Kumiskinkan Suamiku Bersama Selingkuhannya.

Kumiskinkan Suamiku Bersama Selingkuhannya.
Bab 11 ~ Kita putus ~


__ADS_3

Naura melihat Vito yang sibuk menolak panggilan telepon untuknya,entah siapa yang menghubunginya malam-malam seperti ini dan itu tidak mungkin dari kantornya.


" Angkat saja kenapa harus di tolak siapa tau penting!!" Ucap Naura mengagetkan Vito yang sibuk memegangi ponselnya.


"A_ a_ itu..Itu dari kantor,mungkin ada urusan penting,biarkan saja acara ini lebih penting dari pada urusan kantor,besok juga aku akan ke kantor pagi-pagi sekali." Jawab Vito dengan wajah gugup dan gemetaran.


"Ohhh..." Jawab Naura singkat membuat Vito semakin salah tingkah dia seperti penjahat yang melakukan satu kesalahan.Seorang pembohong memang akan selalu ketakutan saat dia mengira yang dia bohongi selalu curiga dengannya.


Setelah menghabiskan makan malam mereka dan kedua anaknya juga sudah mulai mengantuk Naura mengajak Vito untuk pulang,dia sudah sangat bosan untuk menjalani semua sandiwara suaminya sepanjang malam ini.


Keesokan paginya Naura bangun pagi-pagi sekali,tadinya dia mau mengajak suaminya untuk bicara berdua karena tadi malam mereka tidak sempat bicara karena dia harus menidurkan kedua anaknya.Baru saja dia keluar dari kamar,dia sudah melihat pintu kamar suaminya terbuka lebar dia sedikit bingung padahal ini masih pagi sekali tapi kamar suaminya sudah terbuka lebar dan lampu disana begitu cerah.


Saat dia mau menemui suaminya,dia sudah melihat suaminya keluar dari dalam kamar dan sudah berpakaian rapi entah kenapa pagi ini suaminya berangkat kerja begitu cepat.


Naura kembali masuk ke dalam kamarnya karena tidak ingin dilihat oleh suaminya yang sudah tampak buru-buru entah mau kemana pria itu berangkat begitu pagi.


Setelah suaminya berangkat Naura masuk ke kamar suaminya,dia ingin memeriksa kamar suaminya mana tau ada sesuatu yang disembunyikan oleh suaminya.

__ADS_1


Naura memeriksa semua isi kamar suaminya,tapi tidak ada satu pun yang mencurigakan,dia membuka laci yang kebetulan kunci tertinggal ternyata disana ada buku tabungan yang selama ini di pegang oleh suaminya dan jarang sekali Naura melihat isinya apalagi sejak dia tau begitu banyak uang yang dipakai oleh suaminya.


Naura duduk di pinggiran ranjang lalu membuka lembaran demi lembaran buku tabungan mereka,Naura cukup kaget melihat uang yang keluar selama bulan ini bahkan sampai mencapai satu miliar rupiah.


Tubuh Naura gemetaran melihat banyaknya uang yang sudah di habiskan suaminya dan bahkan dia tidak tau kemana semua uang mereka padahal kemarin dia hanya meminta sedikit saja untuk membeli rumah untuk orang tuanya keberatan tapi dia bisa menghabiskan uang bahkan sampai miliaran dalam beberapa Minggu belakangan ini.


" Aku capek-capek kerja banting tulang,dia malah keenakan memakai uang,untuk apa dia memakai uang sebanyak itu dalam beberapa Minggu kemarin dan tentunya ini belum pengeluaran mereka beberapa hari ini,apa yang dia sembunyikan dariku,dia memanfaatkan ku!!!! dasar laki-laki tidak tau diri kamu." Ucap Naura dalam hati lalu mengembalikan buku tabungan ke dalam laci lalu keluar dari dalam kamar menemui kedua anaknya yang sudah siap-siap berangkat ke sekolah.


Naura masih berusaha untuk tenang,dia tidak mau karena kemarahannya kepada suaminya akhirnya kedua anaknya kena imbasnya.


"Ma...Kenapa wajah mama terlihat suntuk...Papa menyakiti mama lagi?" Tanya Yudha yang sudah berada di samping mamanya.


"Kamu sudah siap sayang mana adikmu? ayo cepat keluar kamar kita sarapan mama sudah lapar." Ucap Naura berusaha mengalihkan pertanyaan putranya.


"Masih di kamar mandi ma sebentar lagi juga dia keluar." Jawab Yudha tidak semangat dan Naura sebagai ibu tau akan hal itu.Sebenarnya Naura tidak pernah melibatkan anak-anaknya dalam masalahnya dan juga suaminya tapi kadang dia tidak bisa mengontrol emosinya saat pria yang menikahinya selalu membuatnya kecewa.


Sementara itu Vito buru-buru keluar dari dalam mobilnya lalu mengetuk pintu rumah Melisa,dari semalam dia sangat kesal kepada Melisa karena sudah menganggu kebersamaanya bersama keluarga kecilnya.

__ADS_1


"Kamu datang sayang,tumben pagi-pagi sekali kamu sudah datang?" Tanya Melisa yang masih berpakaian tidur yang transparan.Vito mengabaikan pertanyaan selingkuhannya dia langsung menerobos masuk ke dalam rumah lalu mendaratkan bokongnya di sopa.Wajahnya terlihat masam karena masih kesal dengan ulah Melisa.


"Kamu kenapa mas...Kenapa kamu datang bukannya senang wajahmu malah terlihat kesal,seharusnya aku yang marah sama kamu mas..."


" Diam kamu Melisa kamu tidak ada hak untuk marah kepada ku,apa mungkin karena aku terlalu memanjakan kamu jadinya kamu tidak tau batasan...Berapa kali kukatakan kalau aku sudah bersama keluargaku jangan coba-coba menghubungiku kalau bukan aku yang menghubungi mu!!! Dan kenapa semalam kamu menghubungiku berulang kali apa kamu mau menghancurkan keluargaku?" Vito berdiri sambil menatap Melisa dengan penuh amarah.


"Mas.... Aku melihatmu bersama keluargamu di restoran!! enak ya kamu mas bisa makan dengan lahap tanpa memikirkan aku yang kesepian di rumah ini,sementara aku mas berapa kali aku meminta kepadamu untuk menemaniku kenapa kamu tidak ada waktu untukku kalau malam mas apa aku ini hannya sebatas pemuas nafsu kamu mas....Apa aku begitu hina di mata kamu!!" Melisa tidak mau kalah dia melampiaskan kemarahannya yang sudah dia tahan dari kemarin .


"Melisa....Apa kamu lupa kalau aku ini sudah menikah? memangnya kamu pikir apa yang ku inginkan darimu selain tubuh mu itu,kalau kamu ingin lebih lebih baik kita putus,aku tidak mau berhubungan dengan wanita sepertimu lagi." Ancam Vito lalu dia beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Melisa yang sudah mulai terisak.


Tidak ingin kehilangan hartanya,Melisa berlari mengejar Vito yang sudah hampir sampai di pintu keluar lalu memeluknya dari belakang.


"Sayang maafkan aku,tolong jangan tinggalkan aku,please aku melakukan semua ini karena aku sangat mencintaimu,aku tidak ingin melihatmu bersama wanita lain aku sangat mencintaimu."Melisa terus menangis hingga akhirnya Vito luluh dan saat itu Melisa memeluk tubuh Vito semakin erat lalu mulai menggagahi tubuh pria itu semakin liar.


Sebagai pria normal dan sudah jarang mendapat nafkah dari istrinya tentu saja Vito tidak bisa menahan godaan dari Melisa,dengan cepat dia mengangkat tubuh Melisa ke atas sopa lalu merebahkan tubuh wanita itu di atas sopa lalu menyingkirkan pakaiannya yang tipis ke atas hingga terlihat dua gunung kembar yang sangat indah.


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2