
Melisa tersenyum puas saat ibunya Vito menyukainya, dia semakin percaya diri untuk menjadi istri dari pria yang sudah memberikan kemewahan kepadanya selama ini.
"Tante bisa saja,tapi aku senang banget Tante kalau kamu menyukaiku,itu artinya aku mendapat restu darimu ya." Ucap Melisa dengan senyum yang mengambang di bibirnya,begitu juga dengan Vito setidaknya dia tidak perlu menutupi hubungannya dengan Melisa kepada ibunya.
"Tante rencananya Minggu depan aku dah mas Vito akan berlibur ke Turki apa Tante tidak ingin ikut?" Tanya Melisa tiba-tiba.
"Apa...Turki? Vito mama ikut dong masak kamu tega membiarkan ibu tinggal disini sementara kalian pergi senang-senang." Ibunya mulai merengek memaksa Vito untuk mengijinkan dirinya.
"Kalau ibu ikut,aku juga harus ikut." Lisa tidak mau kalah dengan ibunya membuat Vito sedikit kesal kepada Melisa karena tidak bisa menjaga rahasia. Dia takut Naura kembali memeriksa rekening mereka karena dia tau semua jumlah uang yang ada di bank.
" Kamu sih nga bisa menjaga rahasia,ibu kapan-kapan saja ya,jangan sekarang."
"Sudahlah mas bawa saja,menyenangkan orang tua usahamu juga akan semakin maju." Ucap Melisa membela Sarah dan Lisa.
"Benar apa yang di bilang sama melisa,cari istri itu kayak Melisa dong,dia begitu baik bukan seperti Naura yang ingin menguasia semua harta mu,aku mau cepat atau lambat kamu harus menceraikan wanita itu." Ucap ibunya dengan wajah yang tiba-tiba berubah bengis membayangkan Naura.
"Ya sudah lah aku akan mengurus dokumen keberangkatan kita,tapi ingat ya Bu...Tolong jangan berbicara apa pun di depan Naura,aku tidak mau rahasia ini terbongkar.Melisa kita pulang ya,mungkin ibu sama Lisa masih ada urusan disini." Ucapnya lalu menarik tangan Melisa dan meninggalkan ibu dan adiknya di dalam restoran.
"Kamu kenapa sih harus memberitahu mereka,padahal aku tidak ingin ibu dan Lisa pergi bersama kita merusak moodku saja." Ucap Vito dengan wajah sedikit marah dan hal itu tidak membuat Melisa takut karena dia tahu cara meredam amarah pria yang memiliki nafsu tinggi itu.
"Sayang...Aku harus mengambil hati ibumu,kelak dia menerima ku sebagai menantunya." Jawab Melisa sambil meraba paha Vito membuat wajah pria itu langsung berubah.
__ADS_1
"Kamu memang sangat pintar untuk menggodaku." Ucap Vito lalu menepikan mobilnya dan lalu menarik kepala Melisa dan menurunkan ke sekitar celananya.
Mereka menyempatkan waktu untuk melakukan hal yang tidak senonoh di dalam mobil,untung saja pada saat itu lokasi itu tidak ramai hingga tidak ada yang memergoki mereka berdua.
****
Pagi ini Lisa dan Sarah sudah siap-siap di ruang tamu,di sana ada dua koper besar yang siap dibawa pelayan ke dalam mobil.Naura sedikit penasaran kemana mertua dan adik iparnya pergi tapi dia sedikit malas untuk bertanya bahkan dia berharap mereka tidak kembali lagi ke rumahnya yang membuatnya tidak nyaman di rumah sendiri.
Keduanya pergi dengan girang setelah pembantu mengantar koper mereka ke dalam mobil,dan saat itu dia tidak melihat suaminya ada di rumahnya.
"Bi...Bapak mana?" Tanya Naura penasaran,walaupun hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja,dia masih punya hak untuk mengetahui kegiatan suaminya.
"Hmm itu Bu,aku juga tidak tau,tapi yang jelas tadi sebelum ibu keluar kamar,bapak sudah berangkat duluan dan membawa kopernya,tapi kopernya tidak terlalu besar." Jawab Pelayan penuh hati-hati karena dia takut wanita itu marah dengannya walau sebenarnya jarang sekali Naura marah kepadanya.
" Aku tidak tau Bu...Tapi yang jelas dari pembicaraan ibu Sarah dan Lisa beberapa hari ini sepertinya mereka akan pergi liburan." Jawab Pelayan kembali.
"Okeh...Baiklah...Kamu bisa kembali ke belakang." Jawabnya dengan nada sedikit lemas sepertinya dia sedang memikirkan kehidupannya yang semakin rumit.
"Kasihan sekali ibu Naura,bagaimana bisa bapak mengkhianatinya sementara ibu begitu baik dan polos." Ucap Marni dalam hati saat dia sampai di dapur.Marni sudah tau kalau Vito selingkuh dengan wanita lain,dia sudah beberapa kali melihat warna lipstik di baju majikannya dan bahkan beberapa hari yang lalu dia memergoki leher majikannya itu memerah siapa lagi yang melakukan itu kalau bukan selingkuhnya.
"Sudahlah,aku yakin bapak akan menyesal suatu saat kalau sampai dia selingkuh dengan wanita lain,aku yakin banyak wanita yang mengejarnya karena sekarang keluarga ini sudah cukup kaya,bahkan ibunya saja luar biasa belagunya." Ucap Marni dalam hati.
__ADS_1
Naura sangat penasaran kemana suami dan keluarganya,akhirhya dia memutuskan untuk mengikuti mobil yang membawa mertua serta adik iparnya yang kebetulan belum jauh dari rumah mereka.
Sepanjang perjalanan mengikuti mobil mertuanya,Naura gelisah dan jantungnya berdebar lebih cepat,entah kenapa dia merasa suaminya sedang menutupi sesuatu darinya.
Sesampainya di depan bandara,dia sudah melihat mobil suaminya dan saat itu mertuanya turun dari dalam mobilnya lalu menghampiri seorang wanita cantik dan mereka berpelukan dan terlihat begitu akrab.
"Siapa wanita itu,apa hubungan ibu dengan mereka,dari arah yang lain suaminya keluar dia sangat tampan hari ini,menikah begitu lama dengan pria itu dia belom pernah melihat suaminya setampan itu.
Vito memakai kemeja putih,dipadukan dengan celana jeans biru dan matanya di tutupi kaca mata hitam.Ingin sekali Naura menghampiri mereka tapi dia takut mertuanya mempermalukan dirinya apalagi tempat itu cukup ramai.
Dan tidak lama kemudian mereka masuk ke dalam bandara dengan membawa koper masing-masing dan saat itu jantung Naura berdegup sangat kencang saat wanita itu mengandeng tangan suaminya.
"Siapa wanita itu,Vito selingkuh di belakang ku? tidak mungkin kalau sampai dia berani aku akan membuat kamu menyesal mas." Ucapnya dalam hati lalu meninggalkan tempat itu.
****
Selama suaminya pergi,Naura sama sekali tidak pokus bekerja,bahkan sudah dua hari ini tidak berangkat kerja,dia masih penasaran dengan wanita bersama suaminya di bandara dan apa hubungannya dengan wanita itu.
" Apa mungkin Vito selingkuh dan ibu juga mendukungnya...Tapi mungkin saja mengingat selama ini dia tidak pernah menyukai ku,aku masih bisa memaafkan kesalahan yang kamu lakukan terhadap suamiku mas tapi tidak untuk perselingkuhan,kalau memang kamu selingkuh." Ucapnya dalam hati.
"Bu...Aku tidak melihat papa sudah tiga hari ini kemana papa ma...Sekali pun papa selalu cuek sama kita aku tetap merindukan dia ma...Aku merindukan sosok papa yang dulu,yang selalu menemaniku bermain dan mengajariku main bola." Ucap Yuda yang tiba-tiba sudah berada di dalam kamarnya.
__ADS_1
Mendengar ucapan putra pertamanya,hati Naura benar-benar teriris,entah apa yang akan terjadi dengan pernikahannya kalau sampai suaminya benar-benar mengkhianatinya.
🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺