
Sudah satu minggu dita tinggal di Apartment baru nya.hari-hari yang cukup melelahkan untuk dita yang harus berpura-pura tidak ada beban di depan teman nya Yuna.ketika sedang sendiri Dita ternyata masih tetap memikirkan seseorang yang jauh tapi selalu dekat di hati dan pikiran.seperti sekarang ini dita hanya duduk diam memandangi telephone nya.
" kim,apa kabar mu sekarang apa sekarang kamu sudah bahagia dengan xiaonian.semoga kamu baik-baik saja.aku merindukan mu tapi aku sudah tidak berhak lagi atas kamu " menangis dan merasakan sesak di Dada.
*****
Seperti biasa dita selalu bangun pagi agar tidak terlambat masuk kantor.kalau sampai terlambat urusan bakalan jadi Runyam.Apartment baru dita cukup jauh Dari kantor,butuh waktu satu jam jika menggunakan angkutan umum.
" selamat pagi sajangnim " membungkuk
" pagi,apa Hari ini ada jadwal keluar? " menoleh
" untuk pagi sampai sore tidak ada sajangnim,tapi nanti malam ada undangan ulang tahun perusahaan Dari rekan bisnis sajangnim "
" ok " cuek berjalan masuk
Sudah waktu nya jam makan siang,dita beranjak Dari duduk nya dan Akan pergi ke kantin kantor,tapi tiba-tiba telephone nya berbunyi.
" yeoboseyo sajangnim "
" saya Akan makan siang di luar,tapi tidak kembali ke kantor,kalau ada apa-apa kamu kabari saya.tapi jika itu tidak penting bilang saja saya tidak ada di kantor "
" baik sajangnim "
" ok " memutuskan panggilan
" ya tuhaaaan baru kali ini aku nemu orang yang paling hemat bicara,dasar manusia kulkas " berjalan ke kantin
" dit kamu lembur gak? "
" Kaya nya sih gak yun,soal nya si manusia kulkas juga gak ada "
" gak ada,apa pak shi tidak masuk kantor? "
" masuk,tapi kata nya pergi ke luar,dan kemungkinan gak balik lagi "
" eoh,kamu gak naksir ke pak shi dit,dia ganteng gitu "
__ADS_1
" biasa aja yun,gak ganteng juga (lebih gantengan kim/dalam hati dita ) "
" Kaya nya Mata kamu bermasalah dit "
" wae "
" kalau pak shi tidak ganteng,lalu siapa yang ganteng menurut kamu "
" kim hoseok " spontan
" kamu masih memikirkan nya dit? "
" aneee,itu hanya perbandingan saja yun " tersenyum terpaksa
" mianhae dit "
" untuk "
" gara-gara aku kamu jadi keinget kim lagi " menundukan kepala
" hahah apa benar begitu dit "
" nee,dia juga orang yang paling hemat bicara yang pernah aku temuin "
" awas nanti suka " menggoda dita
" sudah,sudah jangan bahas itu lagi "
perbincangan unfaedah ahir nya selesai dita dan yuna kembali ke ruangan masing-masing.
sudah waktu nya jam pulang kerja dita juga sudah beres-beres Akan pulang.
" yeoboseyo sajangnim "
" kamu sedang apa? "
" eoh "
__ADS_1
" kamu sedang apa,apa kamu masih di kantor? "
" nee sajangnim,ini saya sedang beres-beres mau pulang "
" ok,saya tunggu kamu di bawah "
" mwo "
" cepat Nona Anandita dita,saya sudah ada di depan kantor "
" nee nee sajangnim " bergegas
setelah dita sampai lobby,dita melihat mobil yang cukup dita kenal,dan mengetuk pintu Mobil.
" masuk "
" mwo "
" Anandita cepat masuk "
" nee sajangnim " memasuki mobil
setelah dita masuk dan duduk shi Jong wook menjalankan mobil nya.
" mianhae sajangnim,kita mau kemana? "
" nanti juga kamu tahu,jangan banyak bertanya "
" ya ampun nih orang ketus banget di bunuh gak apa-apa kali(dalam hati) "
" jangan mengumapat "
" eoh "
" kamu sedang mengumpat ku Kan "
" aniyo " tersenyum canggung
__ADS_1