KUASA CINTAMU

KUASA CINTAMU
Pohon Rambutan


__ADS_3

"Cepet ganti baju Rifki... habis itu kita langsung ke kebun! " suruh Maryam


"Iya iya " jawab Rifki singkat


"Meisa.... kakak udah nyuci baju, nanti kamu jemur di belakang rumah ya! tangan kakak sakit.. "ucap Maryam meminta tolong


"Iya kak... abis ini tak jemur " jawab Meisa yang sedang belajar di kamarnya


"Oh ya, nanti siang abis dhuhur kalian ikut ngaji di mushola ya...disuruh emak.... katanya ada ustadz baru yang ngajar kalian " jelas Maryam


"Ustad baru? " tanya Meisa dari dalam kamarnya


"Iya.... kata mak sih anaknya Kiai Abdullah yang pulang dari Mesir " jawab Maryam


"Ternyata Kiai Abdullah juga punya anak laki-laki ....berarti ada Gus di kampung kita.. " ujar Meisa senang


" Terus kenapa kalau ada Gus ha?... " tanya Maryam


"Mesti Gusnya ganteng banget lah ka... " jelas Meisa tersenyum


Maryam yang mendengar perkataan adiknya itu hanya memutar bola matanya ke atas.


"His kamu tu gak ada bedanya sama Rifki... " ucap Maryam malas


"Biarin... " ujar Meisa tak peduli .


Maryam menuggu adiknya Rifki yang sedang ganti baju. Ia duduk di kursi depan rumahnya.


"Rifki cepetan... " panggil Maryam dari depan rumah


"Bentar kak... " teriak Rifki menjawab kakaknya


Sejenak Maryam melihat tangannya yang masih terbalut sapu tangan milik laki-laki yang menabraknya tadi. Ia menyentuh sapu tangan yang membalut tangannya.


'Siapa laki-laki tadi, aku belum pernah melihatnya di desa ini... Dan kenapa aku membiarkannya membalut luka tanganku ....


tatapan itu.... ih apaan sih malah mikirin nggak jelas... aku harus balikin sapu tangannya kalau ketemu dia lagi... ' Batin Maryam


"Ayo kak.... "ajak Rifki yang sudah selesai ganti baju


"Eh iya ayo... " jawab Maryam singkat


Maryam dan Rifki berjalan menuju kebun .


"Rifki....tadi mas mas yang nabrak kakak namanya siapa ya? " tanya Maryam sambil mengingat - ingat


"Oh itu tadi namanya Mas Atif kak.... kenapa kak? nggak biasanya kakak tanya-tanya tentang laki-laki.... Apa jangan-jangan kakak suka sama Mas Atif?.... hayoo " Goda Fikri kepada kakaknya


"Apaan sih.... hisss" Maryam mencubit lengan adiknya itu


"Aduh sakit kak...." keluh Fikri berusaha melepaskan cubitan kakaknya


"Makannya nggak usah gitu.... anak kecil kok sukanya ngurusi orang lain... " jelas Maryam kemudian melepaskan cubitannya dari lengan Fikri


"Sakit tau.... kakak galak banget sih.... gitu aja marah.... "ucap Fikri merasa sebal


"hih kaya monster... " ucap Fikri lagi lirih


"Apa kamu bilang...? " tanya Maryam kesal


"nggak Papa.... aku bilang kakak cantik banget... " ucap Rifki tersenyum berbohong agar tidak kena marah kakaknya lagi


"Dasar bocah... " ucap Maryam ketus


-----------------


Di jalan terdapat tiga orang gadis, Layla, Ratih dan Sheila yang pulang dari pasar .


"Eh kalian.... bantu bawa dong... berat tau ...daritadi bukannya bantu malah asik ngobrol " ucap Ratih kesal


Sheila dan Layla menghentikan obrolannya


"Oh Ratihku sayang.... Sini sini tak bantu bawa..." tawar Layla


"Nih nih kalian yang bawa ikan sama sayurnya .... Layla kamu bawa sayur dan Sheila kamu bawa ikan.... oke... " Ratih tersenyum puas dan memberikan semua barang belanjaannya.

__ADS_1


"Terus kamu bawa apa? " tanya Sheila merasa tidak adil.


"Tadi kan aku udah bawa dari pasar sampe sini.... sendirian lagi....udah , ayo jalan...." ucap


Ratih tersenyum puas


Sheila dan Layla merasa sebal


"Gak usah cemberut gitu dong.... dapat Pahala lho ..." ucap Ratih meyakinkan kedua sahabatnya itu.


Mereka pun melanjutkan jalannya . Di jalan mereka mendapati sebuah pohon rambutan yang buahnya sangat lebat . Mereka berhenti dan saling tatap satu sama lain


"Apa kita berpikiran sama?... " tanya Layla menebak


Mereka bertiga saling tatap dan tertawa karena pemikiran mereka yang sama


"Kalau begitu ayo kita ambil... " ajak Layla


"Ayoo ..." ujar Sheila dan Ratih berbarengan


"Tunggu - tunggu.... emang pohonnya gak ada yang punya? " tanya Ratih


"Nggak lahh.... pohon yang ada di desa, itu


milik bersama... siapa saja boleh mengambilnya, kecuali pohon yang dipagari kaya hmm mana ya.... nah kaya yang itu lho , itu pohon yang dipagar di depan rumah warna hijau itu.... itu baru nggak boleh ,soalnya ada yang punya.... " jelas Layla


"Ooooo... begitu " Ratih dan Sheila mengangguk - anggukan kepala pertanda faham


"Terus siapa yang mau manjat... ? " tanya Sheila


"Panjat sendiri lah.... "jawab Ratih dan Layla bersamaan


"Hih tinggi tau... nanti kalau ada ulet bulu gimana?...terus nanti kalau ada santri lain yang lihat gimana?... " Sheila merasa agak takut


"Jangan manja deh... gak ada apa-apa kok... tenang aja...gak bakalan ada santri yang kesini.... kamu bisa manjat gak? " tanya Ratih


"Bisa sih.. " jawab Sheila ragu. Ia sangat mudah merasa jijik dan agak manja orangnya. Maklumlah dari kota.


"Sayuran sama ikannya taruh di bawah pohon saja.. " saran Ratih yang kemudian disetujui kedua sahabatnya itu


"Mmmm.... manis banget yakin .."ujar Layla


"Iya.... suka deh...baru kali ini aku makan rambutan manis banget.... di kota gak ada rambutan semanis disini " sambung Sheila


"Dasar anak kota... bisa nyasar juga kesini " ejek Ratih yang membuat mereka tertawa.


Di bawah pohon rambutan itu ada Maryam dan adiknya yang yang sedang berjalan melewati pohon rambutan itu. Tiba-tiba 'takk' Maryam terkena jatuhan kulit rambutan di bawah pohon rambutan itu


"Hih siapa sih yang buang kulit rambutan sembarangan?.... " Maryam mencari - cari asal kulit rambutan itu


Maryam dan Fikri kemudian bersamaan melihat ke atas pohon. Maryam melihat tiga orang perempuan yang kemudian ia menyadari kalau itu adalah ketiga sahabatnya yang berasal dari pesantren As Shafa.


"Kak bukannya itu Mbak Sheila, Mbak Ratih dan Mbak Layla ya?... " tanya Fikri mengamati


"Iya Fikri... " jawab Maryam singkat


Maryam nerniat mengerjai ketiga sahabatnya itu


"Kakak mau ngapain... ? " tanya Fikri melihat kakaknya tersenyum iseng


"Diem aja kamu.... biar kakak kerjain mereka" jawab Maryam


"Oke oke. " Fikri menuruti kakaknya itu


"Ada ular ... awas ada ular... itu ada ular di atas pohon.... ularrr... " teriak Maryam sambil menunjuk ke atas pohon asal asalan, yang membuat ketiga sahabatnya kaget


"Hahh... ularr.. mana ularnya.... "


Mereka bertiga ketakutan dan langsung bergegas turun dari pohon .


Maryam dan Fikri tertawa melihat Sheila, Ratih dan Layla yang cepat - cepat turun dari pohon karena ketakutan. Sheila turun terlebih dahulu karena ia memanjat paling rendah. Sedangkan Ratih dan Layla mereka berdua saling bertabrakan


"Ihhh... aku dulu ah... " Ujar Layla ketkutan


"Cepet cepet... " Ratih mengalah dari Layla

__ADS_1


Maryam tertawa tanpa memperdulikan ketiga sahabatnya yang terlihat sangat ketakutan .


"Mana ularnya Maryam.... mana? " Tanya Sheila yang sudah di bawah pohon sambil melihat ke atas pohon mencari ular yang dimaksud Maryam, begitu juga dengan Layla dan Ratih


"Hahahahaaa.... "Maryam dan Fikri tertawa terpingkal pingkal


Hingga kemudian Sheila, Ratih dan Layla menyadari bahwa Maryam menjahili mereka. Wajah mereka yang tadinya ketakutan berubah menjadi kesal.


"Maryaammmm..... " teriak Sheila kesal, kemudian ia mencubit hidung Maryam


"Aduh.... hih lepasin... nanti kalau pesek.... " Maryam yang tadi tertawa berubah menjadi cemberut


"Biarin ...." jawab Sheila kesal


"Kebiasaan Maryam deh.... jahil banget sihh.."


sambung Layla


"Untung nggak jatuh dari pohon... " ucap Ratih


"Kalian juga kenapa?....masa santri wati manjat-manjat pohon...kan kalau ada yang liat malu-maluin.... terus kalau ada santri lain yang lihat, kalian bisa dihukum kan.... " Jelas Maryam


"Iya sih... tapi gak usah ngagetin juga dong.... untung gak jantungan... " jelas Layla


"Iya maaf.... " Ucap Maryam


"Sudah - sudah gak usah ribut... " Ratih menenangkan suasana


"Tadi itu kita bertiga rencana mau mampir ke rumahmu Maryam... eh malah ketemu disini.... kamu mau kemana sama Fikri? " tanya Ratih


"Mau ke kebun, pupukin sawi... " jawab Maryam datar


"Tangan kamu kenapa? " tanya Sheila kaget melihat tangan Maryam yang terbalut kain


"Oh ini... tadi gak sengaja aku ditabrak orang, terus aku jatuh dan tergores Batu di pergelangan tangan...dan dia balut tanganku dengan sapu tangannya " jawab Maryam


"Siapa yang nabrak? " tanya Layla


"Ntah...Dia laki - laki... sebelumnya aku belum pernah melihatnya ....namanya itu Atif kalau gak salah... " jelas Maryam


"Hahhhh...Atif? " Sheila, Ratih dan Layla terkejut mendengar nama yang disebutkan Maryam


"Kenapa? " tanya Maryam heran


"Gus Atif? Anak Kiai Abdullah?... " Layla berbalik tanya tak percaya


"Ternyata tadi Mas Atif itu Gus.... " Fikri ikut angkat suara


"Apaan sih kamu Fikri... gak lah... mungkin kebetulan namanya sama kali ...udah ah, gak usah bahas itu lagi.... oh ya kalian habis dari mana? " Maryam mengalihkan topik pembicaraan


"Kita abis dari pasar ...disuruh ummi beli sayuran sama ikan tu di bawah pohon... Oh ya Maryam, aku ada titipan surat nih dari kang saiful untuk kamu ..." ujar Layla memberitahu


"Surat? " tanya Maryam tak mengerti


"Iya surat... kamu ada hubungan ya sama kang Saiful? " tanya Layla


"Nggak lah... " jawab Maryam singkat


"Hallahh... ngaku aja deh... " goda Ratih


"Beneran.... gak ada apa apa... "Maryam mencoba meyakinkan mereka


"Maryam maryamm.... banyak banget lho yang suka sama kamu... tapi gak ada satupun yang kamu sukai... mau yang kaya apa? " tanya Sheila ingin tahu


"Aku gak mau mikirin laki-laki... nanti aja kalau udah saatnya... " jelas Maryam


"Yaudah nih trima aja... disimpan tuh suratnya !" suruh Layla


Maryam pun menerima surat itu tanpa tahu isinya.


"Kalau begitu ayo cepat pulang ke pesantren... takut kalau ummi nungguin... " ajak Ratih kepada Sheila dan Layla


" Oh iya... Maryam kita balik dulu ya... ketemu besok di sekolah... sekalian ntar kasih tau isi suratnya, oke!... " ujar Layla


Layla, Sheila dan Ratih segera balik ke pesantren. Maryam dan adiknya langsung menuju kebun.

__ADS_1


__ADS_2