
Dirumah, Maryam membangunkan adiknya yang tidur untuk pergi mengaji di musholla
"Fikri, Meisa bangunn.... udah hampir jam dua belas lho... nanti kalau telat... " panggil Maryam membangunkan adiknya
Fikri dan Meisa tidak juga keluar dari kamar. Maryam akhirnya membangunkan mereka satu persatu .
Maryam masuk ke kamar Fikri
"Fikri... bangun... udah Jam dua belas... cepet bangun... " Maryam menepuk - nepuk pundak adiknya itu
Fikri menggeliat membuka matanya.
"Iya kak... " jawab Fikri yang masih mengantuk
"Cepetan bangun... " Suruh Maryam yang kemudian menuju ke kamar Meisa.
Fikri segera bangun dan bersiap siap ke mushola untuk sholat berjamaah, begitu juga dengan Maryam dan Meisa. Mereka bersiap dan berangkat ke musholla bersama -sama.
"Meisa... cepet keluar... " panggil Maryam yang sudah siap di luar rumah bersama Fikri menunggui Meisa
"Iya kak... " Meisa segera berlari kecil keluar rumah.
"Sudah... ayo berangkat" ajak Maryam
Mereka bertiga segera ke mushola untuk sholat berjamaah dan mengikuti pengajian yang biasanya dibawakan oleh para ustad yang mengimami sholat setelah selesai sholat dhuhur
'Allahu Akbar Allahu Akbar, Lailahaillallah... " Iqamat telah dikumandangkan oleh muadzin.
Para jamaah segera mengambil posisi mereka untuk melaksanakan sholat berjamaah.
Selesai sholat jamaah, seperti biasanya sehabis sholat dhuhur ustad akan membawakan sedikit ceramah untuk para jamaah.
Maryam yang shaffnya berada di samping Lek Mita merasa heran.
'Tumben hari ini shaf perempuan penuh... tidak seperti biasanya yang hanya sedikit dan banyak shaf yang kosong... ' batin Maryam
"Lek... hari ini yang sholat jamaah banyak ya... gak kaya biasanya... " bisik Maryam kepada Lek Mita
"Kamu gak tau?... hari ini tu ada ustad muda baru dari Mesir yang sementara ini akan ngajar ngaji di mushola ini .... anaknya Kiai Abdullah dan nyai Zainab yang katanya dari kecil udah dipondokin... tapi pondoknya gak di pesantren yang diasuh ayahnya sendiri , melainkan di pondok lain yang sangat jauh... makanya banyak orang yang tidak mengenalnya... Namanya itu... hmmm... " bisik Lek Mita yang berusaha mengingat
__ADS_1
"Siapa Lek namanya?...Gus Atif... ?" Ucap Maryam menebak
" Oh iya, namanya Gus Atif....lha itu kamu udah tau... " ucap Lek Mita
"Tadi aku denger dari anak pondok, temanku di sekolah... " jelas Maryam
"Oooo.... " Lek mita mengangguk anggukan kepala
"Terus apa hubungannya sama banyaknya orang yang jamaah Lek.?" tanya Maryam
"Katanya, Gus Atif itu ganteng banget...udah ganteng, sholehnya Masyaallah... wajarlah kalau banyak para remaja kaya kamu yang pada mau cari perhatian sama Gus Atif... " jelas Lek Mita yang menunjuk pundak Maryam
"Lek kira aku sholat disini mau caper sama Gus itu?.... nggak ya... aku kan selalu sholat jamaah di mushola dengan ikhlas dan tulus... gak ada niatan sama sekali untuk caper kepada siapapun... " jelas Maryam yang tidak trima dirinya disamakan dengan orang lain
"Iyo iyo Maryamku.... aku juga tau kalau kamu itu gak kaya gitu... udah ah Diem... dengerin ceramah itu lho... "suruh Lek Mita kepada Maryam untuk memperhatikan ceramah.
"Iya... " jawab Maryam singkat
"Baik para jamaah yang semoga dirahmati Allah... sekian ceramah hari ini , semoga bermanfaat bagi kita semua .. dan setelah ini Akan ada sambutan sedikit dari Gus Atif anak Kiai Abdullah yang sementara ini akan mengajar ngaji di mushola desa kita ..wassalamualaikum wr wb.. " ucap ustad menutup ceramah
"Waalaikusalam wr wb... " jawab jamaah berbarengan
Jamaah perempuan , khususnya para remaja terlihat semangat saat menunggu Gus Atif maju ke depan untuk memberi sambutan.
"Ihhh... ganteng banget... " bisik para jamaah perempuan
Maryam yang shafnya berada di samping Lek Mita juga penasaran seperti apa gus Atif itu .
Hingga akhirnya Gus Atif berdiri di mimbar.
Maryam yang melihat Gus Atif sangat terkejut yang membuat matanya melebar. Ia tidak menyangka kalau laki-laki yang tadi yang menabraknya adalah anak Kiai Abdullah atau Gus Atif yang akhir akhir ini sedang menjadi bincangan kaum hawa.
'Ternyata mas Atif yang nabrak aku tadi itu Gus....aduh... kualat gak ya... ' batin Maryam
Lek Mita yang melihat mimik wajah Maryam jadi bingung
"Maryam kamu kenapa?, kok kaya kaget gitu......" tanya Lek Mita
Maryam yang masih menatap Gus Atif di mimbar langsung menoleh ke Lek Mita
__ADS_1
"Gak papa Lek... " jawab Maryam tenang
"tadi Lek lihat kamu kaya kaget gitu ...beneran gak papa? " Tanya Lek Mita memastikan
"Iya Lek... gak papa kok.. " jawab Maryam
"yowes ....eh Maryam... Gus Atif ganteng banget ya... " ucap Lek Mita berbisik
"Apaan sih Lek... biasa aja ah..." ucap Maryam yang memang merasa kalau Gus Atif biasa saja.
"Kamu gak bisa liat Maryam.... ganteng banget kaya gitu kamu bilang biasa aja... haduh Maryam... banyak perempuan berebut perhatian Gus Atif lho.... kamu memang beda ya Maryam... awas aja kalau suatu hari nanti kamu suka sama Gus Atif... " ujar Lek Mita
Maryam hanya diam tersenyum kecil menanggapi perkataan Lek Mita.
Begitu juga dengan Fikri , Ia terkejut mendapati Mas Atif yang ternyata Gus. Tetapi Fikri terkejut senang, tidak seperti Maryam yang khawatir kualat pada Gus karna saat ia tak sengaja ditabrak, ia sempet marah.
'kak Maryam gimana ya kalau tau ternyata mas Atif itu Gus... mesti malu ' batin Fikri tersenyum membayangkan ekspresi kakaknya.
Saat memberikan sambutan, Atif hanya memandang jamaah laki-laki tanpa memandang jamaah perempuan sedikit pun. Ia selalu menjaga pandangannya. Sedangkan jamaah perempuan yang rata-rata para remaja, mata mereka tak luput dari memandang Atif.
Atif selesai memberi sambutan dan hanya sebentar. Hingga ia mengucap salam penutup yang setelah itu jamaah bubar satu persatu dan hanya tersisa anak-anak yang akan ikut ngaji bersama Gus Atif. Banyak juga jamaah perempuan yang masih di mushola terutama para remaja yang masih berada di shafnya ber alasan ingin dzikiran , padahal tujuan mereka yang sebenarnya adalah ingin melihat dan cari perhatian Gus Atif.
Maryam dan Lek Mita juga masih di mushola, karna hari ini mereka mendapat tugas membersihkan mushola setelah ngaji selesai . Memang setiap hari ada jadwal membersihkan mushola untuk warga desa . Hari ini yang mendapat bagian bersih-bersih adalah Lek Mita dan Maryam untuk shaf perempuan, sedangkan shaf laki-laki ditugaskan kepada Rafiz dan Fahri .
Setelah jamaah selesai , ngaji pun dimulai. Baru dua anak saja yang sudah siap mengaji, yaitu Meisa dan Fikri, sedangkan anak-anak lain biasanya akan menyusul.
Meisa tampak senang melihat Gus Atif yang menjadi guru ngajinya.
'Ganteng banget Gus Atif... udah tinggi, gagah, tampan, berwibawa lagi.... " batin Meisa
Sedangkan Fikri, ia hanya duduk sila dan diam agar tidak keceplosan kalau bicara.
Gus Atif sudah siap untuk mengajar ngaji. Ia hanya mendapati dua anak saja yang salah satunya ia kenal.
"Fikri... " panggil Atif
"Iya mas eh Gus maksudnya.... " jawab Fikri
"Panggil mas aja nggak papa... saya suka kok panggilan kamu kepada saya... " Terang Atif
__ADS_1
"Oh njih mas... " jawab Fikri