkan Meisya di bangku MTS
"Rifqi baru aja keluar mak, katanya sih mau ke sungai... "
"Dasar bocah.... pagi pagi dah nylonong pergi"
Satu setengah menit kemudian Maryam keluar dari kamar mandi dan segera menuju kamarnya. Ia langsung memakai mukena dan melaksanakan sholat shubuh.
Selesai sholat , Maryam menuju jendela kayu kamarnya yang sudah terbuka. Terlihat pemandangan pagi yang sangat indah membuat ukiran senyum di bibir maryam . Maryam menghirup udara segar yang masuk ke kamarnya. Angin semilir membuat rambut panjang Maryam yang tergurai berterbangan mengikuti arah angin. Bunga bunga cantik yang mekar akan memanjakan mata bagi siapa saja yang melihatnya. Bukit bukit tinggi terlihat dengan gagahnya , siap memberi kehidupan pagi itu. Itulah desa yang menjadi tempat tinggal keluarga Maryam, Desa Lembah Cakar.
Maryam terlihat sangat cantik saat ia memamerkan senyumannya. Kulitnya berwarna putih kemerahan .Wajahnya yang agak lonjong dengan matanya yang bulat disertai alis yang tebal dan hidungnya yang tidak terlalu mancung serta bibir tipis merekah merah, membuat siapa saja yang melihat akan terpesona khususnya bagi kaum adam. Apalagi di tambah hati yang baik, haduuhhh banyak pemuda yang ingin menikahinya.
"Maryam.... "panggil lek Mita tetangga sebelah rumah Maryam atau lebih tepatnya teman Maryam, hanya saja Lek Mita lebih tua dua tahun dari Maryam.
"Eh Lek Mita...Kaget tau lek , tak kira siapa tadi, ternyata lek.....tumben lewat sini? Biasanya lewat depan rumah?.. "Heran Maryam
"He he iyo... tadi lek habis ngasih makan sapi di belakang rumah, sekalian mau nyuci di sungai terus lewat sini motong jalan gitu.....lha kamu nggak ke sungai Maryam?"
"Nanti lek habis ini aku mau ke sungai.... " Jelas Maryam
"Oh iyo, tadi makmu marah marah kenopo? "
"Mak ya lek? nggak kanapa kenapa kok lek.. hehehe...? "Maryam tersenyum untuk menutupi bahwa Maknya marah marah karena dirinya.
"Hallahhhhh.... ngaku aja Maryam.... mesti gara gara kamu too..... aku reti Maryam!... kalau nggak kamu siapa lagi ha? " tebak lek yati yang membuat Maryam tertawa kecil
"Apaan sih lek... tau aja hehehe"ucap Maryam dengan sedikit tertawa
"Suara Makmu Kedengeran tau dari rumaku,keras bangett... "
"Ssstttt... jangan Keras keras lek, nanti mak denger....."Maryam memelankan suaranya ,sontak Lek Mita menutup mulut dengan tangan kanannya
"Oh iya iya.....makanya jangan buat onar... udah tau makmu galak gitu masih aja kamu bandel.... dasar Maryamm... "Lek Mita memelankan suaranya sambil celingukan memastikan tidak ada Mak Yati
"Ayo ke sungai Maryam, mau lek tunggu?"
"nngak usah lek, aku nanti nyusul aja "
"Oke kalau begitu, Lek duluan ya Maryam.... "
"Iya Lek, hati hati dan jangan lupa liat jalan biar nggak kesandung "Maryam masih sempet saja goda Lek Mita
"Awas kamu Maryam, tak cubit pipimu lho...! "
__ADS_1
"Coba aja kalau bisa... haha haha... "
Lek Mita segera pergi dengan dua ember ditangannya ke sungai.