
Jam didinding kamar kos Pitha menunjukkan pukul 22:00. Sudah larut malam tetapi teman sekamarnya, Febby. Belum pulang juga. Mereka berdua adalah mahasiswa di salah satu universitas negeri di kota Jogjakarta. Bertemu 2 tahun yang lalu secara tidak sengaja, kini mereka menjadi sangat akrab seperti saudara sendiri.
Pitha kebingungan. Tidak biasanya Febby belum pulang sampai larut malam seperti ini. Memang sih, tadi siang Febby mengabarinya bahwa ia akan pulang telat hari ini.
“Aku mau ke perpustakaan umum dulu Pith, jadi kayaknya aku bakalan pulang telat.” Ucap Febby via sambungan suara.
“Ok Feb tapi jangan kemalaman ya” Ucap Pitha.
“Iya aku duluan ya” ucap Febby lalu menutup teleponnya.
“Iya.” Ucap Pitha.
Pitha tidak menyadari ada yang janggal dari kalimat terakhir Febby sebelum menutup teleponnya.
Pitha beringsut mengambil novel lalu membacanya, sembari menunggu Febby pulang. Diluar rintik hujan terdengar mengenai atap. Semakin deras hujan turun. Pitha semakin khawatir kenapa Febby belum pulang juga. Apalagi diluar saat ini hujan mengguyur dengan derasnya. Jam menunjukkan pukul 23:15.
‘Tokk tokk tokk!!’ Pitha mendengar suara pintu depan diketuk. Pasti itu Febby, pikir Pitha yang beringsut segera membuka pintu.
“Febby! Kenapa kamu baru pulang??” Tanya Pitha khawatir.
“Iya..” ucap Febby datar. Ia berjalan masuk.
“Kamu nggak kehujanan Feb?” tanya Pitha. Febby menggeleng.
__ADS_1
“Syukurlah kalau begitu.. oh iya Feb.. kamu kok kelihatan pucat banget.. kamu sakit??” Tanya Pitha.
“Aku nggak apa apa kok” jawab Febby dengan sedikit senyum yang terlihat dipaksakan. Aneh melihatnya. Pitha belum pernah melihat Febby menjadi seaneh ini sebelumnya. Biasanya dia ceria dan banyak omong. Tapi Pitha segera membuang pikirannya, yang terpenting Febby sudah pulang.
“Aku mau mandi dulu” ucap Febby lalu pergi ke kamar mandi.
“Iya Feb..” ucap Pitha. Pitha duduk di ruang depan, memainkan ponsel di tangannya.
‘Tokk tokk tokk’ suara pintu diketuk. Pitha terkejut, siapa tamu yang malam malam mengetuk pintu. Pitha membuka pintu dan dilihatnya dua orang polisi berseragam lengkap.
“Selamat malam.” Ucap salah satu polisi tersebut yang berbadan agak gemuk.
“Malam.. ada apa yah pak?” tanya Pitha.
“Benar.. saya Pitha teman kos nya Febby.” Ucap Pitha.
“Kami kesini ingin mengabarkan bahwa teman kos anda yang bernama Febby menjadi korban dari kecelakaan lalu lintas. Dia meninggal di tempat kejadian pada pukul 21:15. Sekarang jenazah sudah dibawa menuju rumah sakit terdekat untuk diurus.” Ucap pak polisi. Pitha tidak mengerti dengan ucapan dua polisi dihadapannya.
“Maksud bapak apa yah? Jelas jelas Febby sudah pulang kok!!” Pitha menangkal ucapan mereka. Dua polisi itu saling berpandangan.
“Maksudnya?”
“Iya, Febby sudah pulang tadi baru saja. Sekarang dia sedang mandi. Kok bapak bilang Febby sudah meninggal?. Bapak sedang becanda??” Ucap Pitha merasa dikerjai.
__ADS_1
“Kami tidak becanda ataupun berbohong. Memang sudah terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal atas nama Febby Putriani. Kami membawa dompet milik korban, ini..” ucap Polisi itu menyodorkan dompet berwarna navy milik Febby.
Pitha menerima dompet itu dengan tangan bergetar. Memeriksa isinya. Ini memang dompet milik Febby. Pitha seketika lemas. Lalu tadi siapa?. Bukankah tadi adalah Febby temannya? Lalu dompet ini???. Pitha menatap kedua polisi itu.
“Tadi Febby sudah pulang.. tapi wajahnya sangat pucat.. dia sedang di kamar mandi.. bagaimana mungkin orang yang kecelakaan bisa pulang?” ucap Pitha memegangi kepalanya. Mencoba berfikir rasional.
“Boleh kami memeriksa kamar mandinya?” tanya pak polisi. Pitha mengangguk. Ia masih shock.
Kedua polisi itu bergerak taktis memeriksa setiap ruangan. Mereka mendobrak pintu kamar mandi. Tidak ada siapa siapa didalamnya. Pitha juga melihat tidak ada siapa siapa didalamnya. Kedua polisi itu kebingungan.
“Apakah benar tadi teman anda pulang?” Tanya pak polisi itu.
“Iya tadi dia sudah pulang, aku melihatmya sendiri.” Jawab Pitha.
“Lalu dimana dia sekarang?” Tanya pak polisi. Pitha menggeleng.
“Apakah anda sedang berhalusinasi?” Tanya pak polisi.
“Tidak!, tadi Febby memang sudah pulang.” Jawab Pitha.
“Lalu kenapa dia tidak ada?” Tanya Pak Polisi. Pitha terduduk. Ia sama sekali tidak mengerti dengan semua ini. Jika Febby sudah meninggal lalu tadi yang pulang siapa??. Sejenak air matanya mengalir di kedua pipinya. Temannya sudah meninggal.
END_
__ADS_1
Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!