Kumiskinkan Suamiku Bersama Selingkuhannya.

Kumiskinkan Suamiku Bersama Selingkuhannya.
Bab 17 ~ Kamu kenal dengan dia mas ~


__ADS_3

Melisa dan Vito berdiri saling berdekatan di samping kompor yang ada di area kitchen set.Mereka berdua hannya mengobrol saja dan tidak melakukan hal-hal lain karena Vito sangat menjaga keadaan di rumah apalagi Naura sudah kembali dari pabrik.


Melisa beberapa kali menggoda Vito,dia selalu ingin memeluk pria yang sudah berstatus suami orang tapi Vito selalu menolak karena tidak ingin Naura tau hubungan mereka.


"Kenapa sih mas!! biar sama Naura tau,aku tidak peduli aku sudah tidak sabar lagi untuk tinggal di rumah ini dan menjadi istrimu satu-satunya." Ucap Melisa dengan wajah masam saat Vito menolaknya saat ingin memeluk pria itu.


" Kamu gila ya..Ini di rumah kamu mau menambah masalah,kamu ini kenapa sih aku sudah bilang beberapa kali untuk menahan diri dan tunggu waktunya_


"Sampai kapan mas? sampai aku tua,kita sudah lama pacaran mas tapi belum juga ada kejelasan aku sudah tidak tahan.Atau jangan-jangan kamu masih mencintai istrimu yang buluk itu makanya kamu selalu menggantung hubungan ini!!" Ucap Melisa dengan nada yang mulai meninggi.


" Sepertinya kamu sudah mulai gila?"


"Apa yang kalian lakukan disini berduaan mas?" Tiba-tiba Naura sudah berdiri lumayan jauh dari mereka.Saat itu jantung Vito hampir melompat dari tempatnya dia terlihat sangat gugup dan wajahnya terlihat pucat pasi.


"Mas jawab aku ngapain kalian berdua disini? kamu kenal sama dia mas apa jangan-jangan kamu dan wanita ini punya hubungan?"


"K_Kamu ngomong apa sih? tadi Melisa haus jadi dia ke dapur mau mengambil air minum dan ibu menyuruhku menemaninya!!" Jawab Vito dengan gugup dan keringat dingin mulai membasahi dahinya.


Melisa pergi begitu saja meninggalkan Naura dan Vito di ruangan itu,moodnya semakin memburuk saat melihat Naura menghampiri mereka.Naura menatap Melisa sampai akhirnya dia menghilang dari pandangannya,dia menggeleng karena merasa sikap wanita itu begitu aneh.


" Apa ibu menjodohkan kamu dengannya mas?" tanya Naura dan pertanyaan itu hampir membuat Vito tersedak karena dia sedang minum air putih saat itu.


"Kamu ngomong apa sih,kamu datang kesini mau ngapain tadi,kamu nga usah cari masalah ya,tadi ibu hannya menyuruhku menemani untuk minum tidak lebih,lagian untuk apa ibu menyuruhku menikahi wanita itu,aku sudah menikah dan bahkan aku sudah punya anak." Jawab Vito.Naura mendengus seakan kata-kata dari suaminya itu seperti lelucon baginya.

__ADS_1


"Cih...Menikah? punya anak,kalau kamu sadar kamu sudah punya anak kenapa selama ini kamu seakan lupa kalau kedua anak mu juga membutuhkan sosok seorang papa,kamu mengabaiakan kedua anakmu,terkadang aku kasihan melihat mereka yang sering merindukan dirimu yang kadang sibuk tapi entah apa yang kamu sibukkan."Ucapan Naura.


"Sudah lah,aku juga bekerja keras untuk keluarga kita dan masa depan kita tidak lebih."


"Kata-katamu tidak sesuai dengan perbuatan mu mas,bahkan kamu menghabiskan uang begitu banyak aku sampai tidak tau." Ucap Naura mulai emosi.


"Sifat mu yang seperti ini yang membuatku muak,setiap hari kamu bisanya hannya marah-marah aku bosan tau nga!!"


"Itu semua karena kamu mas!! aku belum selesai ngomong mas!!" Vito meninggalkan Naura di dapur saat wanita itu mulai marah.Hal ini yang membuat Naura selalu emosi Vito selalu menghindar saat Naura menanyakan semua tentang keuangan mereka.


"Selalu saja begitu!!" Naura kembali ke kamar untuk menemui kedua anaknya yang ternayata mereka sudah tidur di ranjang masing-masing,melihat kedua anaknya Naura hannya bisa menghela napas panjang.


" Entah bagaimana nanti masa depan kami,Yuna dan Yuda sangat mencintai papanya tapi Mas Vito seakan tidak peduli dengan mereka berdua." Ucapnya dalam hati lalu mulai merebahkan tubuhnya di samping Yuna.


Keesokan harinya saat Naura keluar kamar dan pergi ke meja makan disana Melisa dan keluarga besarnya sudah duduk sambil menikmati sarapan paginya.Semua orang mengacuhkan dirinya seakan tidak melihatnya sudah datang menghampiri mereka.


"Ternyata si tamu belum pulang ya? betah juga ya di rumah orang,ada juga ya wanita yang tidak tau malu." Sindir Naura.Melisa meletakkan kedua sendok nya di dalam piring yang masih dipenuhi sarapannya.


"Sudah Melisa abaikan saja,habiskan sarapan mu,kamu mau kita telat nanti pergi shoping nya,aku sudah tidak sabar untuk pergi belanja bersama mu." Ucap Sarah.


Melisa hannya diam,dia menuruti kata-kata ibu dari pacarnya,dia sangat beruntung wanita itu mendukungnya.


"Kalau jadi wanita itu harus seperti Melisa,pintar dalam segala hal,baik itu fashion,merias diri dan tau mengambil hati orang lain." Sindir Sarah dengan nada mengejek.

__ADS_1


Naura tertawa kecil mendengar ucapan mertuanya,melihat mereka semua duduk di meja makan apalagi dengan orang yang dia rasa tidak tau malu nafsu makan Naura langsung hilang.Berhubung kedua anaknya sudah berangkat ke sekolah di antar oleh supir Naura segera meninggalkan meja makan dan memilih sarapan di luar.


Setelah Naura pergi,Sarah dan Lisa juga meninggalkan Melisa dan Vito di meja makan.Melisa menoleh ke arah Vito yang juga sudah mulai berkemas untuk pergi ke kantor.


" Mas...Aku mau bicara!!" Melisa menarik tangan Vito lalu membawanya ke kamar pribadi Vito dan Naura setelah sampai di dalam kamar Melisa langsung mendorong tubuh Vito ke atas ranjang lalu menindihnya dari atas.


" Mas..Ini ranjang yang kalian pakai kalau sedang melakukannya kan? mas...Aku juga ingin tidur di ranjang ini dan melakukannya disini!!"


"Dasar kamu nakal,untung Naura sudah pergi jadi aku tidak perlu menahannya lagi." Ucap Vito lalu membalikkan tubuh Melisa posisinya jadi tubuhnya yang di atas.


"Sayang...Aku mau kamu sabar...Jangan terlalu memaksakan keadaan,aku akan m nikahimu kalau sudah tiba waktunya." Janji Vito.Sebenarnya Melisa sudah bosan dengan semua janji dari Vito tapi berhubung selama ini pria itu selalu royal dengannya terpaksa dia sabar menunggu pria itu.


Sementara itu di lain tempat,Naura menemui seorang pria,sebelumnya dia dikenalkan oleh sahabatnya Rika.


" Ada yang bisa saya bantu Bu?" Tanya Antoni dengan sopan.


Naura mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya,ternyata saat di meja makan tadi pagi dia tidak berniat untuk sarapan bersama mereka tapi dia diam-diam mengambil gambar Naura melalui ponselnya.


"Aku ingin kamu mencari tau latar belakang dari wanita ini,pekerjaannya keluarganya dan juga pendidikannya." Ucap Naura lalu mengirim gambar Melisa melalui pesan WhatsApp.


Pria itu menatap gambar Melisa,lalu menutup ponselnya,baginya pekerjaan seperti ini adalah hal yang mudah baginya.


" Apa dia selingkuhan dari suami ibu?" Tanya pria itu menyelediki dan Naura sedikit tidak suka mendengar pertanyaan itu.

__ADS_1


🌺🌺🌺 bersambung 🌺🌺🌺


__ADS_2