
Lisa sudah tidak tahan melihat sikap Naura yang semakin lama semakin kurang ajar menurutnya.Dia tidak masih bingung dengan sikap abangnya yang sangat keras mempertahankan pernikahan mereka yang sudah tidak sehat lagi.
" Jaga ucapan ku,memangnya apa ada yang salah dari kata-kata ku,keluargamu hannya keluarga yang tidak tau malu sama sekali,ibu selalu saja menghina ku tapi dia tidak sadar punya anak gadis yang tidak laku-laku_
" Plak ....Dasar wanita kampung yang tidak tau diri berani sekali kamu menghina ku dan juga keluargaku sementara kamu tidak bisa menghasilkan uang sama sekali...Kamu hannya benalu di rumah ini..."
" Arng....Lepaskan....Rambutku.." Lisa menjambak rambut Naura sekencang mungkin hingga Naura meringis kesakitan karena rambutnya yang tidak di lepaskan.
"Lepaskan...."
" Aku tidak akan melepaskan tangan ku,rasakan ini selama ini aku sudah menahan rasa kesal kepadamu makanya abang lebih menyukai Melisa itu karena kamu tidak berguna..."
" Lisa.....Lepaskan Naura dasar kurang ajar kamu....Bisa-bisanya kamu memperlakukan kakak ipar mu tidak sopan begitu..." Tiba-tiba Vito menghampiri mereka yang masih terlibat keributan karena dia mendengar suara ribut dari kamarnya.
" Plak.... Dasar bodoh,tidak tau etika kamu..."
" Bang,dia yang duluan menghina keluarga kita,kamu menamparku hannya karena wanita kampungan ini bang." Ucap Lisa sambil memegangi wajahnya yang memerah akibat pukulan Vito yang cukup keras hingga bekas tangan Vito terlihat jelas di wajah Naura.
Tidak peduli dengan kedua manusia yang tidak tau diri itu Naura akhirnya pergi dari dapur menuju kamarnya lalu menyusun semua pakaiannya ke dalam koper dan juga pakaian kedua anaknya.Walaupun dia sudah tahu kalau Vito selingkuh dengan Melisa tapi mendengar kata-kata Lisa cukup membuatnya sakit hati dan terluka.
" Terlalu bodoh memang aku bertahan di rumah mewah yang bak neraka ini,aku pastikan kalian semua menyesal telah menyepelekan aku,kalian akan menyesal karena telah membanggakan wanita benalu yang hannya menginginkan harta ini." Ucapnya dalam hati sambil mengusap air mata yang sudah mulai jatuh di wajahnya manisnya.
__ADS_1
Vito duduk di atas meja,kali ini dia benar-benar tidak bisa mempertahankan semuanya lagi sepertinya hidupnya benar-benar akan hancur kali ini dan tidak bisa di perbaiki lagi.
Setelah menyusun semua pakaiannya tiba-tiba terbesit di pikirannya untuk mengambil sertifikat rumah,dia tidak ingin rumah yang dia bangun dari nol di tempati suaminya dan juga wanita yang hannya mengingkan harta mereka.
Lisa membuka pintu,lalu dia melihat situasi rumah saat dia mendengar suara suaminya dan juga adik iparnya masih di belakang dia bergegas menuju kamar yang di tempati Vito lalu mencari dokumen yang dia inginkan.
Tidak sulit baginya untuk menemukan berkas itu,ada banyak dokumen penting di dalam laci tapi dia hannya mengambil sertifikat rumah dia langsung memasukkan berkas itu ke dalam bajunya lalu segera keluar dan berlari menuju kamarnya.
" Aku tidak mau mereka menjual rumah ini,suatu saat aku akan cari cara untuk bisa kembali memiliki rumah yang penuh kenangan ini." Ucapnya lalu menyembunyikan dokumen itu ke koper yang paling bawah.
Setelah semua bajunya tersusun rapi di dalam koper,Naura membawa koper-koper itu keluar lalu memasukkan ke bagasi mobilnya.
" Naura...Kamu mau kemana,dan kenapa kamu membawa semua pakaian,kalau kamu ingin pergi dari rumah ini jangan bawa anak-anak." Vito berusaha mencari kelemahan Naura tapi dia salah Naura sekarang bukan lagi Naura yang bodoh yang takut dengan hannya sekali bentakan .
" Hahaha...Sejak kapan kamu,peduli dengan kedua anak itu sudah lah sampai kapan pun aku tidak akan mau lagi hidup serumah dengan manusia-manusia seperti kalian,jadi jangan halangi aku." Ucap Naura lalu menyeret koper yang masih tersisa Vito berusaha untuk menahan Naura tapi dengan kasar Naura mendorong tubuh Vito hingga dia terjatuh ke lantai.
Lisa yang melihat itu semakin marah dan kesal dia mengepal tangannya sambil menahan amarahnya dia tidak berani lagi memukul Naura karena kemarahan Vito tadi kepadanya.
"Naura....Dengarkan aku dulu Naura,bagaimana bisa kamu pergi dan membawa kedua anak kita,bagaimana mereka besar tanpa sosok ayah di samping mereka_
" Selama ini juga mereka sudah nyaman tanpa kamu jadi berhenti memberi alasan tentang anak." Ucap Naura lalu dia segera menyetir dan meninggalkan rumahnya.
__ADS_1
Vito benar-benar sangat marah...Dia kembali ke rumah lalu menghancurkan semua isi rumah yang bisa dia hancurkan.
" Brang.....Brang....Brang....Kurang ajar....Ini semua gara-gara ibu sama Lisa yang selalu ikut campur...Brang...." Vito melempar Gucci besar yang ada di rumah,pas bunga dan juga televisi dan banyak lagi barang yang hancur.
Lisa sangat ketakutan,dia berlari ke dalam kamarnya lalu mengunci pintu dari dalam ini pertama kali dalam hidupnya melihat abangnya yang begitu marah dan emosi.
" Ya ampun....Vito apa yang terjadi kenapa kamu seperti ini,Vito....Sadar Vito Lisa......Lisa kamu dimana?" Tiba-tiba saja Sarah dan Melisa sudah di depan pintu mereka sangat kaget saat melihat Vito mengamuk dan menghancurkan semua isi rumah.
Lisa berlari menghampiri ibunya wajahnya begitu pucat dan tubuhnya terlihat gemetaran dia sangat ketakutan.Tidak ingin semakin emosi melihat ibu dan adiknya Vito langsung masuk ke dalam kamar lalu meninggalkan mereka semua di ruang tamu dengan keadaan rumah yang sudah berantakan.
" Lisa katakan kepadaku apa yang terjadi? kenapa Vito sampai begitu marah,dimana wanita yang tidak berguna itu?" Tanya ibunya dengan beberapa pertanyaan.
" Tante aku masuk dulu ke dalam melihat keadaan mas Vito!!"
"Iya sayang,kamu bujuk dia,kami sangat takut kalau dia sedang marah." Jawab Sarah.Setelah Melisa pergi Lisa yang masih gemetaran duduk di sopa lalu menghela napas berat dan menatap ibunya.
" Tadi aku sama Naura berantem,aku bahkan menghajarnya sampai babak belur,tapi itu semua karena kesalahannya dia menghinaku dan mengatakan aku gadis yang tidak laku..." Ucapnya lalu menghentikan ucapannya dia sangat takut kalau abangnya sampai keluar lagi dari kamarnya.
" Jadi dimana sekarang menantu kurang ajar itu,aku juga akan menghajarnya karena telah merendahkan harga diri kita semua!!" Ucap Sarah dengan sangat emosi saat mendengar cerita Lisa.
" Dia sudah minggat,bahkan bang Vito tadi melarangnya pergi dari rumah ini tapi dia tetap kukuh untuk pergi.Ma...Aku bingung apa yang di tutupi bang Vito dari kita hingga dia begitu ngotot mempertahankan wanita itu?"
__ADS_1
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺