KUASA CINTAMU

KUASA CINTAMU
Senyuman


__ADS_3

Lek Mita telah berlalu pergi. Maryam segera memakai kerudung untuk menyusul Lek Mita ke sungai sekalian hari ini ia harus mencuci baju


"Maryaammm.... "Panggil Mak Yati yang sedang bersiap siap akan pergi ke pasar


"Iya mak bentar... "Maryam segera keluar kamar sambil membenarkan kerudungnya yang belum ia rapikan


"Mak mau kerja dulu ,nanti kalau mau makan mak sudah masakin tu di atas meja ..." Ujar Mak Yati


"Njih mak ...."Jawab Maryam


"Nanti kamu sekalian mampir kebun ,mak kemarin belum sempet ngasih pupuk.... jadi nanti kamu pupukin tu sawi, biar sehat sehat.... "Suruh mak Yati pada Maryam


"Iya makk... " jawab maryam singkat


Keluarga Maryam memiliki ladang Sawi yang bertempat dekat dengan Air terjun. Dari hasil penjualan sawi inilah keluarganya dapat memenuhi kebutuhan sehari hari


"Eh eh Maryam... "Panggil Mak Yati yang membuat Maryam menghentikan langkahnya .


Maryam membuang nafas dalam -dalam kemudian menoleh ke Maknya


"Apalagi makk....."


"Jaga adik adikmu sekalian suruh mereka ngaji di mushola nanti siang habis dhuhur , katanya ada Ustadz muda lulusan Mesir yang ngajar ngaji di situ ..... itu lho anaknya Kiai Abdullah pengasuh pesantren As Shafa dan pemilik sekolahmu.... Anaknya baru pulang kemarin dari Mesir...."jelas Mak Yati


"Ha anak kiai Abdullah, yang mana...? " Maryam berpikir sejenak


"Masa nggak tau sih.... ?"


"Hmm... nggak tau ah...nanti aja pas di mushola, langsung liat... "


"terserah... yaudah mak brangkat dulu! "Mak yati mengeluarkan sepedanya keluar rumah kemudian Maryam mencium tangan Mak yati dan mengucapkan salaam seperti hari hari biasa


Maryam langsung menuju ke sungai dengan membawa dua ember di tangannya


Sesampainya di sungai, Maryam segera mencari tempat untuk menyuci. Terlihat disungai sudah banyak orang disana mulai dari ibu-ibu dan anak anak kecil yang bermain Air di sekitar Air terjun. Maryam celingak celinguk ,hingga matanya pun tertuju kepada seorang gadis tetangganya siapa lagi kalau bukan Lek Mita.


Segeralah Maryam menghampirinya. Ia berniat mengageti lek Mita. Maryam berjalan pelan di belakang Lek Mita dan meletakkan kedua embernya.

__ADS_1


Maryam terseenyum iseng dan kemudian


"Lek Mita ada kecoa.... "Maryam menepuk kedua pundak Lek Mita. Sontak Lek Mita sangat terkejut.


"Hahhh kecoa? Mana mana... mana kecoaknya? ...mana.... "Lek Mita menjerit dan loncat loncat ketakutan. Ia melemparkan sikat dan baju yang sedang dicucinya.


"Wkwkwkwk" Maryam tertawa terkekeh kekeh tanpa rasa bersalah melihat Lek Mita yang sangat ketakutan sampe loncat loncat.


"Mana kecoanya? Maryam? kok malah ketawa sih.... "Lek Mita melihat Maryam yang tertawa terkekeh kekeh . Hingga ia menyadari kalau Maryam menjahilinya.


"Tttaakkkk " Lek mita langsung menyentil jidat Maryam dengan jarinya .Seketika tertawa Maryam berhenti.


"Aduh lekkk....sakit tau jidat Maryam... " Keluh Maryam dengan memegang jidatnya yang kena sentil Lek Mita


"Kamu itu ya, buat Lek kaget tau.... kebiasaan kamu Maryam... dasar jahil , untung bajunya gak nyebur sungai, bisa hanyut nanti.... " kesal Lek Mita


"Iya iya maaf.... tapi lek jangan nyentil jidat dong, sakit.... "


"Rasain tuh.... makanya jangan jahil... "Lek Mita melanjutkan mencuci dengan wajah cemberut.


Maryam yang melihat raut wajah Lek Mita, ia langsung memeluknya.


Mau tak mau akhirnya Lek Mita tersenyum melihat senyuman Maryam . Ia berhenti menyuci dan menatapi Maryam


'Maryam Maryam, senyumanmu sangat indah... bisa menenangkan hati yang sedang gelisah ...ntah kenapa aku sangat menyukai senyumanmu' batin Lek Mita


"Nahh gitu dong lek.... kan terlihat cantik kalau lek tersenyum ..."goda Maryam


"Dasar gadis jahilll.... sini tak cubit pipimu!" Lek Mita mencubit pipi Maryam dengan gemasnya


"Aduuhhh Lek... tadi disentil, sekarang dicubit ...sakit tau "Maryam memegangi kedua pipinya yang dicubit Lek Mita.


"Sudah sudah... ayo nyuci biar cepet selesai " ajak lek Mita.


Beberapa menit kemudian,


"Maryam lek udah selesai... Lek duluan ya ,soalnya tadi disuruh pulang cepet sama ibu "jelas Lek Mita

__ADS_1


"Iya lek... hati-hati "singkat Maryam


"Oke "Lek Mita berlalu pergi.


"Selesai juga.. "Akhirnya Maryam selesai mencuci. Ia melihat ke sebrang Air terjun dan mendapati adiknya Rifki yang sedang asik bermain air bersama teman -temannya.


Maryam berniat untuk mengajak adiknya itu ke kebun .


"Rifkiii.... "Panggil Maryam


Rifki menoleh mendengar panggilan kakaknya. Ia menghampiri kakaknya dengan basah kuyup karena habis berenang di sungai.


"Ada apa kak? "Tanya rifqi


"Ayo pulang... abis itu kamu ikut kaka ke kebun... tadi mak nyuruh kakak pupukin sawi di kebun, jadi nanti kamu bantuin kaka ya! " Suruh Maryam pada adiknya.


"Halahhh.... aku masih pengen main ...Kakak kan bisa kesana sendiri!..."


"Halah halah....tak bilangin mak lho kamu karna nggak mau bantuin kaka.... udahan tu mainnya " Bujuk Maryam


"Kak Meisa kan bisa bantuin kaka? " tanya rifki


"Kamu tu banyak alasan ya... Meisa itu lagi belajar di rumah, besok dia ada ulangan... yaudah kalau nggak mau, nantii tak bilangin emak!.. " Ancam Maryam


"Hihh kakak.... yaudah rifki mau ikut kaka" Akhirnya rifki mau menuruti permintaan kakaknya.


"Gitu dong... adik yang baik.... " Maryam mengusap usap rambut Rifki yang basah sambil tersenyum menang.


"Ayo pulang, kakak udah selesai nyuci... kamu pulang bareng kakak! " suruh maryam


"Iya deh iya.... tapi nanti jangan bilangin emak kalau tadi Rifki sempet nggak mau diajak kakak... " minta Rifki


"Siap adikku yang ganteng... "Puji Maryam


Mak yati memang terkenal galak. Anak anak nya, Maryam , Meisa dan Rifki sangat takut dengan maknya itu. Saat Mak Yati marah, tidak ada yang berani membantahnya karena takut kena pukulan. Saat marah, wajah Mak Yati sangat menakutkan . Bahkan tetangga-tetangganya tidak ada yang berani keluar rumah saat Mak Yati sedang marah.


Itulah Mak yati. Ia sangat tegas mendidik anak-anaknya. Setelah ditinggal wafat suaminya, ia menjadi tulang punggung keluarganya. Mak Yati tidak pernah memperlihatkan kesedihan atau berkeluh kesah didepan anak-anaknya. Ia ingin anak-anaknya tidak cepat mengeluh dan tegar menghadapi jalannya kehidupan.

__ADS_1


Begitu juga dengan Maryam, Meisa dan Rifki mereka mungkin sering dimarahi Mak Yati. Tetapi mereka tau dibalik ketegasan dan kemarahan Mak Yati itu adalah didikan untuk mereka. Mereka juga tau bahwa maknya sangat menyayangi mereka .


__ADS_2