
Susana pasar minggu ini sangat ramai. para pedagang sudah buka sejak shubuh tadi.
Mereka mencari rezeki yang telah Allah siapkan untuk mereka
Terlihat Mak Yati yang sedang melayani pembeli
"Mak Yati... " panggil Bu Mirna istri Pak RT atau ibunya Rafiz di tempat jualan Mak Yati
"Eh bu RT... hari ini ke pasar ya bu...biasanya kalau hari minggu nggak ke pasar bu... " ujar Mak yati ingin tahu
"Iya Mak Yati... hari ini saya akan kedatangan keluarga saya dari Jakarta... jadi saya harus masak agak banyak ..." jelas Bu Mirna
"Oalahhhh.... dari jakarta keluarganya ya bu ...." Ucap Mak Yati tersenyum
"Iya Mak... sekali-sekali biar mereka main kesini... biasanya kan saya yang berkunjung ke sana... " jelas bu Mirna lagi
"Iya bu... semoga perjalanannya lancar " ujar Mak Yati mendoakan
"Iya Mak, makasih.... oh ya, saya mau sawinya dua ikat mak... berapa? " tanya Bu Mirna
"Sembilan ribu bu... " jawab Mak yati
"Ini uangnya... " Bu Mirna memberi uang kepada Mak Yati sesuai harga sawinya
"Bentar ya bu... tak bungkusin dulu... " ucap Mak Yati
"Maryam di rumah Mak? " tanya Bu Mirna
"Iya bu... " jawab Mak Yati singkat
"Maryam anakmu itu mak, sangat cantiikk.... saya sering melihatnya saat dia berangkat sekolah ...kata ponakan saya, teman sekelas Maryam, Maryam itu selalu juara kelas.... dulu pertama saya liat dia, saya tanya-tanya sama tetangga sebelah rumah , anak siapa sih .... eh ternyata anaknya Mak Yati... " ucap Bu Mirna tersenyum
Mak yati hanya tersenyum mendengar perkataan Bu Mirna
"Kalau boleh saya ingin Maryam jadi menantu saya bu... " ucap Bu Mirna yang membuat Mak yati agak terkejut.
"Maksud Bu Mirna?... " Tanya Mak Yati tak mengerti
"Maksud saya, saya ingin menjodohkan Rafiz putra saya dengan Maryam ...gimana bu?... " tanya Bu Mirna serius
Mak yati diam berfikir sejenak
"Udah Mak.... ditrima saja.... nanti bisa jadi besan Bu RT lho.... " sambung bu Sani pedagang buah sebelah Mak yati yang ikut mendengar pembicaraan Bu Mirna dan Mak Yati.
"Bagaimana ya.... Kalau urusan itu, saya serahkan pada Maryam bu... lagian Maryam kan juga masih sekolah bu.... alangkah baiknya kita bicarakan di rumah saja...! " Mak Yati merasa tidak nyaman
" iya Mak....kalau begitu kapan - kapan kami sekeluarga akan berkunjung ke rumah Mak Yati... " jelas Bu Mirna
"Iya bu... silahkan...ini sawinya bu, dua ikat... " ujar Mak Yati menyerahkan sawi yang dibeli Bu Mirna
"Terima kasih Mak... Kalau begitu saya pergi dulu ya Mak Yati, bu Sani. ..."pamit bu Mirna dengan membawa sawi yang dibelinya
"Iya bu... " jawab Mak Yati dan Bu Sani.
__ADS_1
Bu Mirna melanjutkan jalannya. Mak Yati diam masih memikirkan perkataan Bu Mirna.
Ia berniat memberitahu Maryam saat pulang nanti
------------
Di sebuah kebun sawi yang dekat dengan Bukit, terlihat Maryam dan adiknya Fikri sedang memberi pupuk tanaman sawi.
Di tengah-tengah kebun itu ada gazebo kecil yang biasanya untuk istirahat. Maryam sudah selesai memberi pupuk sawi dan ia duduk beristirahat di gazebo itu. sedangkan Fikri ia sibuk menangkap capung yang berterbangan di sekitar kebun . Kebun itu memiliki luas tiga hektar yang ditanami sawi dan wortel . Itu adalah peninggalan bapaknya untuk mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Maryam sangat menikmati pemandangan di sekitar kebunnya. Dengan udara yang segar ,membuat siapapun bisa tertidur di gazebo itu.
"Susah banget sih... " keluh Fikri yang sedari tadi tak dapat menangkap capung yang berterbangan
"Udah dapet belumm...masa dari tadi nggak dapat-dapat... " ucap Maryam meledek
"bentar lah kak... capungnya dari tadi terbang terus" Ucap fikri kelelahan mengejar capung yang tak kunjung ia dapat
Fikri memang sangat suka mencari capung saat berada di kebun. ia akan meminta tolong kakanya ketika kelelahan dan tak mendapatkan satu pun capung. setelah mendapatkannya ia pun akan melepaskannya.
Maryam yang berada di gazebo hanya tersenyum melihat adiknya kesusahan menangkap capung
"kayak yakin kamu gak bakal bisa nangkap capung" ledek Maryam yang berada di gazebo
"hih kakak... jangan gitu dong.... Fikri kan lagi usaha... " ucap Fikri
"Lagian kamu juga ngapain ganggu capung - capung itu... " ucap Maryam
"Aku gak ganggu kok... cuma pengen main... mending kkak bantuin Fikri nangkap... " ujar Fikri yang masih berusaha menangkap capung
"Yaudah kalau gak mau... biar Fikri tangkap sendiri... " jelas fikri
Saat Fikri masih sibuk menangkap capung , ada Rafiz yang kebetulan sedang bejalan melewati kebun itu. Ia melihat Fikri jalan terbungkuk bungkuk seperti ingin menangkap sesuatu. Ia pun menghampiri Fikri.
"Fikri... ngapain lu... " tanya Rafiz
"Eh mas Rafiz... aku mau nangkap capung, tapi gak dapat-dapat... " jawab Fikri
"Buat apa lu nangkap capung?.. " tanya Rafiz
"Buat main-main aja mas... hehehe " jawab Fikri tersenyum
"Sini - sini tak bantuin... " Rafiz membantu Fikri mendapatkan capung.
"Wahhh.... mas Rafiz baik banget " puji Fikri
kemudian Rafiz menangkap satu capung yang menempel di rerumputan
"Yap... " Rafiz berhasil menangkap satu capung yang menempel di rerumputan itu
"Yeyeye.... Mas Rafiz hebat... " ucap Fikri gembira
"Nih capungnya... " Rafiz memberi capung yang ia tangkap kepada Fikri
__ADS_1
"Kak Maryam... lihat nih, aku dah dapat " panggil Fikri kepada kakaknya .
Maryam menoleh ke Fikri dan melihat Rafiz bersama adiknya . Begitu juga dengan Rafiz, ia baru menyadari kalau ternyata ada Maryam di gazebo yang jaraknya hanya beberapa langkah saja dari tempatnya bersama Fikri
"Siapa yang nangkap? " tanya Maryam
"Bukan aku sih... tapi Mas Rafiz " jawab Fikri jujur
"Sudah kakak duga, kamu gak bakal bisa nangkap... haha ...jangan lupa berterima kasih... kakak ke gubuk dulu ya...." ucap Maryam tertawa kecil yang kemudian ia beranjak dari gazebo menuju gubuk penyimpanan pupuk
Rafiz diam melihat Maryam yang ternyata juga bisa senyum. Tidak seperti kata teman-temannya yang bilang kalau Maryam selalu terlihat judes, tidak murah senyum dan galak.
'ternyata Maryam cantik juga ya kalau lagi senyum kaya gitu ...dia berbeda dari perempuan lain...dia liat aku biasa aja dan malah pergi... biasanya kan kalau cewek liat aku langsung pada cari perhatian... tapi dia enggak... dia benar-benar berbeda... nggak nggak....kenapa aku kaya gini... masa liat gitu aja langsung suka sih.... nggak boleh ' batin Rafiz
"Makasih ya mas... " Ujar Fikri senang
"Mas... Mas Rafiz... Mass... " panggil Fikri kepada Rafiz yang diam seperti memikirkan sesuatu
"Eh iya ...."jawab Rafiz setelah beberapa kali dipanggil Fikri
"Mas kenapa sih... dari tadi tak panggil nggak denger... " tanya Fikri
"Nggak Papa kok... cuma emmm.. cuma tadi gak denger aja kamu panggil mas... " jelas Rafiz.
"Ooo gitu to... habis ini Mas mau ke mana? " tanya Fikri
"Mau ke sawah... di sebrang sana " Jawab Rafiz dengan menunjuk sebuah sawah yang tidak terlalu jauh dari tempat ia berdiri.
"Kalau begitu mas pergi dulu ..." ucap Rafiz
"Iya mas... makasih..." ucap Fikri berterima kasih
"Iya sama - sama .." jawab Rafiz singkat yang kemudian langsung melanjutkan jalannya
Fikri bermain-main dengan capungnya sambil memunggui kakaknya keluar Dari gubuk penyimpanan pupuk.
Tak Lama kemudian Maryam keluar dari gubuk
"Fikri ayo pulang... " ajak Maryam kepada Fikri yang masih bermain-main dengan capungnya
Fikri menoleh mendengar panggilan kakaknya
"iya kak... " jawab Fikri yang kemudian melepaskan capungnya
"Jangan lupa lepaskan capungnya " Maryam mengingatkan Fikri.
"Iya kak... sudahh... " jawab fikri
"Yaudah... ayo pulang... terus nanti siap-siaap ngaji di mushoolla ya.... " ucap Maryam memberitahu
"Siap kakak... " ujar Fikri dengan mengangkat tangannya di Kepala seakan akan hormat yang membuat Maryam tersenyum
"Nah gitu dong...jadi anak yang baik ..."Ujar Maryam yang membuat mereka berdua tersenyum
__ADS_1
Maryam dan Fikri segera pulang menuju rumah.